Pict: wikipedia + edit

Hai…

Disini masih ada yang sekolah kah? Atau ngampus?

Ayo siapa tadi yang tidak upacara?

Selamat Hari Pendidikan Nasional…

Ayo sama – sama kita membangun negeri dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada.

Bagaimana caranya?

Ki Hadjar Dewantara, beliaulah pelopor pendidikan Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Beliau memiliki tekad dan semangat yang kuat agar seluruh rakyat Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang pantas, bukan hanya orang – orang Belanda saja.

“Tut wuri Handayani”

Slogan yang sering kita temui di seragam sekolah, topi sekolah, dasi sekolah, atau bahkan barang lain yang berbau sekolah. Slogan tersebut dicetus oleh Ki Hadjar Dewantara dan berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arah”, kalimat lengkapnya berbunyi:

“Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Terjemahannya:

*Ing ngarsa sung tulada = Di depan seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik.

*Ing madya mangun karsa = Di tengah guru harus menciptakan ide atau prakarsa.

*Tut wuri handayani = Dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arah.

Dari kalimat serta terjemahannya tersebut kita sudah pasti tahu makna pendidikan itu apa? Dan makna pendidik apa?

Pendidikan itu adalah proses pemberian teladan yang baik dimana disertai dengan penciptaan sebuah ide dan disertai dorongan yang kuat. Makna pendidik juga merupakan seorang pemberi teladan, ide, dan motivasi atau dorongan.

Kalimat – kalimat tersebut menghasilkan tigaΒ objek, teladan,Β ide, dorongan.

Sahabat penakata, itulah yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri kita ini. Hanya cukup memberikan teladan, menciptakan ide, memberikan dorongan otomatis kita menjadi seorang pendidik yang membuat sebuah pendidikan dapat berkembang dan terjaga kualitasnya.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan agar ketiga objek itu bisa kita terapkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini?

Kalian tahu, semua yang berbau siswa baik mahasiswa atau hanya sekedar siswa saja mereka tidak akan pernah terlepas dari pena saat belajar.

Penakata , ada kata pena yang sering digunakan dalam dunia pendidikan. Dari penakata seharusnya kita bisa mendidik bangsa.

Caranya?

Tingkatkan kuantitas serta kualitas bacaan. Dengan melakukan kedua hal tersebut kita secara otomatis menghasilkan tiga objek diatas,Β teladan – ide – dorongan. Bagaimana bisa? Dari bacaan seseorang akan mendapatkan kisah teladan atau pembelajaran, sebuah ide untuk menghasilkan karya baru, dan dorongan atau motivasi untuk menciptakan karya baru.

So, sahabat penakata! Rayakan Hari Pendidikan Nasional dengan meningkatkan kuantitas serta kualitas bacaan kita, agar kedepannya kualitas pendidikan di negeri ini bisa terbantu proses perkembangannya.

Yuk sediakan bacaan dan ilmu pengetahuan! Karena kita semua merupakan anak bangsa yang bisa dan pantas membangun negeri!^^

13 KOMENTAR

  1. Kewajiban saya sebagai manusia yang manusiawi, insya Allah. Tidak lain ialah membaca, membaca, membaca dan menulis.

    Menulis dengan harapan memberikan edukasi lewat tulisan, karena aku merasa tidak cocok menjadi pendidik di sekolah. *Aku dan peraturan memang nggak pernah akur. Hehee

    Haiii salam kenal, Kak. Kurasa kita belum kenalan. πŸ˜ŠπŸ˜…

  2. Hai, Kak Siti salam kenal. Selamat datang di Penakata. Maaf baru menyapa. πŸ˜„

    Kewajibanku sebagai seseorang yang hobi menulis, pastinya membaca juga tuh. Eh, satu lagi, menonton. Nah, dari membaca dan menonton itu sering dapat ide untuk menulis. Sayangnya, sekarang waktu itu banyak tersita dengan membaca berita online enggak jelas tuh. Lelah mata deh, lalu ketiduran. Maaf, sedikit curcol, Kak.πŸ˜‰

  3. Kewajibanku adalah membahagiakan diri sendiri dan keluarga 😁. Menulis dan membaca adalah hobi yang tertukar πŸ˜‚. Menonton yutub dan mendengarkan musik bisa jadi media terapi yahuud. Semangat belajar di Penakata πŸ˜ŽπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

  4. Yaps! Setuja, dalam segenap konsepsi butuh aksi yang lebih, membaca tidak seperti biasanya, berkreasi lebih dari biasanya, dan berjuang tidak begitu saja.

    Tokoh nasional di ambil dari nasionalisme, hampir semuanya 😊😊, sangat mengispirasi kak πŸ‘πŸ‘

    • Dengan senang sekali, hayyoo!! Pendidikan tidak hanya dibangku sekolahan, pendidikan itu bisa dimana saja.., pendidikan itu mencerdaskan bukan menyeragamkan.. dan kolaborasi adalah jalan untuk saling mengambil peran, sesuai ahli dan bidangnya 😊😊😊