Sumber gambar pixabay.com/users

Strata dalam kehidupan sedemikian tertatanya, mulai dari lingkup keluarga sampai alam jagat raya. Di Jawa sendiri mempunyai deret yang begitu panjang. Mungkin kamu hanya mengenal sampai level Buyut. Anak, Putu, Buyut, Canggah, Wareng, Udhek-Udhek, Gantung Siwur, Gropak Senthe, Debog Bosok, Galih Asem, Gropak Waton, Cendheng, Giyeng, Cumpleng, Ampleng, Menyaman, Menya-menya, Trah tumerah. Kamu bisa lihat Buyut ada di urutan ketiga. Selebihnya sudah jarang kita temukan.

Mungkin pada keluarga yang teramat terhormat sekali. Mereka akan menjaga silsilah keluarga dengan setiti. Apalagi yang masuk jajaran keturunan orang terpandang. Sejak lahir mereka sudah mempunyai kedudukan sendiri di masyarakat. Tidak usah iri, lantasΒ  mengembalikan nenek moyang manusia adalah kera. Mungkin lebih manusiawi, kalau kita sama-sama keturunan Adam. Padahal maksud dari Darwin bukanlah begitu. Hanya karena kedangkalan pemahaman di bangku sekolah, menjadikan kesempitan pola pikir. Weslah, rak perlu diperpanjang.

Setidaknya keluarga adalah tempat di mana kita dibesarkan. Meski terkadang tempat itu yang tidak kita harapkan. Namun, kita akan merasa sadar saat sudah kehilangan. Saya yakin kalian juga pernah merasakan, sedihnya ditinggal seorang Embah. Walaupun saat kita beranjak dewasa seringnya abai. Padahal waktu kecil, Embahlah yang membela kita di hadapan orang tua.

Saat masih SMP, Embah selalu cerita tentang masa lalu. Berjuang menghadapi paceklik yang panjang. Sekolah yang masih menggunakan sabak, sehingga memaksa mereka untuk piawai dalam menghafal. Cerita tentang, hari dan perbintangan yang berpengaruh dengan musim dan nasib. Aku masih ingat betul keinginan beliau sebelum meninggal. Dia berdoa semoga meninggalnya di hari ‘ganjil’. Syukurlah, hal itu dikabulkan Sang Pencipta.

Aku yang masih kecambah, belum menganggap semua itu penting. Sejarah aku tidak suka, perbintangan aku tidak percaya. Bahkan, awalnya aku tidak begitu merasa kehilangan ditinggalkannya. Ya, karena aku sudah beranjak dewasa dan sudah mandiri di daerah lain. Sehingga intensitas bertemu sudah jarang, ditambah aku tidak begitu tertarik dengan apa yang beliau ceritakan.

Namun, semua itu terasa berbeda saat aku mulai menginjak perkuliahan. Rasa sesal begitu dalam, kenapa sewaktu Embah masih hidup aku tidak pernah bertanya? Sedang orang tua juga tidak begitu cakap bercerita tentang masa silam. Sadar yang datang terlambat. Aku merasa kehilangan di waktu yang tidak tepat. Sejarah keluarga dan ilmu telah terkubur menjadi abu bersamanya. Hanya tinggal keping-keping ingatan tak sempurna.

Rasanya berdosa sekali, lebih tahu sejarah Avengers daripada sejarah keluarga. Kita lebih paham cerita pacar dibanding dengan cerita orang tua. Bukan kita lebih tepatnya aku, maaf tanpa sengaja membawa-bawa kalian. Embah, maafkan cucumu yang kurang ajar. Semoga kamu mendengar pengakuan dosaku ini.

Semenjak itulah, aku mulai cerewet tanya-tanya pada keluarga. Mulai dari asal mula desa, siapa orang pertama yang datang, bagaimana silsilahnya sampai sekarang. Meskipun terlambat paling tidak aku sudah mengantongi kepingan yang belum tersatukan. Aku yakin suatu hari nanti semua akan terjawab dengan sendirinya. Setidaknya, kelak aku masih bisa bercerita pada anak dan cucu.

