Edit cover by Textratis

Bulan puasa mager banget. Astagfirullah, maafkan saya, ya Allah. Seharusnya tidak boleh gitu yaa. Yasudah, upayah melawan mager, saya mulai dengan menulis ini,  yang seharusnya sudah dari kemarin-kemarin teramanahkan untuk ditulis.

Masih ingat cerbung Papringan? Atau Romantic Family? Kalau yang sudah pernah mengikuti cerbung Papringan di dua platform sebelah, saya yakin masih ingat.

Bagi yang belum tahu apa itu Pasar Papringan, kepoin dulu di sini >>> Pasar Papringan

Okeh, kali ini akan dibahas melalui sudut pandang saya. Bagi saya ini penting. Proses perjalanan cerita Papringan tidak sesederhana yang terlihat. Walau tidak harus detail banget saya paparkan di sini.

Pihak-pihak yang terlibat pun sampai hari ini semakin banyak. Keluarga Romantic Family sangat berterima kasih untuk hal itu. Kami selalu siap menerima pihak mana pun untuk mau berkolaborasi dalam cerita Papringan ini.

Latar Belakang Terbentuknya Romantic Family Project

Proyek Papringan ini digawangi oleh 4 personil, yaitu Textratis, Rin Muna, Vera Ditias dan Sundari Mueeza. Berawal dari ide sang Kapten yaitu Textratis yang ingin membuat kolaborasi apik dalam sebuah cerita bersambung. Terinspirasi dari Sitkom di salah satu stasiun TV yang berjudul Tetangga Masa Gitu?, serta pengalamannya berkolaborasi puisi dengan teman, beliau menawarkan sebuah konsep cerita kehidupan keluarga-keluarga baru.

Sudah kebayangkan wujudnya kalau dikonsep ke dalam bentuk cerita kolaborasi?

Awalnya saya kurang setuju. Soalnya konsep yang beliau tawarkan agak berbeda. Secara masih jomlo, saya kurang berani untuk membuat cerita kehidupan suami-isteri. Apalagi saat itu kita masih berdua. Ditambah kalau sudah masuk urusan nama “Textratis”,  wah berabe kalau salah sikap. Tapi karena proses pemahaman sana-sani bahkan pertimbangan hingga berhari-hari serta mengingat harus mengutamakan profesionalitas dari seorang “penulis” akhirnya saya menerima tantangannya.

Singkat cerita, jadilah proyek ini bernama Romantic Family Project. Melahirkan dua karya cerita, sekaligus dua nama keluarga. Keluarga BimoUna dan ArgaNaya yang telah kami proses sedemikian rupa, walau tetap kurang di KBBI dan PUEBI-nya. #Colek kak Ana Lydia.

Kami sepakat menerima partisipasi dari teman-teman yang mau ikut meramaikan dengan menambahkan karakter-karakter baru lagi di cerita ini. Saat itu ada Vera Ditias yang ternyata tertarik ikut bergabung meramaikan tag romanticfamily dengan keluarga AriLaras-nya setelah membaca cerita perdana dari Romantic Family yang diambil dari sudut pandang keluarga BimoUna.

Kemudian ada kak Rin Muna yang ikut juga berpartisipasi hasil dari diskusi bersama bang Textra dengan keluarga HitaMega-nya.

Dari semua karakter, sampai sekarang karakter favorit saya adalah Una. Mau tahu kenapa? Ah, sudahlah, mau tahu saja.

Emang kalau kamu siapa? Alasannya?

Ada beberapa nama yang sudah ingin ikut dan kami ajak untuk meramaikan. Namun diantaranya ada yang belum bersedia, ada juga yang sudah ikut tapi ceritanya ngawur dan agak kurang niat sepertinya (dalam artian lari dari konsep romantic Family).

Kenapa Jadi Papringan Story?

Awalnya, ini hasil dari diskusi antara Bang Textra dan Kak Rin. Kak Rin menawarkan kalau bisa Romantic Family Project ini tidak sekadar cerita keluarga yang begitu-begitu saja.

Menurutnya, cerita ini akan lebih apik dan berkualitas jika dibumbuhi dengan budaya-budaya Indonesia. Bahkan mereka sampai membahas jika kelak keluarga-keluarga kecil ini memiliki anak,  anak-anak para tokoh akan dinamai dengan nama gunung-gunung di Indonesia, misalnya Kerinci, kalau cowok mungkin Bromo kali ya. Hihi. Wah, Kak Rin cinta Indonesia banget nih sepertinya. Konsep itu pun langsung jelas terbaca di cerita Romantic Family perdananya edisi bulan madu Hita dan Mega saat itu.

Konsep Romantic Family Project semakin jelas arahnya. Hingga akhirnya diskusi antara Bang Textra dan Vera pun melahirkan konsep ide baru, bahwa latar belakang tempat dari cerita ini adalah di Temanggung, Jawa Tengah. Tidak lain adalah kampung halaman dari Vera Ditias sendiri.

Photo by Vera Ditias

Di Temanggung sebenarnya ada banyak objek wisata dan budaya yang bisa diangkat ke dalam cerita, namun Pasar Papringan adalah yang paling unik dan lagi viral saat ini.

