dok pri

Rentang rasa retas lepas.Sudah cukup bergelantung pada benang berduri, meremas luka makin meranggas. Menjauh berlalu dan berlalu

Bukan bunga lagi yang tersebar di teras hati, melainkan serpihan kaca yang siap pedih

Bulir-bulir bening mengalir tiada henti, merawat luka yang tak sempat mengering, menyeka bulir bening pada senyum yang selalu tersungging.

Mencoba melintasi labirin asa yang tak berujung, menanti kepastian dari sebuah ucap. Hanya tawa angin yang sumbang bertepuk tangan pada kepedihan

Embun yang membasahi senja tak lagi mampu menghadirkan kilau pujaan. Pinangan rasa telah terobek atas nama norma-norma, berteriak pada semesta menyalahkan cinta atau usia?

Kepada yang Maha cinta, bila jatuh adalah sebuah kenistaan, tentu tak kan kau ciptakan Cinta, saat ini, demi mereka yang menghinakan rasa cintaku, aku tak meminta untuk mencintai lagi.

 

 

Teras hati, 2 September 2019