Pixabay/Free-Photos

Percayalah, untuk setiap kisah yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan sudah merancangkan hal indah untukmu

Mungkin kamu salah seorang penikmat semburat jingga yang selalu melukis langit petang dengan sempurna. Mungkin juga seorang perangkai kata atau pencinta keindahan senja sehingga lukisan alam itu selalu kamu tuangkan lewat rangkaian kata-kata indah di setiap ceritamu.

Apa pun itu, senja selalu punya banyak arti bagi pencintanya. Meskipun hadirnya hanya sesaat, tetapi kesan yang senja berikan selalu penuh makna dan begitu dalam. Tentang proses perjalanan hidup seseorang, tentang pertemuan dan perpisahan, kebahagiaan dan kesedihan, serta banyak pesan lain yang tersirat. Termasuk 5 pesan cinta berikut ini yang bisa kamu dapat dari perjalanan cinta sepasang kekasih.

1. Berbicara tentang pertemuan dan perpisahan

Pixabay/Engin_Akyurt

Datang akan pergi
Lewat ‘kan berlalu
Ada dan tiada
Bertemu akan berpisah

Seperti lirik lagu inilah kehidupan yang tidak akan bisa kamu hindari. Mungkin kamu salah seorang yang pernah mengalaminya. Saat Tuhan mempertemukanmu dengan seseorang yang membuat jantungmu berdegup lebih cepat dari biasanya, menghadirkan rasa hangat di hatimu, dan mampu membuat sel-sel di tubuhmu kocar-kacir setiap kali berada di dekatnya. Bersamanya waktu seakan terbang melesat. Memilikinya membuat hidupmu tidak sama lagi. Kehadirannya membuat perasaanmu naik turun bak roller coaster.

Kamu izinkan dia menguasai ruang sunyi di hati dan pikiranmu. Kamu juga tidak pernah lelah menabung rindu tentang dia. Dengannya, kamu bersepakat membangun mimpi tentang masa depan bahagia, tentang rumah cinta yang kalian rancang bersama untuk kalian huni bersama buah hati kalian. Dialah janji baik kehidupanmu.

Namun, ketika semua asa yang telah kamu bangun bersama harus kandas dan kehadirannya seumpama senja yang membuatmu terpesona hanya sesaat karena gelap malam memaksanya pergi, saat itu pula kamu harus merelakannya pergi dari kehidupanmu. Jangan tanya seperti apa perasaanmu. Yang pasti, kamu tidak baik-baik saja. Sangat tidak baik.

2. Mengingatkan akan selalu ada hari esok yang penuh harapan

Pixabay/Free-Photos

Mungkin saat ini perasaanmu begitu sedih, kecewa, dan terluka. Merasakan bagaimana sebagian jiwamu hilang dan seluruh udara seakan ditarik paksa dari paru-parumu. Untuk sesaat, duniamu seolah berhenti berputar.

Hari ini dia boleh saja pergi dari hidupmu, tetapi pemilik jiwa dan ragamu tidak akan membiarkanmu larut dalam kesedihan. Dia akan mempertemukanmu dengan seseorang yang tepat dan lebih baik untuk menemanimu menuju senja.

Percayalah, untuk setiap kisah yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan sudah merancangkan hal indah untukmu. Senja mengajarkan itu padamu. Sekalipun gelap malam memaksanya pergi, tetapi tidak perlu khawatir karena esok hari, fajar pagi tidak akan mengingkari janjinya untuk menghangatkan hatimu kembali. Hari esok penuh pengharapan tidak akan meninggalkanmu. Kamu harus mengimani itu.

3. Tidak ada yang abadi di dunia ini

Pixabay/Goodinteractive

Mungkin dia sosok terindah dalam hidupmu. Pusat semestamu. Napas kehidupanmu. Bersamanya kamu sudah melewati banyak hal agar bisa sampai pada tujuan yang sama. Kamu merasa nyaman dan begitu yakin akan selalu bersamanya menuju senja sehingga kamu abai bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Demikian juga dengan api cinta di antara kamu dan dia yang perlahan meredup dan mati.

Ya, buku kehidupan tidak menuliskan kalian bersama. Apa yang menurutmu baik dan indah tidak selamanya harus kamu miliki. Orang yang kamu percaya akan membersamai harimu sampai ujung usia ternyata bukan potongan terakhir yang takdir simpan untuk melengkapi hidupmu. Entah dia yang memilih pergi atau kamu dan dia terlalu lelah untuk terus melangkah menuju mimpi yang sama. Banyak celah yang membuat kalian tidak bisa lagi bertahan.

Sekuat apa pun kamu berjuang untuk mempertahankannya, bahkan mungkin kalian berdua sudah berusaha bertahan agar tetap bersama, tetapi semesta tak berpihak padamu. Terimalah, itu cara Tuhan mengingatkanmu bahwa dia bukan sosok yang tepat untuk menggandeng tanganmu menuju senja. Sekali lagi, tidak ada yang abadi, begitupun kisah cinta kamu dan dia.

4. Identik dengan kesunyian dan rasa sepi

Pixabay/Free-Photos

Melepas pergi seseorang yang pernah kamu cintai–mungkin saja sampai saat ini dia masih
sosok yang kamu cintai sehingga sulit untuk menghapusnya dari ingatanmu–tidak semudah membalik telapak tangan.

Kenangan tentang dia masih membuat dadamu menyempit seketika. Segala bentuk perhatian yang pernah dia berikan masih menghangatkan hatimu dan tidak jarang membuat uap panas menerjang matamu. Mengenangnya tidak pernah gagal membuat kamu merasakan kekosongan yang panjang. Kekosongan yang menghadirkan kesepian dan melumpuhkan semangat hidupmu.

Ya, senja selalu mampu mengungkapkan apa yang kamu rasakan, tentang kesunyian dan kerinduan. Menatapnya selalu melempar anganmu entah ke mana, melintasi ruang dan waktu. Memaksa ingatan memutar kembali roda kenangan yang pernah kamu dan dia singgahi dan memaksa memori menggali kembali masa lalu. Setelah itu, kamu mendapati dirimu tersedu. Jalan panjang kesunyian terbentang di hadapanmu.

5. Berbicara tentang kesetiaan, tentang perjalanan pasangan hidup yang tetap setia hingga ujung usia

Pixabay/StockSnap

Badai tuan telah berlalu
Salahkah kumenuntut mesra
Tiap pagi menjelang kau di sampingku
‘Ku aman ada bersamamu
Selamanya sampai kita tua
Sampai jadi debu
‘Ku di liang yang satu
‘Ku di sebelahmu

Sebagian lirik lagu dari Banda Neira yang tidak akan pernah gagal menghadirkan uap panas dan kaca bening di matamu dan sukses menciptakan parit kecil di pipimu. Selalu begitu.

Bagimu, senja selalu identik dengan kesetiaan. Tentang perjalanan sepasang kekasih yang tetap berpegang teguh pada komitmen yang telah disepakati bersama. Sekalipun badai kehidupan datang menerjang, kamu berharap bisa tetap bersamanya, menggenggam erat jemarinya. Melewati jalan panjang berliku penuh onak dan duri, membagi tawa bahagia dan air mata hanya dengannya, dan tidak mengizinkan siapa pun melepas ikatan suci di antara kalian. Kamu hanya ingin menua bersamanya, sampai ujung usia.[A]