Karena cara berdiskusi seperti itu agak ribet, apalagi yang harus bolak-balik menjelaskan adalah sang kapten, bang Textra, kami pun sepakat untuk membuat grup whatsapp. Hingga terbentuklah sebuah rumah bernama Romantic Family aka Romantika Familia yang sampai sekarang masih kokoh berdiri walau badai hujan angin tak henti-hentinya menerpa.

Kamu harus tahu Goodwriters, cerita Papringan tidak lahir begitu saja. Hampir sesar tapi kita usahakan normal, eh. Ia berdarah-darah meski tak nampak. Kita pun bukan hanya teamwork, tapi sudah layaknya seperti keluarga. Meski jarak dan waktu tetap tegar membentang. Bahkan konflik pikiran dan batin tak bosannya menyertai hingga hari ini. Hari ini!!

Photo by Vera Ditias

Cerita ini belum selesai. Proses menjadikan cerbung berujung novel ini berjudul, PAPRINGAN, Village Love Story, tidak dimuntahkan begitu saja. Diskusi berempat hingga lewat tengah malam pun kami jabani demi terealisasikannya judul tersebut. Sampai ada yang ketiduran tuh dan yang pasti bukan saya dan Vera. Haha.

Belum lagi diskusi outline cerita yang berlangsung dramatis, cover dan lainnya. Ada juga diskusi prariset Pasar Papringan dan daerah Temanggung yang diamanahkan kepada Vera. Walau sampai sekarang belum juga rampung, karena akan dilakukan diskusi lanjutan untuk mengumpulkan informasi langsung dari Program Director and Pasar Papringan Manager yaitu Mbak Fransisca Callista, agar data lebih akurat.

Photo by Instagram/ spedagimovement

Begitupun soundtrack cerita yang tiba-tiba terpikirkan, menambah list amanah yang harus kami selesaikan (cerita di balik soundtrack cerita Papringan akan saya tulis di bagian kedua).

Mengingat kesibukan di masing-masing personil dan beberapa tambahan konsep, sampai hari ini cerita Papringan masih dalam proses penggodokan-pengademan, pembakaran-pengademan lagi dan masih banyak proses yang akan ditempuh. Hingga suatu hari nanti, insyaAllah akan terhidangkan dengan tampilan dan taste yang luar biasa untuk dinikmati kita semua. Jadi, tunggu saja. Ini novel bukan sembarang novel. Semoga. Aamiin.

Lalu apa bedanya Romantic Family Project dengan Papringan Story?

Sebenarnya si sama saja. Cuma supaya tidak bingung kita bedain saja deh. Romantic Family Project adalah wadah sekaligus tema awalnya, sedangkan Papringan Story itu subtemanya. Jadi, bisa saja suatu hari nanti RFP akan membuat cerita seperti Papringan Story tapi dengan subtema yang berbeda dan pastinya alur cerita yang berbeda pula. Misalnya, Lake Toba Story. Nah, ini sudah pasti bakal banyak budaya Batak yang kita angkat untuk memperkaya cerita. Sedangkan Papringan Story lebih mengangkat budaya-budaya Jawa. Begitulah kira-kira. Pihim?

Selanjutnya, kabar gembira, Cerita Papringan akan resmi berkolaborasi dengan Penakata bersama lirisnya soundtrack perdana cerbung yang akan berujung menjadi novel Papringan nanti. Lagi-lagi tunggu saja ya.

Tiap karya yang ingin menjadi sejarah, maka dalam proses panjangnya harus siap berdarah-darah.

Lanjut >>> Bagian kedua

9 KOMENTAR

  1. Ditunggu cerita Papringan Love Story-nya. Riset itu memang melelahkan, tapi bakal jadi seru kalau diri sendiri senang melakukannya. *Curcol soalnya udah beberapa kali ngalamin sendiri. 😆😆😆

    Semua akan terbayar ketika berhasil menyematkan kata ‘tamat’ uhh semangat buat cerita kolab kalian. 💓💓💓

  2. Temanggung sudah pindah ke Jawa Barat, ya? Setahuku Jawa Tengah. Apakah ini hasil riset? Duh, maafkan! 😱😱😱

    Wih, seumur di Penakata, tumben kamu enggak alergi bawa namaku di tulisan kamu, Mue. Hmmm … izinkan aku bingung. Wkwkwk. 😉

    Apa pun hasilnya nanti, semoga bisa diterima pembacanya dan meninggalkan kesan yang dalam. 😇

    • 😄 maklum kak puasa. Hahaa.
      Maappin.

      Min, maacii 💛💛

      Enggak kok kak. Sesuai kondisi dan kebutuhan. Ini emang sesuai kondisi kok. Hihihi. Soalnya ada KBBI dan PUEBI. Ah, itu sudah selalu otomatis mengingatkanku padamu. Ojo bingung2. Berat kak.😊😄

      😇 Aamiin, makasih kak. Kami hanya bisa berusaha. Hasil, lagi2 Tuhan yang nentuin kan ya..