Edit photo by canva

 

Judul : Duka Sedalam Cinta
Penulis : Helvy Tiana Rosa
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit : 2017
Tebal : 82 halaman

Buku ini saya beli akhir tahun 2017 lalu. Waktu itu ada acara seminar Asma Nadia dan beliau membawa beberapa bukunya sekaligus buku karangan dari kakaknya sendiri yaitu Helvy Tiana Rosa untuk dijual di Bazar yang disediakan panitia acara. Salah satunya adalah buku kumpulan puisi ini.

Helvy Tiana Rosa adalah seorang penulis yang lahir di Medan. Ia telah menulis 55 buku, meraih 40 penghargaan nasional dan Internasional. Ia juga dosen sastra dan penulis kreatif serta produser film.

Akhirnya, saya pun membeli buku dengan tebal hanya 82 halaman ini. Wajar tipis karena buku tersebut adalah kumpulan puisi dari bunda Helvy atau Helvy Tiana Rosa yang belum tersusun rapi karena ditulis di mana-mana sebelumnya.

Selain karena saya menyukai puisi termasuk puisi-puisi beliau, menurut momentnya buku tersebut sangat istimewa karena penerbitan bukunya disertai dengan tayangnya film islami beliau yang kedua. Judul sama dengan bukunya yaitu, Duka Sedalam Cinta yang diproduseri beliau sendiri.

Sebenarnya film ini lanjutan dari film pertamanya yaitu Ketika Mas Gagah Pergi yang diadopsi dari cerpen fenomenalnya bunda Helvy. Tentang konflik seorang adik yang merasa tidak suka melihat perubahan sang abang yang telah berhijrah, karena merasa telah kehilangan sosok abangnya yang dulu.

Makanya tema-nya pun tidak jauh-jauh dari film itu, yaitu cinta. Cinta akan diri sendiri, negara-negara yang diperangi seperti Suriah dan Palestina, Islam, orang tua, teman bahkan kekasih hati dan ada banyak lagi. Tumpah jadi satu kesatuan rasa.

Walau tipis, buku ini tetap menyimpan beribu makna dan pesan luar biasa bagi saya. Tentang bagaimana makna sebenarnya dari judul; Duka Sedalam Cinta yang sangat tersampaikan di dalam puisi-puisinya.

Tentang seberapa besar rasa cinta kita pada siapapun, maka saat merasa sedih, marah, kehilangan bahkan kecewa pasti akan terasa sedalam rasa cinta yang kita rasakan itu. Ya begitulah, Duka Sedalam Cinta.

Cover bukunya menampilankan foto para aktris dan aktor yang ikut terlibat dalam film Duka Sedalam Cinta. Sebelum masuk ke isi, ada beberapa foto proses saat syuting filmnya. Kemudian saat masuk di halaman awal isi, kamu akan mendapati satu puisi bunda yang tidak terlalu panjang. Ini adalah satu puisi favorit saya juga.

Kamu Puisi

Kamu puisi
Kamu sedih, airmatamu menetes jadi puisi
Kamu marah, amukmu jadi puisi
Kamu kangen, rindumu mencumbu puisi
Kamu takut, ngerimu gigil dalam puisi
Kamu cinta, hasratmu tumpah di laut puisi

Kamu cari hakikat diri
Bersujud raga dan hati
Bersimpuh rambut hingga kaki
Pada Sang Maha Puisi

____

Sejak membelinya, saya sudah sering sekali membacanya berulang-berulang. Tidak pernah bosan. Karena isinya juga sangat bagus.

Walau entah sudah sejak kapan lamanya baru membacanya lagi belakangan ini. Dengan suara lirih sendiri sambil pelan meresapi kembali kata perkata yang tak luput dari mata hingga nyaris sempurna penuh makna.

Saat itu di depan jendela pagi hari sambil menikmati matahari terbit yang lamat-lamat sinarnya merayap menerangi buku ini. Ah, rasanya begitu menyenangkan.

_____
:menemukanmu (lagi)
tersemat di dada puisi

Pada jarak ribuan kilometer darimu
Kukenali aroma pagi
yang senantiasa menumbuhkan niscaya
lalu apakah arti jarak
bila kau tak pernah pergi
dari hati dan benak?

Penggalan salah satu puisi Bunda Helvy- Merayakan Kangen

Di akhir halaman akan kamu temukan beberapa puisi yang diisi dari penulis tamu yang tidak lain adalah para tokoh-tokoh utama dalam film Duka Sedalam Cinta.

Tidak butuh waktu lama untukmu selesai membaca buku ini. Tapi sarat makna yang terkandung tak akan pernah bisa terlupakan begitu saja.

Kekurangan buku : menurut saya, hampir tak ada ditemukan kekurangan dari buku ini. Ya, mungkin kurang banyak puisinya saja kali ya.

Kelebihan buku : diksi bunda Helvy selalu sangat unik dan saya menyukainya. Saat membaca kita akan langsung mengerti maksud puisi beliau. Tidak menggunakan bahasa yang biasa namun juga tidak bahasa yang terlalu tinggi. Sangat cocok untuk dijadikan kutipan-kutipan romantis.

______
Terakhir, izinkan tulisan ini saya tag ke Kacaku dan post di Instagramnya Kacaku ya, Min. Hehe. Terima kasih.

10 KOMENTAR