sumber: pixabay.com/StockSnap

Halo goodwriters-nya Penakata. Pada ke mana sih diem-diem aja? Hahaha. Mending kita kongkow di sini sambil nulis, ya nggak? Ngobrol seru juga boleh.

Atau … ngobrol cantik sambil ngopi, ngeteh dan nyemilnyemil imut? Iya, yang imut cemilannya. Ngerumpi juga boleh deh, daripada suwung ya ‘kan? Katanya kalau orang terlalu suwung, bisa depresi loh. Kata siapa? Kata rumput yang bergoyang. Hahaha (kabur).

(Balik lagi) Eh, tunggu dulu. Ngerumpiin apa dulu nih? Kalau ujung-ujungnya ngomongin orang, mending segera alihkan pembicaraan deh, supaya kita semua tidak terlanjur menjadi kanibal, alias memakan bangkai saudara sendiri. Percaya deh itu serem dan dosa. Apalagi kok membicarakan kekurangan orang lain tanpa solusi. Meskipun hal tersebut kenyataan, tetap saja … bayangkan kita dalam posisi yang diomongin. Wah, nggak enak banget, ‘kan?

Salah-salah jadi fitnah kalau yang kita obrolin ternyata hanya fiktif belaka, alias kita buat-buat dengan tambahan bumbu racik ala masakan embah. Duh. Selain merugikan diri sendiri di akhirat nanti, kita juga akan rugi sendiri di dunia. Menghabiskan waktu, tidak bermanfaat, dan … ah, teman-teman tahu lah, ya!

Bukan berarti yang nulis tulisan ini adalah ustazah lulusan Kairo yang ahli dakwah, ya. Aku pun hanya manusia kaleng-kaleng yang penuh dosa. Sedang belajar pula untuk tidak ghibah dan fitnah. Tapi aku penginnya belajarnya ada temen, soalnya masih suka belok-belok dan butuh teman yang akan saling meluruskan.

Nah, ketika lagi ngobrol bareng teman atau doi, atau siapapun, mending cari topik yang oke deh. Cekidot!

  1. Mencari solusi bersama dengan diskusi

Biasanya kalau sudah bersama teman-teman, kadang tanpa sadar kita sering curcol. Tidak masalah. Kita kadang butuh teman untuk berbagi masalah supaya hati lebih ringan. Justru dengan cerita masalah kita dengan teman, kita bisa berdiskusi bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Lebih banyak pandangan, lebih luas jalan solusi. Tapi ingat, membicarakan masalah sendiri harus pada orang yang benar-benar kita percaya.

  1. Membicarakan masa depan

Membicarakan masa depan itu seru lho. Kita jadi membayangkan hal-hal yang nantinya akan kita alami. Misalnya, “Kamu kalau udah jadi presiden kira-kira mau bikin visi misi kaya gimana?” Ah oke, agaknya kurang realistis. Mending begini, “Kira-kira tahun depan aku cocok bikin buku apa ya?” Asyekkk. Kalau setiap teman ngobrol saling bertukar rencana, pembicaraan kita akan lebih lurus karena kita fokus membicarakan diri sendiri. Teman ngobrol juga pasti punya pemikiran lain yang dapat kita jadikan bahan pertimbangan.

  1. Membicarakan fakta ilmiah yang unik

“Eh, ternyata cewek sama cowok tu kalau jatuh cinta beda lho Gengs sistem hormonalnya.” Atau, “Eh kita sama simpanse tu ternyata masih satu nenek moyang, loh!” Dan bisa juga, “Eh ikan ternyata nggak bisa merasakan sakit.” Serius deh ini tidak akan membosankan kalau fakta ilmiah yang kita bicarakan terkait dengan kehidupan sehari-hari kita. Asal yang kita bicarakan bukan membodohi teman dengan informasi hoax saja sih. Kalau begini, lama-lama kita jadi ensiklopedia berjalan deh. Hahaha.

  1. Membicarakan hal yang aktual dan kekinian

Membicarakan hal yang aktual bukan berarti nggosip berita terbaru artis ya. Kita harus bisa memilah topik mana yang berpotensi menyebabkan ghibah. Sebagai contoh, “Eh masa ada pembunuhan serem banget di daerah sini. Kalian udah baca beritanya belum?” Yang perlu dihindari tu yang seperti ini, “Eh, tau nggak, artis A selingkuh sama si ini. Kasian ya istrinya, suaminya direbut pelakor.” Lhaaa. Kalau sudah seperti ini, kita sebaiknya langsung mengalihkan pembicaraan. Tanggapi seperlunya, lalu cari topik lain. Misalnya, “Iya ya, kasian. Ngomong-ngomong film X udah keluar lho. Aku udah nonton trailernya.”

  1. Membicarakan hal receh

Banyak tertawa itu dapat mengeraskan hati, tapi kalau cukup tertawa, dapat bermanfaat bagi kesehatan. Sekali-sekali ngereceh boleh juga kok, Guys. Jangan serius-serius amat ah, nanti cepat keriput! Lagipula, ngereceh bisa sekaligus melatih otak kanan kita.

“A day without laughter is a day wasted.” – Charlie Chaplin.

Sebenarnya masih banyak topik yang bisa kita pilih untuk ngerumpi positif. Lima topik di atas hanyalah dari pengalamanku kok Guys. Yang terpenting kita harus pandai-pandai mengalihkan pembicaraan kalau sudah mulai nyerempet ke gosip, ghibah, apalagi fitnah. Yak, dicoba yuk dicoba. Gratis kok. Yang penting kita saling mengingatkan saja. Oke?

Baiklah, sudah dulu lah daripada aku dikira tiba-tiba ceramah. Kalau ada yang salah, ya maklum, I’m only hooman. Yuk ah diskusi di komentar.

Gracias!

8 KOMENTAR

  1. 😂 Serius, aku kaget waktu lihat gambar tulisan ini. Aku kira listicle-ku pindah ke sini. Maksudnya, aku salah ngetik link. Wakakak. Sama kayak aku kaget lihat Kak Olin juga pakai gambar ini di “sana”. 😱

    Hak aktual dan kekinian yang lagi booming kayaknya soal Reino Barack. Anehnya, terlepas dari masa lalu dia, aku kok kasihan dengan Luna Maya. Hiks. Aneh, aku. 🙄😂