Sumber gambar: pixabay/pexels

Beberapa hari kemarin, di mana aku dan dia dipertemukan untuk menjadi satu tim yang solid. Menjadi bagian dari anggota panitia KPPS Pemilu 2019. Bekerja dan saling berdiskusi bersama hingga aku tak menyangka kita terjalin dalam sebuah keakraban. Jalinan pertemanan yang tadinya hanya sebatas mengenal karena kita satu alumni sekolah dan kau adalah adik kelasku yang jarang sekali pernah bertatap muka secara langsung.

Unik dan aneh memang aku yang secara pribadi mendeklarasikan bahwa aku ini tak akrab denganmu. Namun, setelah kita berbincang-bincang banyak ternyata kau banyak tahu tentangku. Bahkan aku pun tak tahu jika kita pernah satu alumni di Sekolah Dasar. Apakah aku yang kuper? Atau mungkin sudah setengah amnesia tentang masa lalu.
Meskipun keakraban kita bisa dibilang seperti kakak dan adik yang hampir mirip serial kartun Tom and Jerry. Namun, aku salut karena kamu adik yang baik dan patuh dengan kakak hihii.
Kami melakukan perjalanan ke kota Purwokerto untuk mengambil  kaos seragam yang sudah tim kami pesan. Kebetulan yang ke sana adalah aku dan dia serta salah satu tim perempuan yang sudah menikah yang kebetulan pemilik mobil yang kami tumpangi ini.

Sepanjang jalan aku dan dia mengobrol banyak tentang masa-masa dulu kami di sekolah. Wah, perbincangan yang hangat layaknya seduhan teh meskipun sesekali kami suka saling bully. Ini jangan ditiru ya guys! Dia ini tipikal yang suka protes, cukup sensitif, agak childish tapi pintar. Mungkin karena usianya masih di bawahku beda sedikit sih. Mobil yang kami tumpangi menepi di sebuah minimarket untuk sekadar membeli minuman dan makanan ringan.

Dia bilang padaku “Aku lapar ingin makan batagor?
Aku menyeletuk “Makan cilok juga enak kayanya deh?

Dia akhirnya keluar dari mobil dan mencari makanan di luar. Ketika dia kembali, kukira aku akan mendapatinya membawa makanan batagor. Ternyata ia membeli roti dan satu cokelat bermerek S*****N.

Dia menawarkan cokelat itu padaku “Mba mau cokelat?”
Aku justru menjawab “Kok lapar makan cokelat. Katanya tadi pengin batagor?
“Nggak ada mba ya udah beli cokelat saja” Jawabnya.
Sayangnya aku tak menerima cokelat itu karena aku tak makan cokelat.
Dalam hati aku berpikir “Kok jatohnya so sweet ya?

Padahal sih “B” aja hehehe.
Ada sedikit rasa penyesalan karena tak kuterima cokelat itu. Niatnya mau aku share di grup . Ternyata di balik sifatnya demikian, dia adik yang baik juga. Terima kasih untuk tim TPS 17 yang solid dan penuh canda tawa. Padahal kita dekat tapi jarang ketemu ya!!!.

6 KOMENTAR

    • Hmmm Kak Ana muncul 😒😌😌😌…..Karena tidak semua yang terlibat satu projects itu akan tumbuh cinlok wkwkkk. Aku lebih suka cilok 😋😋😋. Karena cinta itu hanya untuk satu hati 😂😂😂😂

      • 😂😂😂 Ibbon, jangan membenciku dengan alasan apa pun, ya? Kayaknya kamu enggak suka aku muncul. Enggak bakalan sering kok, Bon. Sesekali deh. Wkwkkwwk. Emojinya kayak gitu. Aku terluka nih. 😝😜

        Aku enggak suka cilok. Biasa saja. Wih, yang punya proyek. Keren deh. Aku mau dong cokelatnya. Aku suka cokelat dengan banyak alasan. 🍫🍩🍪🍮😋

        • Kak Ana itu muncul kalo ada Ibbon 😑. Dari kemarin aku mu hiatus di Penakata hihii. Aku enggak pernah membenci orang lain wkkk.
          Aku tak punya proyek apapun dengan orang lain Kak Ana, hanya sebatas itu sebagai tim saja 😁. Menulis pun mandiri aku Kak tapi lagi badmood nih duh 😣.
          Cokelatnya udah dimakan dia kayanya 😂. Aku berpikir cokelat itu identik hari Valentine ya 😊.