Untuk memberi warna lain di Penakata.com, saya mempublikasikan sebuah novella dengan penuturan berkisah yang cukup berbeda. Semoga teman-teman berkenan, mengikuti cerita ini hingga tamat nanti.

Sebuah cerita bersambung, karya kolaborasi Arifiya Yukeneyza dan Arie Singawidjaya

BLURB:

Septian Rahadi redaktur cabang sebuah koran mingguan, jatuh cinta pada cerpenis yang mengisi kolom pada koran terbitannya, gadis cerdas itu bernama Inneke.

Inneke, nama dan rambut panjang serta tubuh mungilnya, mengingatkan Tian pada dia, Ike Naya Nastari. Gadis yang kepadanya Tian serahkan cinta. Gadis yang bersamanya, Tian habiskan masa indah remaja penuh romansa. Gadis yang Tian buatkan pusara cinta tanpa restu, atas nama mereka berdua.

Tak kuasa menolak perjodohan, cinta Tian dan Ike terhempas, luluh lantak menjadi puing-puing tak bersisa, dengan kepergian Ike membawa luka. Terpaksa, Tian bersanding di pelaminan dengan Lisa. Istri menjadi pendamping raganya. Tetapi, wanita berperawakan tinggi langsing itu bukan belahan jiwanya.

Jiwa hampa Tian, menemukan kembali lawan debatnya dengan kehadiran Inneke.

Dilema tak terelakkan, ketika Inneke tahu Tian adalah suami orang, antara sayang dan tak ingin melepaskan, di sisi lain tak ingin ada yang tersakiti.

Tak ingin ada yang tersakiti, juga menimbulkan dilema pada Tian. Perceraian akan menimbulkan Naya, putri kecilnya sebagai korban. Bertahan dalam pernikahan, Tian tidak sanggup kehilangan Inneke.

Bagaimana kedua insan tersebut mengurai dilema yang membelenggu mereka? Bagaimana Inneke terjebak dalam pusaran cinta terlarang? Cara apakah yang digunakan Tian untuk ikut arus bisikan impuls pada dirinya?

Cerbung ini berusaha untuk menjawabnya.

Karya ini mencoba membahas pelakor dari sisi lain. Pelakor pada kasus tertentu, tidak bertanggungjawab akan retaknya mahligai rumah tangga seseorang, karena dia juga adalah korban.

Tidak bermaksud untuk mentolerir perselingkuhan, tulisan ini mengajak untuk antisipasi, agar hadirnya orang ketiga tidak terjadi. Salah satunya melalui koreksi diri.

Bibit selingkuh berasal dari urusan yang belum selesai dicoba untuk dihadirkan. Keluarga yang tampak akur, belum tentu tidak seperti gunung es di lautan, menyimpan segudang tumpukan permasalahan.

Tulisan ini mengajak belajar bersama dengan tema pembelajaran setiap bagiannya, baik literasi, psikologi juga religi.

Bersambung ke PROLOG

Blurb ditulis oleh, Uda Arie.

Post: 12 Peb 2019

 

 

 

12 KOMENTAR

  1. Pelakor dari sudut pandang berbeda. πŸ€”
    Wihh gak sabar nunggu πŸ˜†

    Keren kak Yuke. Ntar cerita Papringan insyaAllah secepatnya ikut juga mewarnai dunia perpenakataan ini. Haha. Nulis ‘dunia perpenakataan’ jadi ingat apa gitu 😁 hihi