Sumber gambar pixabay.com/comfreak

Siapa sih manusia itu? Sungguh sangat rumit! Segala keilmuan memiliki definisi sendiri-sendiri. Hingga sebuah umpan lambung dan ditendang menjadi asas berbangsa dan bernegara yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan semestinya mampu membentuk pandangan terhadap orang lain sebagai saudara. Tanpa memandang satu golongan ataupun ras lebih rendah dari yang lainnya.

Katanya manusia tapi kok saling perang dan membunuh. Apa hal itu manusiawi? Di saat akal dan pikiran serta jiwa menjadi satu dalam keutuhan manusia. Dalih apa yang menyebabkan mereka seperti hewan liar yang beringas. Menikam, menuangkan darah, menghilangkan nyawa tanpa rasa bersalah. Bukankah hak untuk hidup menjadi hukum wajib yang tidak bisa dileyapkan oleh manusia lainnya.

Katanya manusia tapi kok suka buang sampah sembarangan. Padahal sudah tahu itu akan berakibat banjir dan kerusakan lingkungan. Masih saja dilakukan secara terus-menerus. Perilaku seperti itu apa masih layak disebut sebagai manusia?

Saya mulai bingung dengan manusia-manusia yang tidak manusiawi. Manusia yang sudah tidak punya sifat kemanusiaannya. Banyak menyebar hoaks tanpa ada rasa bersalah. Tega memakan uang rakyat lalu berbicara agama.

KATANYA MANUSIA adalah sebuah campaign untuk mempertanyakan kembali layakkah kita disebut manusia. Di saat perilaku kita sudah tidak manusiawi lagi. Celakanya hal yang dilakukan secara terus-menerus oleh manusia dengan sendirinya akan menjadi budaya yang tersepakati. Sehingga mereka tidak ada rasa malu dan menyesali sedikit pun. Namanya juga manusia wajar dong kalau salah.

Katanya manusia, lalu manusia yang seperti apa? Manusia kok katanya! Kalau saja kita sadar sebagai manusia yang berperikemanusiaan. Mungkin Tuhan tidak akan pernah menciptakan neraka. Manusia juga tidak akan menciptakan penjara.

13 KOMENTAR

  1. 👍👍👍 Rapi, Bang. Mengalir juga. Hanya ada beberapa kata yang … biasalah, Bang. 😄

    “Kok” seharusnya enggak usah italic, Bang. Itu cakapan dan sudah ada di KBBI.
    “Berperikemanusian” harus dirangkai karena mendapat awalan dan akhiran. 😐😑

    Oya, aku mau bilang kalau aku manusia kok. Aku diciptakan sesuai dengan apa menjadi gambaran dari Penciptaku. Aku hanya berusaha untuk menjadi sedikit baik, baik, dan lebih baik saja. Ada proses panjang untuk menjadi manusiawi. Wkwkwkwk. Error pada pagi hari. *Efek senang karena artikelku tayang. Tinggal dua lagi aku tembus, Bang. God, help me! Please, please, please. Bawa aku dalam doa Tuan Jibril yang keras kepala juga, ya Bang! Wkwkwk. 😇😍😇

    • Apa ada doa yang tidak terpanjat di saat keajaiban adalah unlock dari impossible. Hahhaa yaps, aku juga manusia tapi bukan yang berbulu domba. Manusia seutuhnya untuk berproses untuk menjadi sediakala manusia itu diciptakan. ✌️✌️,

      Kalau kak Lydia setia tentunya ada pintu untuk kemana saja. Itu aja 🤣🤣🤓🤓

        • 😱😱😱 Wah, Ibbon. Jangan salah paham, apalagi baper, ya? Ini bukan persoalan hati. Wkwkkw. Kesetiaan yang lebih besar dari sebuah kepercayaan. Hhhmmmm, aku selalu setia dalam segala hal dan perkara, Bon. Teguh juga. Aku selalu punya prinsip dalam hidupku. Sulit terpengaruh orang lain. Itu saja sih. Wkwkkw. 😄😄😆😆

          • 😂 aku cuma bilang Kak Ana setia kok wkwkkk. Kan aku udah bikin gerakan penulis anti baper 😎. Jangan melulu dikaitkan sama hati 😌😌.

      • Mengapa aku terusik dengan kalimat manusia berbulu domba? Apa aku seperti itu, Tuan? Hai, aku kok enggak enak hati nih. Aku bukan orang yang baik loh. Aku selalu jahat dan sosok antagonis yang ketus juga. Namun, aku enggak pernah berpura-pura baik untuk maksud tertentu. Aku tidak pernah memanfaatkan nama Tuan untuk dongkrak namaku. Aku mampu melakukan apa yang aku mau dengan kemampuanku sendiri. Andai gagal pun aku akan bangkit dan berusaha lagi atau aku lepas karena tidak sesuai denganku. Aku tidak pernah terlibat proyek apa pun dengan Tuan. Jadi, bagaimana bisa Tuan menuduhku begitu? Hah, aku terluka dan tersingggung dengan kalimat itu. *Siapa yang bawa irisan bawang ke kolom komentar ini?Mataku mendadak panas nih. Mewek deh. Menyebalkan!😢😢😢

        Aku selalu ingat itu. Sudah aku kasih pigura supaya aku sadar diri. Aku juga sudah menyimpannya di kepalaku. Jadi, aku akan selalu menepatinya. Aku selalu menepati apa pun itu. *Siapa lagi yang bawa bawang bombai ke sini? Tambah panas nih mata. Hiks hiks hiks.😭😭😭😭