Langit pudar dengan kemerahannya. Senja sebentar lagi berganti malam. Semilir angin meniup rambut pirang sang dara hingga menutupi wajah putihnya. Terlihat, matanya sembab oleh air mata. Jemari lentiknya mengetik sesuatu, sepertinya hal yang sangat ia resahkan.

Aku tau, kamu benci mungkin juga terluka dengan kata-kata terakhir itu. Tapi apa daya, hanya itu yang bisa kulakukan. Tahukah kamu? Separuh jiwaku ikut melayang bersama lenyapnya bayangmu.

Aku tak inginkan kamu terjerat dalam drama-drama itu. Mimpi-mimpi yang tercipta dalam setiap tulisan. Aku bukan diriku. Takkan kuteruskan lagi, lebih baik luka saat ini. Percayalah, aku tak menginginkan kisah ini berakhir kecewa. Namun, masa tak berpihak pada kita. Aku pun merasa tak pantas untukmu. Jurang perbedaan diantara kita, begitu dalam. Haruskah kubenamkan hatiku demi kamu?

Maaf untuk yang kesekian kalinya kuutarakan, atau kamu sudah bosan dengan permohonan ini.

 

Yang selalu menyayangimu

Ann Marie

 

Ann menutup email untuk Bastian. Jiwanya limbung, tak terkira rasanya, beginilah kalau melepas orang yang paling disayangi.

11 KOMENTAR