:Faruq

Lethargic berhadapan dengan dirimu yang semakin menjauh.

Skeptis, akan hal yang baru. Tak ingin ku membuka mata

Jika dosaku, yang membuat semua, Ilusi menjadi nyata.

Malam ku telah menduga, mencumbumu pilihan yang salah

Ku terlelap dalam malam Yang begitu dingin. Terjebak dalam pusaran pendosa

Jangan bangga akan dunia terbuat dengan dosaku.

Tikaman, Senyuman itu. Lambang cinta terdapat di tembok kita. Bertuliskan nama yang telah, merebut ciuman pertamaku.

Selimut pun menjadi dingin salju menjadi api. hitam menjadi putih. bunga putih menjadi merah. Semua telah berubah seketika, terima kasih kau jujur padaku.

Tidur lelap, dan terakhir kata yang ku dengar. “Jangan hapus aku……”

14 KOMENTAR

  1. Jujur itu sakit. Tapi sakit bukanlah hasil akhir. Itulah proses mengambil pilihan dan langkah untuk menjadikan semuanya lebih baik lagi 🙌

    Lagi dong lagi hihi

    Aku suka menyimpulkan (walau sesuai interpretasiku saja ya). Puisimu sungguh buatku terus berpikir dan ingin membacanya berulang-ulang sampai mengerti 😊😄