sumber: pixabay.com/Free-Photos

“Bukber, yuk!”

“Tanggal berapa, nih?”

“Terserah, pas semuanya udah pulang.”

Baru minggu pertama Ramadan, ajakan buka bersama alias bukber mulai berdatangan. Grup chat mulai ramai membicarakan tanggal, tempat makan, dan rangkaian acara yang akan dilaksanakan. Maklum, kadang bukber menjadi waktu yang pas untuk reuni bersama teman lama. Wajar jika acara bukber selain sebagai sambung rasa, kadang bisa dihabiskan untuk mengobrol berlama-lama.

Namun seringnya, puasa kita seharian jadi kurang berkah, pahala kurang maksimal karena bukber kita tanpa sadar malah kurang berfaedah.

Aku sendiri pernah mengalami hal-hal yang kurasa kurang bermanfaat. Bukber bukannya menyenangkan, malah jadi merasa bersalah. Nah, semoga goodwriters tidak mengalami hal-hal sepertiku, ya. Sharing is caring.

  1. Menggunjing alias ngomongin orang
sumber: pixabay.com/StockSnap

Bukber selalu menjadi momen yang seru untuk bertukar kabar dengan teman, membicarakan banyak hal karena sudah lama tidak bertemu. Tapi kadang, terpancing sedikit saja, berujung ke membicarakan seseorang. Kalau salah jadi fitnah, kalau benar namanya ghibah.

Memang, susah menghindarinya karena menggosip adalah hal yang menyenangkan dan dapat mempererat pertemanan sesama penggosip. Namun, daripada pahala puasa rusak, lebih baik membicarakan hal-hal bermanfaat, bertukar informasi, berbagi ilmu atau pengalaman, serta bisa juga membicarakan masa depan, bukan?

  1. Salat magrib terlambat
sumber: pixabay.com/Free-Photos

Banyak hal yang membuat kita telat salat magrib ketika bukber, misalnya tempat kita bukber musalanya kecil sehingga harus mengantre panjang, makanan telat datang sehingga berbuka pun jadi terlambat, atau kita terlalu seru mengobrol sampai lupa waktu. Lalu tanpa sadar kita akan memaklumi karena memang keadaannya begitu. Wah!

Hal yang salah kalau dimaklumi terus lama-lama kita akan membenarkannya karena terbiasa, bukan? Supaya tidak terlambat salat magrib, lebih baik kita memilih tempat bukber yang musalanya luas, syukur dekat masjid, lalu atur rangkaian acara bukber sebaik mungkin supaya salat magrib tetap dapat dilaksanakan tanpa terlambat. Bahkan kita bisa juga menjadwalkan salat magrib berjamaah segera setelah azan dan sedikit meneguk minuman. Ngobrol sama makannya dipending dulu boleh dong.

  1. Meninggalkan salat tarawih
sumber: pixabay.com/chidioc

Ya betul sih salat tarawih itu tidak wajib, tapi bukan berarti bebas ditinggalkan hanya karena hal-hal kurang bermanfaat. Eman-eman nggak sih? Supaya kita bisa tetap salat tarawih, ada beberapa solusi nih dari yang pernah kualami.

a. Atur jadwal salat tarawih berjamaah bersama teman berbuka. Yang penting ada tempat untuk salat berjamaah deh. Di rumah salah satu teman kita misalnya, atau di masjid terdekat.

b. Jadwalkan waktu bukber dimulai lebih awal, jam 15.30 misalnya. Jadi kita punya lebih banyak waktu untuk mengobrol dan ber-quality time bersama teman, lalu akhiri bukber sebelum isya. Salat tarawih tidak akan ketinggalan deh.

4. Bukber cuma diisi ngobrol, selfie, dan makan

sumber: pixabay.com/StockSnap

Bulan Ramadan ini bisa kita manfaatkan untuk beramal sebanyak-banyaknya lho. Bukber bisa jadi lebih berkah dan bermanfaat kalau ada acara amalnya. Misalnya, bukber dengan anak yatim piatu, berbagi makanan di jalanan, atau bisa juga mengundang pembicara untuk mengisi kultum. Yang penting pandai-pandai kita membuat acara deh.

Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan supaya bukber lebih berkualitas. Jangan sampai keempat hal tersebut menjadi alasan bukber kita sia-sia. Ayo, mulai sekarang rencanakan bukber yang seru tapi tetap berkualitas.

Semoga bermanfaat.

 

12 KOMENTAR

  1. Aku maunya komen panjang, tetapi setiap poin sudah tersampaikan dengan singkat dan jelas. Jadi, aku cuma mau bilang, selamat bukber saja deh. Di mana pun dan dengan siapa pun. Jangan lupa minumnya teh botol …. Wkwkwk.😊😂

    *Untuk setiap suapan, jangan lupa sebut namaku tiga kali.😉

  2. Bukber bareng temen-temen, baru wacana belaka. Yang deket sini aja belum pernah bukber. Wkwkwk

    Bukber sama kawan lama, hmm masih pada di tanah rantau semua. Termasuk yang nulis komen ini, hahaaa

    Yup, yang paling disayangkan itu salat taraweh kadang jadi ditinggalkan. *Curcol soalnya pernah ngalamin.

  3. Aku baru bukber. Alhamdulillah gak sempet menggunjing. Ya ampun. Sempat gak sempat tetep gak boleh yo. Sediakan emot ini syelalu untuk yg virtual 🤐. Haha..

    Maghrib juga gk telat, berjamaah. Sebelum tarawih udah pulang. Ngejer waktu. Hihi. 😌

    Ada tausiyahnya kok. Haha. Aku kalau selfie sering kelupaan ih. 😆😂