Aku tak mahir merangkai kata demi kata
Aku tak pandai menerjemahkan isyarat hati
Ah….memang aku ini tak pandai apa-apa
Hanya bisa membaca setiap bait tulisan yang kau buat

Begitu menakjubkan
Dan itu membuatku takjub
Kau sungguh pandai membawa emosi
Hanyut dalam belenggu pesona

Sejatinya katamu mengandung arti
Arti yang sulit untuk dicerna
Mungkin aku yang dungu
Atau kau yang pandai membual

Bagaimana dengan kopi hitam yang kau buat?
Tak ada rasa

Hanya pekatnya warna hitam yang dominan
Mungkin kau lupa menaruh gula
Atau sengaja ingin menyeruput kopi hitam yang pahit

Tawarkan padaku
Akan ku beri pemanis
Sebuah senyuman dari bibir yang merah merona ini

 

2 KOMENTAR

  1. Aku enggak suka kopi hitam. Biarpun dikasih enggak mau. Kalau kamu kasih aku cokelat instan atau teh hijau, pasti aku terima dengan tangan terbuka. Tidak perlu ditambah gula pun aku menyukainya. Wkwkkkw.😉😁

    Hai, mau titip salam buat Mr. Travtrav enggak? Kamu enggak kangen dengan tulisan manis dia? Aku kangen. Dia enggak punya waktu lagi buat menulis tuh. Apalagi sekarang sudah ada dedek bayi. Wkwkwk. Terakhir cerita dia ikut lomba menulis tentang AIDS dan minta aku doakan agar menang. Dia bilang mau beli ponsel baru biar bisa kasih aku emot beragam. Hahahaah. Kayaknya enggak menang deh. Hiks.😂