Sumber gambar pixabay.com/firmbee

Halo, Selasa di minggu ketiga bulan ini.

Peringatan : iNI ADALAH SEBUAH KE-SOKTAU-AN SEMATA

Pada momen sok tau ini, lebih baik dengarkan dulu sebuah lagu hasil berlatih ngindie-folk beberapa hari yang lalu. Lagunya agak gak enak sih. Kurang jeruk nipis mungkin. Maafkan ya. Play aja sambil baca – baca.

MUSIKLIK


 

Oke cah..

Sopo sih seng gak ngerti folk/indie-folk? Semua orang pasti kenal dan sungguh luar biasa terbiasa mendengarkan lagu-lagu dengan genre tersebut. Kebanyakan orang pribumi jatuh cinta dengan senja secara tiba-tiba. iya, senja dan sejenisnya. Liriknya yang indah dengan alunan gitar bolong yang dipetik mendayu. Begitukah folk?

Ke-soktau-an dimulai.

Kata folk pertama kali ditenarkan pada tahun 1846 di Inggris. Wes ngono wae ya. Kata folk digunakan untuk menggambarkan adat istiadat, tradisi, cerita rakyat, dan mungkin kesederhanaan. Singkat cerita, akhirnya folk meracuni orang Amerika sampai ke industri musiknya. Folk di Amerika sendiri cenderung lebih bernuansa country, terkadang ada yang nge-blues juga. Bob Dylan, salah satu yang terlibat dalam mempopulerkan musik folk di US. Indonesia juga punya Tantowi “Country” Yahya loh. Beliau juga bisa disebut sebagai musisi folk juga kan?

Musik folk adalah musik yang sangat erat dengan etnografi. Musik etnik atau musik tradisional adalah folk, aku sih yes. Maka dari itu corak musik folk berbeda-beda setiap daerah. Amerika punya folk-nya, Eropa punya folk-nya, dan Asia juga punya folk-nya. Kadaan sosial dan realitanya menjadi tema yang dominan pada awal merintisnya musik folk ini. Mulai dari kultur sosial hingga pesan perdamaian dan cinta alam. Kemudian berkembang dan berinteraksi dari waktu ke waktu.

Indonesia, lima tahun terakhir, folk/indie-folk ramai di pasaran. Muncul banyak sekali pemusik ke permukaan dengan folk-nya masing-masing. Sampai-sampai setiap playlist di media streaming online dipenuhi dengan kehadiran folk/indie-folk. Sungguh pasar yang menjanjikan untuk era sekarang. Jadi, saran buat kamu yang ingin memulai karir musik pilihlah folk/indie-folk (tertawa). folk menjadi populer sekarang. Iya sih, folk itu simpel hanya pake gitar bolong. Buat aja lirik yang puitis dan sok deep meaning. Rekam gitar, rekam vokal, jadilah musikmu. Memang, folk itu sederhana.

Satu hal yang aku sayangkan adalah kenapa kok rame-rame sih pada nge-folk semua. Trus 5 tahun kemudian kalian mau rombongan naik gerbong yang mana? Aku gak yakin para insan penikmat ini betah dengan folk 10 tahun lagi. Apalagi yang berprofesi sebagai netijen. Sekarang folk, ikut folk. besok Atta, ikut Atta. Besoknya lagi? Applause buat para pecinta dangdut dan campursari.

Sadar gak sih kalo lagu kangen band juga folk? Dangdut? Karena batasan-batasan mengenai musik folk ini sangat susah, gak bisa ditinjau hanya dari tonal dan auranya saja. Tapi mengenai kultur sosial? Sepertinya sih itu point utamanya. Jadi, dangdut bisa masuk klasifikasi musik folk. Band yang agak melayu-melayu gitu juga bisa masuk klasifikasi folk. Gak cuma sekedar pakai gitar bolong lalu dipetik mendayu dan lirik syahdu. Kasian para drummer, nanti mereka gak laku buat maen (tertawa). Sederhana.

Untungnya, masa depan folk di Indonesia ini sepertinya baik-baik saja. Antusias para penikmat untuk menghadiri setiap event folk sangat ramai dan masih konsisten. Panggung folk pun ramai di sana-sini. Indie-folk/folk, sebenarnya adalah musik pop yang beradaptasi dengan jaman. Masih gak percaya? (ketawa)

Suwun sob.

 

12 KOMENTAR

  1. 😂😂😂 Serius, baca tulisan ini aku juga tertawa kok (apalagi saat baca “tertawa” dan “ketawa” yang dalam kurung).

    Kalau Amigdala dan Banda Neira masuk grup apa tuh? *ngetesdoang

    🎶Kukira kau rumah
    Nyatanya kau cuma aku sewa
    Dari tubuh seorang perempuan
    Yang memintamu untuk pulang
    Kau bukan rumah kau bukan rumah🎶

    • Amigdala dan banda neira sih folk juga kalo dilihat dari formatnya yang sederhana. Liriknya juga oke. Tapi anehnya kok kedua grup itu secara samar telinga terdengar mirip.
      Apa gak bosen juga denger musik yang itu itu mulu?
      Mungkin si Dialog Dini Hari lebih tajam folk nya. Kagum juga sama Jason Ranti yang berani sedikit lebih beda.

      Ini jawaban sok tau kak. Maaf ya.. (mringis)

    • Amerika sih folk nya condong ke country gitu. Ala ala cowboy wkwkwk..
      Coba Mason Ramsey. Si bocah country. Wkwkwk
      Kalo UK agak ke celtic gitu. Pake banjo, big pipe, dan biola. UK identiknya sama britpop mayoritas. The beatles itu folk juga sih menurutku. Folk-rock.
      Hahahaha… susah genre folk itu. Batasnya gak jelas kak

      • Oh aku tahu Mason Ramsey, Amerika emang cenderung ke country.

        Yup, dan di UK khas dengan banjo itu.

        Aku pribadi lebih suka akustik. Di apa-apain juga tetep sukanya akustik. Wkwkwk

        Agaknya memang, folk ini sendiri nggak ada batasan khusus. Like kondisional di mana folk itu dinikmati. Beda kawasan beda versi pun.