Sumber: pixabay.com/Mysticsartdesign
Saya senang membaca, apalagi membaca kisah. Kadang suatu kisah itu lucu sampai pembaca bisa tertawa terpingkal-pingkal, kadang sedih sekali sampai air mata yang menetespun tak cukup menggambarkannya, kadang juga ada Β yang membuat hati berdebar-debar entah oleh cerita cinta atau sebaliknya.
Namun yang aneh adalah β€œkenapa saya sulit untuk mendiskusikan hal apa yang telah saya baca bersama teman saya” yang terjadi adalah saya hanya memendamnya dalam hati seakan-akan diseluruh dunia hanya saya pembacanya. Normalkah dengan hal ini?
Sampai sekarangpun saya masih merasa seperti itu. Seperti ada suatu kecemburuan sosial jika ternyata pembaca yang lain lebih bisa menikmati cerita kisah lebih baik dari pada saya. Belum terbukti begitu si, tapi itu adalah kekawatiran saya terhadap diri saya sendiri, kadang sangking jatuh cintanya saya terhadap suatu kisah, saya hanya membayangkannya sendiri, senyum-senyum sendiri, dan berdebat didalam hati sendiri. Memang susah untuk move on jika sudah begitu. Dengan kata lain, saya ini tidak terlalu suka dengan hal-hal yang bersifat buming, karena semua orang membicarakannya.
Kembali lagi ada hal besar yang sangat saya takutkan. Pertama : saya takut opini orang berbeda dengan saya, kedua : saya takut tidak bisa memahami sebuah kisah lebih baik dari yang lain, ketiga : saya takut dipermalukan karena berbeda. Dan inti dari semua itu adalah saya enggan berbagi.

3 KOMENTAR

  1. Haii salam kenal Kak Elitaa

    Wah, Kak Elita tampaknya tipe pemikir tapi sulit mengutarakan ya? Hmm coba buang dulu, kemungkinan negatif yang terlintas. Yuk, sini diskusi sama aku, berbeda itu seru, jadi jangan takut untuk bersuara. 😊