Sungguh sangat ironis, belajar sejarah orang lain tanpa tahu sejarahnya sendiri. Barangkali sejarah orang lain lebih menginspirasi dibanding petuah dari orang tua. Padahal, merekalah yang lebih berjasa dalam hidupmu. Kesederhanaan mereka bukan sebagai ketidaktahuan, tetapi pemahaman yang lebih dalam tentang hidup. Meski mereka seorang penjahat sekalipun, tidak ada alasan untuk kita benci. Cintailah mereka selagi masih ada, dengan begitu kamu akan sadar seberapa pentingnya keberartian.

33 KOMENTAR

  1. Dari judulnya saja aku sudah tahu siapa yang menulis. Wkwkwk, sudah paham aku sejak dari zaman Pm. Tulisan Tuan Malaikat selalu pendek, tetapi berisi. Ish, bukan genreku, tetapi aku juga merasa nyaman dan tidak terbebani dengan genreku. Hahaha. *Curcol nihπŸ˜‘πŸ˜…

    Tambah lama, tambah rapi ngetiknya dan Tuan yang keras kepala kurasa banyak belajar dan menyimpannya di kepala. Kayaknya, sekarang Tuan memahami benar penggunaan kata “namun” dan “tetapi”. Bacanya juga lancar jaya. Kayaknya lagi fokus dan happy nih. Tulisan Tuan mengalir. Wkwkwk. Hmmm, untuk hal ini, Tuan tidak keras kepala lagi kayak dulu. *Ish, masa lalu, menepi dan menjauhlah!πŸ˜ πŸ˜‚

    Terima kasih untuk kosakata “subak”. Sering dengar, tetapi baru tahu artinya.πŸ˜„ Kayaknya hanya satu yang mau aku protes, mengapa “ganjil” (maksudnya bukan genap, ‘kan?) harus kapital? Wih!😢

    ** Ini pengalaman di keluarga besarku, ya? Dari pihak ayah, maupun ibu. Biasanya, kalau belum berkeluarga selalu abai dan cuek dengan silsilah dan adat istiadatnya sendiri. Setelah berkeluarga, baru deh sibuk belajar. Semuanya gitu. Wkwkwk. Itu fakta tak terbantahkan. 😎😎

      • Mengapa ganjil(yaps tidak genap) , kalau urusan baku pasti hari Kamis dll, ganjil memang tidak punya hak untuk di buat besar sih kak, tapi kasih aku solusi dong kak πŸ™πŸ™, untuk memberi makna atau penekanan arti di ‘hari Ganjil’ karena itulah yang selalu diminta beliau dimasa tuanya 😊😊, misal : Senin Pahing (4+9) kan 13 ini ganjil 😊😊😊 ataupun hari yang lainnyaa, dan Ganjil itu jarang dalam 1 bulan, kak ✌️✌️

        Hahhaa iya kak.. keras kepalanya buat diri sendiri aja πŸ˜‚πŸ€£. Wkkww biar perang batin dan dunia ke 5 😁😁, matursuwun kak masukkanya πŸ˜ŠπŸ˜ŽπŸ€“

        • What? Tuan mau ngerjain aku? Aku enggak ngerti hal kayak gitu. Aku hanya tahu kalau sebulan banyak tanggal ganjilnya. Dari 1, 3, 5 …. Kalau yang di luar nalarku, aku aku enggak ngerti. Biar Tuan saja yang belajar untuk anak dan cucu Tuan nanti. Aku hanya akan menjadi diriku sendiri. Wkwkkwwk. *Ngeles mode on πŸ˜‚πŸ˜‰

          Kalau untuk memberi makna atau penekanan pada kata “ganjil”, tinggal Tuan tulis kayak aku tuh. Kasih tanda petik (” “). Kalau yang lain embuh.😢

          Perang batin kayaknya enggak bakalan terjadi padaku, Tuan. Enggak ah. Enggak mau aku.πŸ˜’

          Aku kasih opsional nih. Keduanya benar. Tuan tinggal pilih.
          1. Buyut … ketiga. (digabung)
          2. Buyut … ke-3.

