Anggap dirimu sudah mati, jadi kamu tidak akan merasa kehilangan apa pun.

Terima kasih hujan telah menemani malam-malam penuh air mataku.

Aroma angelonia menyeruak bersama udara dingin.

Aroma menenangkannya tak mampu jua membuat mata ini terpejam.

Hanya mengingatkan semua tentangnya.

Tentang rasa sakit yang aku hadirkan sendiri.

Tubuh menggigil, kemudian terisak, hingga akhirnya berhasil terlelap berselimut kesedihan.

Kukira aku sudah bisa melupa.

Ternyata aku hanya berputar-putar dalam kenangan.

Menganggap diri sudah mati tidak akan cukup.

Mungkin satu-satunya cara untuk mengakhirinya adalah dengan mati.

8 KOMENTAR