Beranda Karya Pena

Karya Pena

Berawal dari obrolanku dengan dua teman cowok berbeda daerah, yang satu asli Solo, yang satu lagi kelahiran Sunda. Keduanya mengomentari hal yang sama tentangku, yaitu aksen daerah. Pas aku sebut nama tempat kelahiranku, salah satunya ada yang nggak percaya. Dengan alasan, orang daerah asalku punya ciri khas berbahasa yang cukup mencolok. Harus kuakui kalau memang, tempat tinggalku punya aksen yang...

Elegi Hati

Rentang rasa retas lepas.Sudah cukup bergelantung pada benang berduri, meremas luka makin meranggas. Menjauh berlalu dan berlalu Bukan bunga lagi yang tersebar di teras hati, melainkan serpihan kaca yang siap pedih Bulir-bulir bening mengalir tiada henti, merawat luka yang tak sempat mengering, menyeka bulir bening pada senyum yang selalu tersungging. Mencoba melintasi labirin asa yang tak berujung, menanti kepastian dari sebuah ucap....

Luka Seorang Ibu

Delapan bulan lebih kau mengandung Berusaha sekuat mungkin menjaga Tetapi kehendak Tuhan berbeda Dia biarkan buah hatimu kembali kepada-Nya Aku tahu betapa dalam luka yang kau rasa Walau aku tak pernah ada di tempat yang sama Tapi aku percaya Tuhan Maha Esa Dia akan menggantikan semua duka dengan suka Tetaplah tegar dan ikhlas menjalani hidupmu Hingga waktu Tuhan menghampirimu Aku di sini selalu mendoakanmu Hingga senyum kembali melukis wajah sendumu   Bening Jakarta,...
Namaku Naomi. Kami memang baru menikah dengan keadaan rumah tangga yang masih ramun juga kondisi ekonomi yang tidak begitu baik. Wajarlah, jarwo hanya seorang pawang hujan sementara aku membuka tempat jahit dirumah. Hari hari kami dihiasi oleh kesederhanaan, penuh dengan senyuman dan intimnya bahasa-bahasa non verbal yang indah. Suara daun tertiup angin serta burung-burung berkicau yang indah menghiasi pagi hari...

Melarung Rindu

Sepenggal kisah kemarin Adalah sebuah kesalahan rasa Yang entah bagaimana semua terjadi Berharap sebuah dongeng tercipta Bagai cerita dari negeri yang indah Rasa yang salah hilanglah segera Atau kumutilasi saja Tanpa harus menunggu bintang jatuh Atau pelangi yang menggantung indah di senja hari Rindu jangan lagi tumbuh, meskipun telah mengakar dalam kalbu Akan kucerabut lalu kularung pada garis malam Tak perlu lagi tetes bening di mata Menguap lah bersama aura yang...
Aku berdiri di antara orang-orang asing di sekelilingku, kecuali dia, satu orang yang sangat kukenal. Senyumnya menjalarkan setitik rasa bahagia yang tak bisa terucap. Ketika apa yang kumau bisa aku dapatkan dan saat sebuah impian bisa jadi kenyataan, apa hal yang lebih indah dari semua itu? Jawabannya, mungkin tidak ada. Tempat kami berada kini, ruangan yang tidak begitu luas, hanya...
Antara segelas kopi dan pemuda di pojokan toko seperti tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama terpaku oleh eksistensinya masing-masing. Terlihat betul dia lebih asyik menikmati game online dibanding dengan menyadari keberadaan segelas kopi. Ada kemungkinan dia sedang melepas penat di sela-sela pekerjaan. Sehingga mengombinasikan kopi dan game menjadi terapi yang indah. Barangkali itu juga menjadi esensi hiburan yang mungkin dilakukan. Manusia...
Malam dingin patah hati, serasa memekik dengan kehampaan. Bisu tanpa tahu harus berbicara dengan siapa. Padahal ada banyak rencana yang belum juga terlaksana. Lalu tanya dari sepotong kursi "bagaimana kamu mendefinisikanku?", memotong lamunan kesedihan. Tanya itu seperti membuat kemajemukan pola dasar dari cara berpikir. Mungkin juga karena berbagai sudut pandang dari 'bagaimana', sehingga melahirkan jawaban berbeda-beda. Definisi hanyalah penjelasan sah...
Kaki-kaki giras menelapak di trotoar jalan, langkah kencang melaju tanpa basa-basi. Entah, mengejar atau dikejar. Mereka serasa yakin dan punya tujuan pasti. Di trotoar itu juga terlihat pohon asam yang sedang muram. Padahal pagi lagi indah-indahnya dengan sisa basah air hujan. Suhu sejuk, matahari yang malu-malu, juga lukisan mega yang pudar-pudar syahdu. Pagi dengan tanya yang terlalu dini. Tawa dan...

Bagian – 3

Dia tidak menyahutku Padahal aku sedang merengek meminta makan Bukankah kemarin dia baik2 saja? Masih mampu menyuruhku ini dan itu Aku diam saja, mungkin dia tidur Aku melamun memperhatikan jalanan Hanya kosong Ku tengokkan kepalaku pada sisi kanan bahuku Suasana seketika ramai oleh suara tersedu-sedu “kamu siapa?”

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru