Sumber screenshoot wallpapper oppo

Semendadak hati resah, begitu tak tenang mendengar kabar dari seberang. Semua ide cerita yang sudah tersusun buyar ambyar seketika, tapi waktu menuntut untuk segera menuangkan aksara , ah sepertinya ini akan menjadi hambar.

Senja yang beranjak gelappun tanpa iringan angin, malam kian pekat. Masih menunggu kabar dalam gamang. Hati resah mendung sudah menggantung di pelupuk mata, gerangan apa yang terjadi di sana.

Hanya akal dan hati saat ini bercengkrama, hati menuntut sebuah jawab, akal mengingatkan agar tetap berpikir yang terbaik. Meski seluruh raga terasa lumpuh. Hanya menanti cerita, semoga bukan derita.

Sesak dada seolah tiada oksigen melintasi. Pasrah pun jalan terbaik, menunggu dengan sabar, untaian doa terkirim tiada terbilang. Merundung diri yang tak mampu menerawang.

Mengapa saat ini musik takkuasa menghibur bahkan membuat hati bagai membeku kaku, harusnya dia yang selalu menemani, menghibur dan menenangkan. Begini beratkah rasa menanti.

Embun malam mulai turun bersama halimun, menjejaki bumi mencoba bernyanyi, menemani waktu yang sepi. Keriuhan di sana takbisa mengobati, ada luka yang masih mengaga perih.

Berharap saat ini diam dan tenang. Seperti air bening yang mengalir pada sungai-sungai nurani. Membawa kabar indah tentang kisah dunia pujangga. Tanpa ada luka ataupun nestapa. Membayangkan sejuknya mengguyur jiwab yang makin hampa.

Sementara bulan remang-remang tertutup awan, nyanyian burung malam membawa rasa makin kelam. Angin malam temani saja di sini jangan pergi semoga fajar tak segera mengganti.

Diary rasa harus tetap dicipta, perjalanan panjang teruntai di sanaΒ  patah-‘patah tanpa diksi yang indah, garis-garis kecewa dan bahagia saling bersinggungan. Meski jauh dari impian, kisah-kisah saling merajut kenangan.

Malam jangan biarkan terlena menghampiri, meski fajar tlah menanti. Aku tak mau berebut matahari, itu akan membuatku terluka, biar aku sembunyi dalam hitammu, tak harus melihat semesta dalam terang.

Bunga malam menemaniku merangkai nyanyian sendu, bersama melagukan larik-larik rindu yang terhempas, membentuk aria, mengumandang melangit beradu dengan lolongan srigala.

Hujan di pelupuk mata takperlu diseka, tanda saksi dari kumparan jiwa yang meranggas. Harusnya tak begini, harusnya tak seperti ini kala menanti. Malaikat malam pinjami sebentar sayap indahmu, akan kuarungi langit malam ini, meski bukan hanya remang-remang dan binyang enggan berkerlip.

Tak ingin seperti elang maupun camar, biarlah bagai angin yang berhembus perlahan. Kan terbang ke segala arah tak harus pada ketinggian dalam dasar bumipun mampu terbang.

Semesta temaniku menanti menghibur hati meski luka sayat sembilu masih menyisahkan pedih. Saat ini lagu masih terdengar sumbang, instrumen hati akan menjadi merdu kala merelakan apa yang kan teralami.

Dalam alunan nada-nada kehidupan nan syahdu, lepaskan sekiranya tak bisa diikat, genggam erat andai selalu mendekap erat. Perjuangkan bila layak untuk diperjuangkan, tak perlu disemat pada hati terdalam bila hanya membakar asa.

Pesona suatu kisah bukan pada keriuhan dan gelak tawa semata atau pada cerahnya mentari, pada gelap dan keheningan pun akan temukan cerita terindah.

Mengeja kata demi kataΒ  menuntaskan segala gunda dan amarah pada ruang rindu. Tak perlu bagai nelayan yang terkatung pada blantika samudera. Ruang rindu ada pada jrmari yang menari menyusun kata demi kata, tak perlu lagi bibir berucap hingga basah, bila peka mampu membaca arti tiap aksara, apa yang tersiratpun bisa terasa.

========= #musicforwriter

 

Β  Puisi | KAWAN HATI

Oleh; Ale

Terselip kisah kasih di antara kita
Kisah indah dua anak manusia
Ketika masa remaja
Getar rindu di dalam dada

Menawan senyum di bibirmu
Bening sinar di matamu
Bahagianya rasa di hati
Waktu kau tatap wajah ini

Tanpa bisa mengeja makna
Puisimu tetap kupuja
Meskipun jauh terasa dekat
Dalam syair tersirat

Puisi adalah laguku
Kupersembahkan tanpa ragu
Mengalun iring langkah bersama
Menggapai bahagia

Hanya untukku dirimu ada
Dalam suka dan duka
Akan selalu terima
Hingga akhir masa

 

sumber penakata

6 KOMENTAR