          * masukan (hal memasukkan), bukan masukkan

          • Dari masukan kak Lydia, aku pilih tanda ‘ ‘ dan ketiga saja.
            Belajar hitungan itu berat, biar aku saja. Kamu tidak akan kuat, kak. πŸ€“πŸ€“

  2. Aku mulai pengen tahu banyak tentang sejarah keluarga sejak berpikir, “Kenapa aku enggak ‘buta’?” *Curcol nih aku wkwkwk

    Setuju dengan komen Kak Ana, genrenya beda dengan kita, Kak. Kapan bisa nulis genre seperti ini ya? *mikir, isi otak udah penuh dengan urusan, aish sok sibuk aku tuh.

    Met pagi, Kak 😊 apa kabar Semarang yang sukses merayakan ambal warsa, makin bersih atau sebaliknya?

    Kabarmu, aku nggak mau tanya, sebab tampaknya baik-baik aja. 🀣✌️

    • Hahaa.. mulailah dari buku itu, lalu berkembang ke sekitarnya dan tarik mundur dalam keluarga. Biar tatag sebagai diri kita pertama dilahirkan kembali.

      Hahhaa Semarang selalu begitu aku sendiri tidak begitu setuju dengan konsep ultanya 😊😊, gebyarnya hanya untuk instansi dan dinas dan pelaku wiraswasta. Masyarakat ya sebagian kecil sajalah. Ulang tahun kota, semua pekerja diliburkan 🀣🀣🀣, mereka akan lebih terasa βœŒοΈβœŒοΈπŸ€“πŸ€“

      • Ya, semua punya genre dan ciri khas tulisan masing-masing. Bahasa Kak Text selalu gado-gado, kental Jawa-nya ding. 🀣

        Mungkin, konsepnya kek Nyepi aja ya, Kak. Libur semua libur sampai ranah informal termasuk IRT, pegawai toko, pasar, dll. Wiihh mungkin lebih bermakna.

          • Kalau tidur juga senyap, Kak. Senyap semua kan, tapi itu individual.

            Kalau pun bisa senyap, lima jam yang sungguh bermakna. Apakah mungkin? Sedang dini hari pun, masih ramai di setiap sudut kota. πŸ˜‚

          • Iyaa memang malam kan senyap, tapi coba kalau balik manual, kemana-mana pakai sepeda ontel πŸ˜‚πŸ˜‚, tanpa suara πŸ˜‚πŸ˜‚, duh senyapnyaaa siang-siang 😊😊

  3. Nonton Avengers Endgame wkkkk. Lebaran balik ke rumah sungkem sama ibu bapak 😁. Jangan lupa ngentasi kupat πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† # kok gua masih inget ini ya. Lebaran kali ini semoga udah punya pasangan hidup. Aamiin πŸ™πŸ™πŸ™.

    • Pagi kak Timus, hahaa … Semoga harimu menyenangkan, kapten marvel serasa mahkluk paling kuat, bisa terbang melintasi semua planet. Wow ngalah-ngalahi Tor.

      Yaps sih kak, aku juga sama kok. Ya, hanya sedikit-sedikit tanya ke orang tua. Biar ceritanya tidak putus begitu saja kak. Di dunia ini kita sedang menjalani film serial sampai kiamat, meski adakalanya kita sudah tiada terlebih dahulu πŸ€“πŸ˜ŠπŸ˜Š

  4. Itu curcolmu nang πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒβœŒ. Jangan mengalihkan pembicaraan loh wkwkwkk..
    Ndang nyari pasangan biar enggak dibully sama teman2 wkwkwkk. Mungkin ada yg mau mencalonkan diri salah satu atau salah dua sahabat Penakata πŸ™ŠπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ.

