https://cdn.pixabay.com/photo/2017/05/22/07/39/soap-2333412_1280.jpg

Sabun sebagai bahan pembersih yang sangat lekat dengan kehidupan kita. Sabun telah menjadi kebutuhan pokok seperti layaknya makanan yang kita konsumsi setiap hari, setiap waktu. Bagaimana tidak? Sabun digunakan ketika kita mandi, selesai makan, membersihkan pakaian, lantai, kendaraan, bahkan buah dan sayur yang akan kita masak. Kalau tidak ada sabun, kita bisa apa?

Beberapa waktu lalu saya tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang sabun. Tidak hanya mencari literaturnya, tetapi juga mengikuti workshop dan pelatihan pembuatan sabun secara private. Awalnya sebagai ide awal membangun bisnis. Tetapi karena saya termasuk orang yang semangat mencoba di awal, tetapi mudah bosan pada akhirnya. Sehingga niat menjadikan sabun sebagai rintisan bisnis tertunda sementara. Ya, namanya juga tertunda, mungkin bisa kita lanjutkan ketika semangat muncul kembali. Hehe, jangan ditiru ya, teman-teman!

Maka dari itu akan saya jelaskan fakta-fakta mengenai sabun dari sejarah hingga resep dasar pembuatan sabun.

1. Sejarah Sabun
Sabun telah digunakan konon sejak 5000 tahun yang lalu. Menurut sejarah bangsa Babilonia lah yang pertama kali menemukan sabun. Meskipun banyak perbedaan pendapat siapakah penemu sabun, diantaranya bangsa Romawi, Mesir, Yunani, dan Babilonia. Pada awalnya digunakan untuk mencuci bulu domba sebelum diolah menjadi wool dan untuk membersihkan alat-alat medis. Pembersih ini dibuat dengan mereaksikan senyawa lemak kambing dengan abu soda.

Pada masa 0-6 Masehi, Bangsa Celtic mulai menamai produk sabun mereka dengan SAIPO, yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan soap yang artinya sabun. Selanjutnya pada masa pertengahan abad 7 Masehi, pembuatan sabun secara modern dirumuskan oleh Ilmuwan Muslim bernama Al-Razi. Pada masa ini merupakan awal kejayaan islam. Sehingga penyempurnaan sabun menggunakan pewarna, pewangi, dan kimia sintetis dianggap merupakan warisan islam. Setelah abad ke 18 Masehi bangsa Eropa dan Amerika mulai mempabrikasi sabun. Dan pada masa itu sabun digunakan sebagai komoditas utama dengan pengenaan pajak yang sangat tinggi. Dan berbagai inovasi perkembangan sabun berlanjut hingga saat ini.

2. Dampak Sabun terhadap Lingkungan
Tahukah kalian bahwa penggunaan sabun dan detergen yang berlebihan dapat membahayakan lingkungan hidup? Ya, apalagi sabun dan detergen yang saat ini diproduksi dari pabrikan terkenal, menggunakan bahan baku yang murah, karena prinsip ekonomi. Sedangkan kita sebagai konsumen tidak memikirkan resikonya, yang penting murah, bersih, dan kesat.

Dari beberapa dampak kerusakan lingkungan tersebut diantaranya adalah memicu eutrofikasi, yaitu pesatnya pertumbuhan enceng gondok dan ganggang pada rawa. Hal ini mengakibatkan rusaknya biota dibawah permukaan air tersebut. Apalagi muara limbah yang sampai ke laut akan merusak seisi biota laut seperti terumbu karang dan ikan. Selain itu bahan dasar detergen yang beredar di pasaran saat ini menggunakan SLS yang tidak bisa terurai. Padahal di beberapa negara, SLS sudah dilarang digunakan karena berbahaya. Jadi limbah detergen yang mencemari air tanah tidak baik jika dikonsumsi untuk air minum sehari-hari karena mengganggu kesehatan tubuh.

3. Resep Sabun Ramah Lingkungan Sederhana
Nah, dari beberapa fakta yang telah saya jelaskan di atas, mulai dari diri kita sendiri mungkin kita bisa sadar untuk mengurangi penggunaan sabun dan detergen komersial. Atau kita bisa mulai membuat sendiri sabun detergen yang lebih ramah lingkungan dengan bahan alami di sekitar kita. Saya pernah mencoba resep sederhana pembuatan sabun mandi, yang saya dapat ketika workshop. Dan sangat berhasil dan nyaman digunakan ketika mandi.

Sabun Cair Natural dan Ramah Lingkungan

Peralatan :
Slow cooker
Silicon spatula
Hand blender
Timbangan digital
Wadah stainlessteel
Masker wajah
Kacamata
Sarung tangan karet

Bahan membuat pasta:
Minyak kelapa sawit 325 gr
Minyak kelapa 150 gr
Minyak jarak 25gr
Aquades 230 gr
KOH 116,7gr
NaCl/garam murni 80-100gr
Gula 25gr
Vegetable glycerin 500gr
Essentials oil 30ml
Pewarna makanan 30ml

Cara membuat:
– Gunakan sarung tangan, kacamata, dan masker wajah.
– Siapkan wadah masukkan garam ke dalam Aquades, aduk hingga larut.
– Setelah larut, masukkan KOH ke dalam larutan garam. Hati-hatilah karena larutan ini akan mendidih dan sangat panas.
– Setelah larut sempurna, diamkan hingga dingin.
– Siapkan slow cooker, campurkan seluruh minyak yang telah ditimbang, aduk hingga menyatu
– Masukkan larutan garam ke dalam minyak selagi dipanaskan, kocok dengan hand blender sampai adonan berubah menjadi pasta.
– Tutup slow cooker selama 15 menit sambil dipanaskan, setelah itu aduk perlahan dengan spatula
– Kocok lagi dengan hand blender, sambil dipanaskan.
– Masukkan larutan air gula kedalam adonan, aduk dengan spatula secara perlahan, lalu tutup panci selama 30 menit.
– Kocok lagi adonan dengan hand blender sampai membentuk pasta yang lebih bening.
– Tutup panci selama 45 menit.
– Aduk adonan dengan spatula sampai menjadi adonan yang lebih kental dan solid.
– Tes sabun dengan cara mencampurkan 1 sendok makan adonan pasta dengan 100ml Aquades, lalu aduk hingga larut
– Jika adonan menyatu dengan sempurna, berarti sabun telah jadi.
– Tambahkan essentials oil dan pewarna makanan sesuai selera.
– Sisa adonan pasta yang lain bisa disimpan untuk persediaan, dan awet selama 1 tahun jika tidak terkontaminasi udara dan cahaya langsung.

Selamat Mencoba

8 KOMENTAR

  1. bikin sendiri keren ya, save, saya suka ngesave tapi tak tahu kapan mbuatnya xixixi

    Siapa generasi 80 di sini ha ha ha, jaman itu ada dijual bahan untuk membuat sabun colek sendiri.

    Tinggal menyediakan ember kecil dan air. Campur campur sesuai petunjuk, aduk, jadi.
    Karna masih kecil tentu tidak ingat apa ada SLS atau tidak. Sepertinya sabun colek jaman dulu lebih aman daripada detergen.

    Apalagi sabun kodok. Ada yang tahu? Itu pasti aman lingkungan.