Sumber: pexels.com/Gabriella Palai

Kenapa harus hujan di sore ini?
Kenapa ada kerinduan yang mencekam?
Bukan aku yang tengah merindu
Mungkin hanya imajinasiku saja

Kala itu kau hadir
Di saat hati ini tengah kosong
Kau bersembunyi di balik ruang yang gelap

Kau hanya diam
Aku berteriak
Merobekmu dari relung hatiku
Memaksamu keluar dari tempat persembunyian

Akulah si pemegang kendali
Kau tak mampu berkutik
Kau mati kutu

Kau hanyalah seonggok sampah yang bau busuk
Tak berharga, tak bernilai

Kau pun memelas
Bersimpuh di bawah kakiku
Aku acuh dan menghiraukanmu

Cinta dan benci
Dua hal yang saling bersinergi
Ketika rasa benci itu hadir
Maka enyahlah rasa sakit itu

Pergilah
Bawa semua kenangan
Jangan pernah kau simpan
Jika hanya menghadirkan luka

10 KOMENTAR

  1. 😱😱😱 Ini puisi kamu, Bon? Duh, kamu jahat banget sih? Aku bacanya saja merinding. Antara cinta dan benci, beda tipis, ya Bon?

    Kamu lagi enggak membenci seseorang, ‘kan? Membenci itu melelahkan. Menguras hati, perasaan dan pikiran loh. Aku lebih suka berdamai dengan hatiku dan menganggapnya tidak pernah ada. Itu lebih melegakan. Itu aku loh, Bon. Setiap orang berbeda sih. Hehehehe, merdeka!😁😉😆