Sumber gambar pixabay.com/sharonang

Yeee! Bulan Ramadan telah tiba, mendadak sontak gebyar religi terasa sekali. Lagu islami mulai diputar, kegiatan kerohanian berjalan. Tidak seperti bulan-bulan lainnya yang terkesan biasa-biasa saja. Padahal tanpa kita sadari, hal ini sudah menjadi pola dan kebiasaan yang sama di setiap tahunnya. Masjid dan musala mulai penuh dengan jama’ah. Namun, lama-kelamaan tidak semakin ramai justru semakin berkurang.

Aku yang waktu itu masih polos dan lugu, merasa senang sekali dengan datangnya bulan puasa. Ya, karena di bulan itu setan-setan sedang dirantai. Pikirku tidak ada Pocong, Genderuwa, Wewe Gombel, yang akan keluar mengganggu. Sosok itu selalu digambarkan dengan wujud yang seram dan menakutkan. Bahkan biasa digunakan orang tua untuk menakut-nakuti anaknya.

Saat bulan Ramadan juga, kita boleh tidur di luar rumah. Sehingga punya kesempatan keluyuran malam-malam. Setelah selesai tadarus, kami biasanya cerita-cerita, atau cari jangkrik, pokoknya kegiatan malam yang jarang sekali dilakukan sebelumnya. Ya, setannya kan dirantai jadi kami merasa aman. Ingin tertawa sendiri kalau ingat masa-masa itu.

Puasa juga belum sehari penuh atau biasa dibilang puasa bedug. Namanya juga anak-anak, masih tahap berlatih dan belajar. Setidaknya kami sudah diajak untuk merasakan menahan haus dan lapar. Padahal, terkadang kami juga mencuri-curi waktu untuk makan dan minum. Habis itu kami bersihkan mulut dan pura-pura kelaparan. Kami masih punya rasa malu dan menghargai mereka yang sedang benar-benar puasa.

Kami juga hafal di mana tarawih yang paling cepat selesai. Pokoknya bangga banget kalau bisa menjadi yang tercepat. Bahkan kami sampai hafal, siapa saja imam yang salatnya cepat dan lambat. Sehingga, kalau bertepatan dengan jadwal imam yang salatnya lama. Jama’ah berbondong-bondong pindah ke musala lain, termasuk juga kami. Dalam benak kami, ndang bar ndang dolanan.

Sementara sekarang, bulan Puasa tidak hanya mencari pahala, tetapi sekalian juga mencari cinta. Pergi tarawih sambil tebar pesona pada ciwi-ciwi. Kalau nyantol ya syukur, kalau tidak ya hitung-hitung cuci mata. Sekali mendayung sambil mancing dan rekreasi dua tiga pulau terlampui. Dapat pahala, bisa cuci mata, dan menambah ilmu agama. Paket lengkap dunia akhirat edisi khusus hanya di bulan Ramadan.

Setan yang tadinya kuanggap Pocong, Genderuwa, Wewe Gombel, ternyata bukan itu, tetapi hawa nafsu. Diharapkan puasa tidak hanya menahan haus dan lapar saja. Namun, jauh di sana ada makna yang lebih dalam. Tentang membersihkan diri dari penyakit hati. Sehingga kita dapat mengontrol hawa nafsu. Bahkan belajar untuk tidak berbuat dosa. Paling tidak menguranginya, dengan cara menambah dan memperbanyak berbuat kebaikan.

Tarawih yang cepat selesai bukan lagi menjadi kebanggaan. Justru berbalik menjadi arti yang kurang tepat. Di samping tergesa-gesa itu tidak baik. Rasanya seperti bukan benar-benar menjalankan ibadah, tetapi hanya formalitas saja. Sudah seharusnya puasa yang mengajarkan kesabaran, bisa diilhami ke dalam amal perbuatan.

Namun, di luar itu semua, makna bulan Ramadan tergantung pada diri kita masing-masing. Barangkali tanpa kita tahu ada yang benar-benar berusaha memaksimalkan bulan penuh berkah ini. Bisa jadi karena selalu ada setiap tahunnya, menjadi terasa membosankan. Mungkin malah terasa biasa-biasa saja seperti bulan-bulan biasanya. Aku hanya berusaha mengartikan sesuai makna yang kurasakan. Memang terkesan dangkal, tetapi semoga akan semakin dalam di setiap tahunnya.

Kalau dalam do’a kita berharap bisa bertemu bulan Ramadan di tahun depan. Mengapa kesempatan ini kita sia-siakan? Bukankah kita sudah bukan anak kecil lagi?

6 KOMENTAR

  1. Entah mengapa, begitu baca aku fokus pada dua kalimat: Dapat pahala, bisa cuci mata, dan menambah ilmu agama. Paket lengkap dunia akhirat edisi khusus hanya di bulan Ramadan. 😍😱😂

    Dua kalimat di atas keren banget, Bang. Favoritku tuh. Ngakak ah, sebelum dilarang dan menjadi suatu dosa tak terampuni. *Ah, apa yang ada di hati memang tidak bisa ditutupi. Keluar, tanpa disadari. Merdeka! Wkwwk.😝😅😂