Sumber gambar : pexels/kaboompict

Author by Sundari Mueeza

Membaca itu membuka jendela dunia. Dengan membaca kita bisa mengetahui dan mempelajari banyak hal. Membaca juga dapat menjadi hiburan tersendiri bagi yang menikmatinya. Dengan membaca kita dapat memiliki banyak ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan.

Membaca memang bukan hanya dengan buku saja. Tapi mencangkup keseluruhan. Misalnya membaca majalah, media sosial, bahkan status orang di whatsapp, hmm. Tapi walaupun begitu, membaca buku adalah hal yang paling utama karena memiliki banyak kelebihan-kelebihan yang sudah dirasakan oleh para penikmatnya. Sayangnya, saya termasuk orang yang kurang berminat untuk membaca buku. Loh.

Ya benar, awalnya kepikiran membuat komunitas ini karena kebetulan saya tidak terlalu suka dengan kegiatan membaca buku. Lebih tepatnya sulit untuk membiasakannya. Entah kenapa ketika membaca buku, saya selalu berakhir dengan ‘ketiduran’. Alasan ini mungkin terlihat begitu konyol hingga pada akhirnya bisa saja kalian tidak yakin dengan apa yang saya lakukan saat ini. Aneh sih, tidak suka membaca buku, tapi membentuk Komunitas Suka Baca Buku?

Tapi bukan itu yang menjadi titik fokusnya, Guys. Karana harapannya, dengan terbentuknya komunitas ini kita semua termasuk saya bisa lebih semangat untuk membaca banyak buku dan pastinya akan memiliki banyak referensi lagi agar mempermudah kita dalam kegiatan tulis menulis.

Berjuang sendirian itu memang sulit, maka dari itu saya mengajak kalian untuk ikut berpartisipasi dalam prosesnya dan berjuang bersama-sama dengan saya. Mau kan? Bantu saya fokus dan konsisten menjalankan komunitas ini? Ya setidaknya dengan ikut berpartisipasi dalam bentuk apapun itu, semisal ikut program me-review buku, memberikan semangat dan banyak lagi hal yang bisa membuat komunitas ini bertahan dan eksis terus. Hehe.

Ide ini juga muncul karena saya terinspirasi loh dengan temannya teman saya yang juga tidak suka membaca tapi malah membentuk komunitas membaca dan  masih survive sampai sekarang. Nah, hal itu-lah yang juga menjadi modal keyakinan bagi saya untuk percaya diri bahwa saya pasti bisa seperti dia. Selain itu, sepertinya saya juga terkena virus membaca dari komunitas Pecandu Buku yang berhasil digagas oleh inspirator saya, bung Fiersa Besari yang terus semangat menggagas komunitas seperti itu. Luar biasa sekali.

Maka dari itu, yuk hidupkan komunitas ini. Bukan hanya saya saja atau hanya kalian saja. Tapi kita semua. Ayo sama-sama mengembangkan komunitas ini agar bermanfaat bagi orang banyak.

Selain itu, saya juga berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan selanjutnya di komunitas ini kelak bisa membuat perubahan untuk bangsa Indonesia. Miris dengan rendahnya minat anak bangsa untuk membaca buku, juga menjadi dorongan tersendiri bagi saya untuk memperjuangkan ini. Nah, dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi awal baik bagi kita semua.

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, adalah juga kalimat motivasi bagi saya untuk melakukan ini. Dengan cara ini kita juga bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain. Selain menyemangati diri sendiri, dapat juga mengajak orang lain untuk menyukai kegiatan membaca buku. Sampai saat ini pun saya masih merasa belum bisa banyak bermanfaat bagi orang lain.  Kenapa tidak dengan cara ini untuk memulainya?  Bagaimana dengan kalian?

Itu tadi beberapa alasan mendasar saya hingga akhirnya terpikirkan untuk membuat Komunitas Suka Baca Buku Ini. Konsep awal yang saya terapkan adalah dengan mengajak teman-teman semua untuk mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan meresensi atau me-review buku-buku apapun itu yang ada pada kalian. Yang penting bukan buku yang mengandung unsur-unsur negatif seperti pornografi dan lainnya .

Jika teman-teman tertarik untuk ikut berpartisipasi menjadi bagian dari Komunitas Suka Baca Buku ini, yuk ikutan dulu aja kegiatan perdana kita yang bernama Review Buku Yuk. Karena  berawal dengan adanya hasil review buku ini dapat menjadi pembuktian kalau kita sudah membaca buku tersebut.

Bagi para pemula atau yang belum terbiasa dengan kegiatan membaca buku, pasti akan terasa cukup sulit menjalaninya. Contohnya seperti saya sendiri yang memang nyatanya sulit menghabiskan buku dengan isi sebanyak kurang lebih 253 halaman. Butuh satu bulanan lebih kalau tidak salah untuk terus semangat konsisten menamatkannya.

Tapi walaupun begitu saya harus tetap semangat dan terus mencoba menuntaskannya. Karena jika ingin melakukan sesuatu hal haruslah berawal dari diri sendiri sebelum menyarankan ke orang lain.

Semoga dengan seringnya mengadakan program review buku ini, maka semakin banyak juga orang yang membaca buku dan memahami isinya dengan lebih baik. Hingga ke depan harapannya komunitas ini tidak akan jalan di tempat atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Tapi selalu terus semangat berinovasi hingga memiliki banyak kegiatan dan akhirnya berpengaruh besar bagi peradaban manusia di Indonesia juga dunia. Aamiin.

Mohon maaf ini tulisan saya di bulan Januari kemarin. Tapi masih relevan kok sampai saat ini. Terima kasih.

18 Januari 2019

5 KOMENTAR