Sumber gambar pixabay.com/skitterphoto

Nasehat dan teguran akan selalu ada hanya tinggal kita mampu memahami atau tidak. Mungkin manusia akan sadar kalau baru tertimpa suatu masalah. Bahkan ‘Pengalaman adalah guru terbaik’ sudah cukup memberikan pelajaran secara langsung. Tentu dampak yang dirasakan akan jauh berbeda. Jika dibandingkan dengan mendengarkan seminar ataupun ceramah keagamaan sekalipun.

Kamu bisa bayangkan rasanya pelaku prostitusi online yang tertangkap basah oleh kepolisian. Meraka akan merasa stres, malu, menyesal dan berusaha untuk tidak tertangkap lagi. Eh salah, berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

Sebagai manusia yang dinamis tentu kita juga tidak bisa luput dari salah. Kesalahan bisa jadi masalah dengan efek penyesalan yang berbeda-beda. Tergantung dari individu masing-masing dalam menyikapinya. Tentu tidak dengan cara bunuh diri. Karena berani hidup itu lebih keren daripada berani mati. Lantas bagaimana caranya supaya kita bisa keluar dari masalah dan tidak berlarut-larut dalam rasa penyesalan?

Cari sebabnya untuk tahu pokok permasalahan. Seperti hukum kausal, sebab dan akibat akan selalu ada di hidup ini. Masalah tidak mungkin datang dengan sendirinya. Tentunya ada pemicu yang memantik. Temukan sebabnya agar tidak salah dalam mengambil langkah.

Fokus pada solusi bukan mendramatisir keadaan. Masalah tidak akan selesai dengan begitu saja. Upayakan untuk mencari solusi agar bisa cepat teratasi. Diskusilah dengan orang-orang yang kamu percaya. Guna memberikan saran yang baik bukan tambah menjerumuskan.

Jangan putus asa atau merasa tidak mampu menyelesaikan. Putus asa akan semakin membuat kamu jatuh ke lubang penyesalan. Menggiring pada jalan yang negatif. Apalagi sampai berpikir mengakhiri hidup. Percayalah kamu bisa dan mampu menghadapi semua itu.

Berpikir positif akan membuat jauh lebih baik. Minimal ambil pelajaran dan hikmahnya. Berpikir negatif akan semakin merugikan. Terlebih sampai mengkambing hitamkan orang lain. Tentu akan semakin memperlebar permasalahan. Masalah yang tadinya kecil bisa menjadi tambah besar.

Ada kemauan untuk menyelesaikan bukan menghindar. Kalau memang kamu sumber masalahnya. Cobalah minta maaf dan menerima konsekuensinya. Tapi kalau kamu adalah korban cobalah untuk memaafkan. Dendam tidak akan membuat hidupmu nyaman.

Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Sadarlah! Manusia itu tempatnya salah dan lupa. Jadi kalau kamu sekarang benar, belum tentu besok tidak berbuat salah. Layaknya manusia yang diberi akal dan pikiran. Sudah semestinya kita gunakan agar tidak jatuh pada lubang yang sama. Adapun menyesalinya adalah bentuk emosi yang bisa kita gunakan untuk menjadi lebih baik.

7 KOMENTAR