Pixabay.com

“Kamu terlalu baper sih” ~ Kata seseorang di waktu yang tidak tepat. Pengen aja gitu, teriak “Auoooooooo” di telinganya, biar melek. Eh, emang mata ? Maap-maap.

Bertahun-tahun rasanya jadi manusia, baru sekali kesempatan berhasil menjadi makhluk pendiam selama kurang lebih dua bulan. Gaes, lama banget nggak sih? Lisan yang biasanya hanya diam ketika tidur itu bisa nge-rem sendiri gitu, seolah ada lem yang mengikat erat sehingga terjadilah aku, manusia paling pendiam saat KKN. Huahahahaha.

Coba yang tahu ketawaku, dipraktekin. wkwkwk

Yang kenal sama aku, please, biasa aja! Nggak ada yang istimewakan? so, Nggak usah sok terkejut gitu, calm gaes. Namanya manusia, pasti bisa jadi kucing, bisa jadi ikan juga. Eh apaan. Tergantung request aja.

Lagi pengen nulis, kayak ngobrol sama seseorang aja gitu. Ya siapapun manusianya mah, anggap aja, kamu, ia kamu yang lagi baca. Anggap aja kita lagi ngobrol, sambil menikmati angin pantai yang sejuk, bertemankan es kelapa muda. MasyaAllah nikmatnya. Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?

Aku akan mulai cerita, menatap pantai yang biru, sementara senja sudah mulai menampakkan dirinya dengan indah. Kamu, saat itu posisinya sebagai pendengar setia. Anggap aja, aku adalah radio rusak yang tidak memedulikan apapun.

Kita mulai. Kalau ada tanda tanya, nggak usah dijawab gaes, biarkan aku berbicara dengan diriku, meksipun sebenarnya bicara ke kamu juga sih. Apasih

“Kamu percaya nggak, kalau pas KKN aku tuh anak paling diam. Selama sebulan lebih, aku ngomong ya cuma pas ditanya aja, atau pas evaluasi. Kalau nggak, ya nggak ngomong sama sekali. Kebayang dong. Nah, nggak tau sih efek apa, apa mungkin efek gravitasi bumi? eh apa hubungannya? Mungkin karena nggak cocok kali ya. Nah, jadi pernah suatu hari kami itu makan di rumah makan deket kampus. Posisinya, rumah makannya lagi nggak rame-rame amat, kami makan. Aku cuma dengerin mereka ngobrol doang sambil makan, dalam hati udah ayo cepetan ashar, biar cepet pulang, bubar. Eh taunya, pas baru setengah habisnya, temen sekelasku dateng, dan milih tempat makan di belakang temenku. So, mereka bisa ngeliat aku cuy. Ngeliat aku yang nggak biasanya. Mereka ketawa, sambil ngambil video dan dikirim ke grup kelas, pakai caption “tumben pendiam nih anak”. Aku sok nggak liat cuy. Kesel aja gitu. Mereka bisik-bisik yang sengaja digede-gedein, sampai aku denger, ya kurang lebih sama kayak yang dicaption video. Ngeslein nggak sih? Aku cuma senyum, pura-pura nggak tahu, sementara temen-temenku sibuk ketawa. Nggak tau, aku ngerasa nggak nyaman aja gitu. Sampai akhirnya, yah mungkin kata orang aku baperan banget, bodo amat lah ya cuy. Mereka sambil makan buah ceritanya, tadi sebelum ke sini, temenku ada yang beli buah. Tau kan buah yang dijual dua ribu satu. Nah, ternyata, buah mangganya warnanya beda dari biasanya, dan rasanya juga kayak ada dikasih pemanis gitu. Trus ada yang komen, “Kok buahnya kayak ada pemanisnya gitu ya”,  nah, anak biologi nanggepin, “Iya, emang dikasih pemanis dan pewarna”. Katanya, maklum memang bidangnya disitu. Mereka semua langsung ketawa gitu. Tau apa yang diketawain? Mereka ketawa, karena ada yang bilang, “Jangan-jangan, Bapak kamu tukang jual buah ya fit”. Hallow, mereka ketawa semua. Receh, tapi bagiku penghinaan cuy. Apa salahnya kalau orangtuanya jual buah. Dia merasa terhina gitu? Hallow, kita nggak pernah bisa milih loh lahir dari rahim Ibu yang mana, dan Bapak yang kerjanya apa. Itu, kesel banget aku. Yah, ujungnya, dibilang baperan banget. Tapi nggak apa-apa deh ya. ”

Gitu sih gaes. Cuma suka miris aja gitu, sama manusia yang suka mandang rendah pekerjaan oranglain. Mereka lupa bersyukur kalau mereka berada dan terlahir di keadaan yang serba luar biasa. Hadeh, manusia manusia. Mikir napa.

 

Rindu.Jogja. 20 03 2019

13 KOMENTAR

  1. Kadang-kadang kita juga sering kebawa suasana ya, Rin. Karena saat ini aku lagi gak sensi, ya menurutku hal itu gak terlalu harus dibaperin sampai segitunya sih. Hehe.
    Kecuali kalau sih ‘Fit’ itu juga ngerasain begitu. Mungkin ada something.😁

    Tapi gk boleh juga sih ya becandaan asal ngomong aja. Hati orang kan beda2.

    Haha syemangat