    • Aku juga enggak tanya lho, πŸ˜‚πŸ˜‚, No One and Many Face God.. karena nothing adalah tidak ada, cetikan tony stark bisa menghancurkan seluruh pasukan Thanos… πŸ€“πŸ€“, Ok. Aku sih biasa aja.. karena because dan never tidak pernah so sehingga always selamanya happy senang πŸ‘πŸ‘

          • Saya tidak menutup itu loh menyampaikan apa yang Anda sampaikan dan itu real catet 😎. Mana mungkin aku bisa menyampaikan kalau tidak ada yg pernah mengatakannya. Kalau gitu berarti saya yang mengada-ada, fitnah dan menyebarkan berita hoax.
            Camkan itu Pak Textra πŸ™πŸ™πŸ™. Terima kasih.

        • 😭😭😭😭Mengapa kalian bersitegang kayak gini hanya karena bahas tulisan dan film? Hai, bikin aku bengong, geleng-geleng kepala, dan kesal saja baca komentar kayak ginian.

          Ibbon: Ah, Ibbon enggak konsekuen deh dengan tulisanmu tentang sosok bernama Textratis dan keramahtamahannya. Abang memang suka cerita film, apa yang dia sukai dan benci , mungkin juga lagu dan banyak hal lainnya pada semua teman yang memang Abang anggap dekat, pernah dekat, dan masih dekat. Suka bertukar pikirian juga. Lingkarannya tahu itu.

          Nah, kebetulan di masa lalu karena kita berasal dari komunitas yang sama, tentu saja tahu hal ini. Enggak cuma Ibbon kok yang tahu soal itu. Bukan sesuatu yang istimewa dan membanggakan pula kok bila kita tahu sesuatu tentang orang yang ada di lingkaran pertemanan kita. Jadi, mengapa harus diperdebatkan. Ish, kalian mengecewakan sekali. Dramtis banget. Bikin stres saja.😏😏

          Textratis: Sejak kapan Tuan terpancing hal kayak ginian? Selama ini bisa bertahan meski di-bully, didompleng, dan dimanfaatkan nama saja Tuan bisa bertahan selama itu tidak melukai dan membunuh, mengapa sekarang harus terpancing? Nama Tuan saja dilecehkan, Tuan masih bisa bertahan, masa hanya karena hal kayak gini Tuan lepas kontrol. Menyebalkan dan mengecewakan. 😏

          Toh, kami yang mausk lingkaran Tuan, sedikitnya tahu siapa Tuan. Toh, kami bisa bertahan dalam banyak hal. Masa Tuan terpancing hal kayak ginian. Tuan punya nama bukan karena sensasi juga, ‘kan? Tuan memang punya potensi dan punya karya. Sayangnya, Tuan hanya suka di belakang layar. Tuan terlalu merendah sehingga orang bertindak seenaknya dan menganggap remeh, Tuan. Ish, aku kok kesal banget harus komen kayak gini. 😠😠

          Jadi, sudikah Ibbon dan Tuan Textratis menghentikan perdebatan ini? Terakhir, aku cuma mau bilang kalau aku suka film animasi Studio Ghibli dan Makoto Shinkai, serta drama Korea. Yang enggak suka apa yang aku suka, enggak usah protes. Ini seleraku. Huuuuuaaaaaa, rasanya lega banget.πŸ™ŒπŸ˜΅πŸ™Œ

          *** Komenku jangan dikomentari. Ini unek-unekku. Huh! 😈😈

          • Duh aku tergelitik untuk berkomentar 😁. Mungkin ada sesuatu yang menyangkut di otaknya wkkkk. Bagi yang dekat tentunya pasti tahulah, betul bukan hal yang istimewa juga kok Ana πŸ˜‰πŸ˜‰. Hal itu umum dan wajar-wajar saja.

  5. Wow. Speechless. Gaya story tellingnya dapet, tapi tetap nampol essaynya. Bikin kelas meja belajar bisa tuh kak, ngisi. Hiyahaha πŸƒ

    Nek ngene monumen untuk anak cucu siap dong? Wkwkwk

    Baca komen-komennya kok aku ngakak. Because karena the comment komentarnya so sangat lucu. Wkwkwkwk