Hai ini platform menulis ya? Baru ya? Wah masih sepi ya! Ah Ana jadi pengin meramaikan.

Omong-omong, salam kenal semuanya. Panggil saja Ana. Nama Ana kepanjangan soalnya, jadi Ana lebih suka dengan yang pendek-pendek.

Entah mengapa pagi ini, Ana yang baru selesai jam istirahat pertama di sekolah, iseng cari-cari platform menulis. Wah, ketemu sama Penakata. Panggilannya apa ya? Pena lovers? Kata addict? Ah Ana harus cari tau dulu dari user yang udah lama.

Ana sekarang masih di kelas 2 SMA, masih labil mau pilih jurusan apa untuk nanti kuliah. Ingin jurusan sastra Jerman, tapi kadang ingin jurusan teknik planologi. Apa ada yang mau kasih saran buat Ana?

Mungkin cukup sekian dulu perkenalan di platformΒ  yang baru Ana ikuti. Ingat ya, panggil ANA. Ana sangat bangga dengan nama pemberian orang tua Ana. Meski merasa sudah tidak bersama, tapi Ana tetap merasa sayang kepada mereka dan mereka pun tetap menumpahkan kasih sayang yang berlebih kepada Ana.

Sedikit pantun dari Ana:

 

Tukang roti makan nasi

Abang ojek mandi di kali

Meski kita sakit hati

Jangan pernah iri dengki

 

Pohon cempedak berbuah mangga

Rumput ibunda berwarna kuning

Eh ternyata kita tetangga

Pantas ramah senyum menyungging

 

Bunga bakung bunga bangkai

Ditebang bapak penjaga kuburan

Aku mau say hai

Siapa tahu kita jadi sahabatan

 

Lalat buah nempel di jendela

Suara berisik mengganggu telinga

Kalau tidak suka jangan mencela

Unfollow saja daripada menghina

 

Pohon pakis menempel seperti benalu

Daun buah mekar menawan

Aku hanya anak yang pemalu

Mencari teman bukan mencari lawan

 

Ana pamit. Ana tunggu komentarnya dari teman-teman baru Ana di sini yaaa. Kiss kiss.

 

15 KOMENTAR

  1. Ana?
    Wah kembaran kak Ana nihπŸ™Š
    Ana tunggu saja. Mungkin kak Ana akan komen tulisannya ana. Siapa tau Ana dan Kak Ana bisa jadi berteman. Aku sudah berteman dengan kak Ana. Tapi kalau dengan Ana baru saja kenal. Hai Ana! πŸ˜ŠπŸ˜„πŸ˜‚