Pernahkah kalian jatuh cinta?
Pernahkah kalian memuja?
Pernahkah dunia kalian berhenti seketika pas lihat wanita?
Pernahkah kalian makan kurma?

Manis toh?
Enggak ya???
Berarti lidah kalian yang salah, atau kurmanya yang salah?
Ah bodoamatlah gak penting juga.

Jika kalian belum merasakan itu, kasihan kalian ya? Hahaha

Cinta selalu menjadi topik pembahasan yang hangat di kalangan anak muda, banyak kata-kata indah berceceran untuk memenjarakan makna dari cinta itu.
Positif dan negatif akan selalu hadir di kehidupan tergantung bagaimana kita menerima, menyikapi, dan memaknai hal itu.

Dia, adalah wanita yang keras kepala tapi lunak hatinya, suka bicara dan tidak suka membaca. Dia adalah wanita yang aneh, saat dia melotot seoalah-olah tidak terjadi apa-apa, tapi saat dia memejamkan matanya seketika dunianya berubah menjadi gelap gulita. Aku tidak suka saat ia memejamkan matanya, karna pada saat ia memejamkan matanya ia tidak bisa melihat apapun, bahkan diriku yang katanya adalah orang yang paling spesial diantara pria yang pernah singgah di hatinya.

Entah kenapa dia bisa muncul dalam hidupku yang begini-begini saja. Aku bukanlah pria yang romantis, puitis apalagi humoris, jadi aku selalu marah jika ada pria lain yang dapat membuatnya tertawa dan bahagia. Aneh rasanya haha

Katanya ini adalah sebuah kesalahan. “berarti aku masalah dong?” kataku. Lalu dia menjawab “enggak, bukan kamu, tapi perasaan dan hubungan kita”. “berati aku masalah dong? Kan aku jadi pelakunya? ” jawabku lagi, “enggak! Kamu gak masalah, yang masalah tuh aku!” dengan ngototnya dia bilang seperti itu. Tidak mau kalah aku juga harus lebih ngotot dibanding dia. “bukan kamu yang masalah! Tapi aku”. “enggak! Aku yang masalah” jawabnya lagi, emang dasar dia keras kepala dan tidak mau kalah, kami ribut dan adu mulut di tengah keheningan coffee shop hingga mata orang-orang di sekitar semuanya tertuju pada kami, meributkan hal kecil yang sangat tidak penting untuk dibahas apalagi diributkan. Itulah kebiasaan kita kalo ketemu. Kami masih ribut dan tidak memperdulikan keadaan sekitar dan dengan jengkelnya kututup perdebatan yang tidak berfaedah ini “stop, aku yang masalah kamu bukan masalah, tapi kamu mbaksalah!”

Lalu setelah keadaan tenang, aku bertanya padanya “kamu tadi mempermasalahkan perasaan dan hubungan kita, memangnya kita ada hubungan apa?” “enggak tau, heheheehehe” jawabnya, “lahya kenapa dipermasalahkan? Heran aku”. “tapikan tidak bisa dipungkiri, dunia tidak menerima kita maaaassss“. “hiss, lebay ah.. Kalo dunia tidak menerima kita, lalu kenapa kita masih ada didunia?” jawabku. “bukaaan, bukan itu! iih kenapa sih kamu gabisa serius dikit?!” “lalu yang tidak diterima dunia itu apanya?” “cinta kita mas“. “lah emang kamu tau apaitu cinta?” “enggak”. Dengan ragu-ragu dia menjawab. “yaudah, jangan nyalahin kalo gatau”. “iiiiiihh.. Ya pokoknya cinta itu perasaan sayang yang spesial gitulah” dia menjawab dengan ngotot dan ragu-ragu. “udahlah jangan nyalahin kalo gatau, perasaan itu yang buat siapa?” “Tuhan” “dunia itu yang buat siapa?” “Tuhan” “segala sesuatu yang ada didunia itu yang buat siapa?” “Tuhan juga” “yaudah to, kalo kamu mau nyalahin, berarti nyalahin siapa? Hahahahaha” “Aaaaaaaaa.. Sumpah aku tuh sebel banget sama kamu tauk!” “tapi sayangkaan???” “enggak” “yowes, tinggal ngopi aja” “ih gitu aja ngambek, kan aku belom selese ngomong. Enggak salah maksudnya” “haha aku udah menebak kamu bakal ngomong gitu, lawas tau gak” “tapi kamu senengkaaan? Hahahaha” “enggak biasawae, udah ah jangan bahas gituan sak titahe wae lagian bukan kapasitas kita bahas cinta, terlalu kompleks hahaha

“Kamu harus cepat pulang, jangan terlambat sampai dirumah” tiba-tiba Kaka Slank menyanyikan lagunya di benakku, lalu kulihat jam tanganku ternyata waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, yang artinya dia harus pulang jika tak mau mamahnya menjadi sosok lain seperti Dr. Jackyll menjadi Mr. Hyde. Langsung saja kuantarkan ia pulang naik motorku melewati jalanan yang biasa dia lewati.

Sampailah di gang rumahnya, lalu ia pun turun dari motorku “makasih ya buat malam ini, aku seneng banget bisa ketemu kamu walaupun hanya satu setengah jam kita bareng setelah dua minggu ga ketemu”. Ucapnya dengan senyuman yang selalu hadir di ingatanku.

Cerita diatas hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan saja.

9 KOMENTAR