Sumber gambar pixabay.com/stocksnap

Siapa dari kalian yang tidak memasang aplikasi YouTube di handphone? Pasti sudah jutaan video yang sudah ditonton selama ini. Bukan cuma jadi media hiburan tetapi juga media informasi, dan jadi lifestyle bagi banyak orang. Ya, siapa sangka YouTube yang didirikan pada tahun 2015 oleh mantan karyawan Paypal bisa sehits sekarang. Apalagi setelah YouTube berpindah di bawah naungan Google semakin meningkatkan fiturnya agar user friendly. Memang itulah tujuan utama dari perusahaan berbasis media digital, apalagi selain tidak menambah pundi-pundi pendapatan dari jempol dan jutaan pasang mata di seluruh masyarakat dunia.

Terlihat sederhana. Unggah, tonton, dan bagi video. Kalian bisa memilih hanya jadi penonton atau juga kreator. Awalnya YouTube hanya sekedar media hiburan semata. Bukan Google namanya jika tidak menggunakannya sebagai media bisnis, dengan memberlakukan monetisasi melalui Google Ads kepada para content creator.

Prinsipnya semakin banyak yang berlangganan, semakin banyak yang menonton, semakin lama durasi menonton, maka sponsor akan semakin banyak berinvestasi di video Sang Creator. Sudah banyak YouTube-er dari berbagai kalangan yang menjadikan platform ini sebagai mata pencaharian. Termasuk para artis yang mulai banyak membuat content Vlog di channel mereka. Berikut alasannya:

1. Ajang Eksistensi

Sumber gambar blibli.com

Ya namanya juga seniman kadang umurnya tidak bertahan lama eksis di masyarakat, ada masa kadaluarsanya. Tergantung seberapa banyak karya yang mereka ciptakan dan melekat di hati para penikmatnya. Biasanya yang tidak instan yang bisa bertahan lebih lama di ingatan masyarakat. Maka dari itu walaupun tidak muncul di televisi, mereka masih bisa muncul di media sosial salah satunya YouTube yang sering diakses banyak orang.

2. Acara televisi semakin kurang diminati

Sumber gambar pixabay.com/stocksnap

Berbagai acara dan jam tayang televisi saat ini sasaran penontonnya semakin tidak tepat. Dulu acara televisi sangat berimbang bagi anak-anak dan dewasa disesuaikan dengan jam tayangnya. Beberapa stasiun televisi sekarang lebih fokus pada satu kategori saja, misal stasiun TV A menayangkan acara drama sinetron seharian, TV B hanya menayangkan acara berita saja, atau TV C yang masih komit dengan program acara yang merata sasaran penontonnya. Sehingga kesempatan bagi artis untuk tampil di televisi lebih terbatas, karena mereka tidak mempunyai ruang tampil. Sebaliknya penonton semakin kekurangan kebutuhan hiburan dan informasi yang tidak dapat di televisi, sehingga mereka berbondong-bondong lari ke YouTube.

3. Bebas menuangkan ide dan kreatifitas

Sumber gambar vidyard.com

Sudah banyak jenis konten video yang disebarluaskan di dunia YouTube. Yang paling sederhana adalah membuat video blog atau biasa disebut dengan Vlog. Para vlogger akan merekam kegiatan mereka sehari-hari dan berbagi pengalaman tentang apa yang mungkin belum pernah dialami oleh para penontonnya. Dengan ini artis dan penggemar bisa berinteraksi lebih dekat dan selalu update kesibukan yang dilakukan oleh para artisnya. Hal ini akan membuat artis bersikap lebih natural apa adanya dan jadi diri mereka sendiri. Tanpa ada tuntutan aturan pekerjaan dan skenario. Mereka juga bebas beropini, berkreasi, dan berekspresi.

4. Sebagai mesin pencetak uang

Sumber gambar pixabay.com/alexas

The power of social media memang berlaku di dunia maya. Hal ini berkaitan dengan ketiga alasan yang telah disebutkan di atas. Artis-artis sebagai YouTube-er meraup pendapatan dari konten yang mereka buat. Pendapatan mereka dari Google AdSense yang sudah mereka daftarkan sebelumnya, dan Google mendapat sponsor dari iklan yang tayang di video para YouTube-er. Hal yang baru dan menarik adalah artis tidak hanya mendapat bayaran dari Google AdSense, tetapi beberapa stasiun TV berani membayar artis untuk membuat atau membeli konten YouTube mereka, terutama program acara yang membahas isu selebriti akan semakin naik rating programnya. Sehingga hal ini menambah pendapatan pundi-pundi artis yang semakin berlimpah. Cerdas bukan? Lama kelamaan para reporter semakin berkurang fungsi pekerjaannya.

Bagaimana kalian tertarik menjadi artis YouTube atau sosial media lainnya? Pintar-pintarlah membuat konten dan ingat NO HOAX ya!

2 KOMENTAR