Kata ini lahir dari rahim rasa, sederhana tak berbalut diksi mewah.

Kata ini lahir saat ku menjauh dari rayumu.Ku berlari dan terus menjauh namun dirimu selalu mengikuti.

Kamu, tak ubahnya bayangku sendiri. Terkadang aku mengejar, terkadang aku yang dikejar.Terkadang… jalan beriring.

Kata ini, lahir saat suaramu menjelma simponi, begitu meneduhkan, aku terbuai.

Kata ini, lahir dari rahim rasa; cinta dan benci

Kata ini, lahir dari rahim ingin: menjauh dan menetap

Aku terjebak!

Kata ini, tak perlu banyak DIKSI karena aku tak ingin berujung FIKSI

*Sang Ratu Nitip.

Mungkin benar katamu?

Takdir mempertemukan kita hanya untuk saling menyapa..

Terimakasih tuan keras kepala untuk puisinya..

5 KOMENTAR