Sumber: Instagram

Lama sekali sepertinya aku tidak pernah menulis soal cinta atau topik percintaan. Pasalnya, kini aku dikelilingi cinta dan kasih dari orang-orang sekitar. Ada banyak orang-orang terkasih yang senantiasa memberikan support kepadaku dalam hal apapun. Salah satu contoh real-nya adalah ketika aku kesulitan membuat sebuah artikel tentang games, dia salah satu sahabatku semasa SMP berinisial A tidak segan mau membantuku dan menjadi narasumber perihal ini. Ya, begitulah sahabat pena yang dengan tangan terbuka mau membantu kesulitan teman tanpa pamrih dan embel-embel apapun juga. Bukan karena dia berjenis kelamin pria, sehingga mau dengan senang hati membantu perempuan. Bukan juga karena asumsi ada ‘rasa’ sehingga mau membantu kesulitan saya.

Sejatinya rasa itu ya ia yang rasakan dan aku bukanlah Tuhan yang bisa tahu isi hati setiap orang. Apakah dia menyukaimu? Apakah dia membencimu? Bukankah cinta dan benci adalah hal yang memang tercipta. Ketika cinta bisa berubah menjadi benci dan dengan cintalah benci itu didamaikan. Hal ini menandakan cinta itu memang lebih dominan daripada sebuah kebencian.

Namun, terkadang cinta itu memang tak kasat mata layaknya hantu si penunggu sebuah jembatan hahahha. Cinta itu memang harus dirasakan. Bukan diteliti atau ditelaah layaknya sebuah eksperimen seorang ahli. Layaknya ahli bahasa yang menganalisis sebuah kata-kata. No, love is what we feel. Mungkin dia yang membuatmu gusar dan tidak bisa tidur semalaman. Adakah yang seperti itu? Hihii.

Sebuah cinta memang terpatri hanya untuk sebuah hati. Biarkan dia menetap di sana selamanya bukan untuk terbagi apalagi tertukar dengan hati yang lain. Tidak semua janji harus ditepati. Jika memang janji itu mengganjal di benakmu tepatilah, namun jika lambat laun janji itu menghilang diterpa angin yang berhembus lepaskan saja.

Sembari mendengarkan lagu Promise. Silakan searching apabila ingin tahu lagunya seperti apa? Terima kasih.

8 KOMENTAR

  1. Pagi, hamsterku Ribbon. Aku harap kamu selalu baik-baik saja. Selalu baik-baik saja. Tetap semangat dan tetap berkarya. Jangan kayak aku yang isi kepalanya selalu jejak dan selalu merasa jenuh. Ah, kok jadi curcol.πŸ™„πŸ€”

    Bicara tentang cinta, aku mau bilang tentang film “Serendipity”. Aku pernah menonton film lama itu. Akhirnya mereka berjodoh saat pertama bertemu di sebuah mal dan berebut mau membeli kaus kaki kaki tidak salah. Ah, lupa lagi. Sudah lama nontonnya.πŸ˜πŸ˜„

    Sebuah cinta memang hanya untuk sebuah hati, itu yang benar dan seharusnya kalau bicara tentang cinta eros. Namun, hati enggak bisa kita kendalikan, Bon. Sudah tahu milik orang lain, eh bersikeras ingin memilikinya. Jadi, terserah si pemilik hati saja deh. Mau menjaganya dan memberikannya untuk cinta sejatinya atau sosok yang menurut dia baik di matanya. Yang menurut mata kita baik dan indah juga enggak harus kita mikiki kok. Buku kehidupan enggak menuliskan itu buat kamu, Bon. Wkwkwkkw aku sedang mengingau, Bon. Maafkan. * Kayaknya bisa buat ide bikin cerpen nih. Wkwkwk.😘😜

    Bon, yang benar ini:
    β€’ apa pun, harus dipisah
    β€’ kasatmata, harus dirangkai

    Itu “Promise” BTS, ya? Aku sudah lihat, tapi enggak terlalu suka. Wkwkwk, mungkin karena aku enggak biasa dengar lagu Korea.πŸ˜‰πŸ˜‰

  2. Ah, Kak Ana tidak segitunya aku berpikiran. Makanya aku meminta saling melupakan saja karena hati nggak mungkin untuk dibagi-bagi. Kasihan mungkin ada yg lebih berkeinginan memilikinya πŸ™ˆπŸ™Š. Aku tahu makna serendipity juga dari BTS Kak πŸ˜‚.