Sumber gambar : pexels/pixabay

Waktu terus berjalan
Sadar tentang kesalahan
Merangkak mencoba mencari cara
Sendiri dalam temaram hatinya yang gema

Terseok di perempatan jalan raya
Langkahnya gontai, sesekali rebah
Matahari jadi terik
Warna hari jadi tak lagi menarik

Bingkai wajah sang penyemangat
Yang sesekali malah jadi peredup
Tuan puan kasihani
Seorang yang mendamba kasih

Di ujung jalan ia berteriak
Kesakitan
Tak ada yang mendengar
Halilintar mulai menyambar

Hujan datang di batas bimbang
Tiba-tiba…
Berlari di tengahnya
Sekalian saja berteriak dan menangis
Lebih baik daripada pura tak didengar

Warna alam menggema senja
Surut air hanya tinggal tetesan
Diam menengadah
Pipinya tetap basah

Batas waktu, 300119

6 KOMENTAR

  1. Dinda, ada apa dengan hatimu? Wkwkwk, suka banget yang mengiris begini. Semangat! 😝😜

    Oya, aku sudah mau baca novel yang aku pinjam di perpus, eh baru beberapa halaman enggak sempat aku baca lagi. Pas niat mau baca batas peminjamannya sudah habis. Hiks, maafkan. Suatu waktu, akan aku penuhi janjiku. Jangan ditagih. Ingatkan saja. 😥🙃

    Oya, aku suka senja dan enggak suka hujan. Aku seneng banget hujan bisa kalah oleh senja. Bhaks. 😁