Beranda Karya Pena

Karya Pena

Percayalah, untuk setiap kisah yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan sudah merancangkan hal indah untukmu Mungkin kamu salah seorang penikmat semburat jingga yang selalu melukis langit petang dengan sempurna. Mungkin juga seorang perangkai kata atau pencinta keindahan senja sehingga lukisan alam itu selalu kamu tuangkan lewat rangkaian kata-kata indah di setiap ceritamu. Apa pun itu, senja selalu punya banyak arti bagi pencintanya....
Kehidupan ini di antara dinding dan pintu keluar. Sesuatu yang menyekat ruang satu dengan yang lainnya. Batas wilayah umum dan pribadi, antara sesuatu yang berarti dan biasa. Apalagi dalam satu atap ini hidup dua jenis manusia yang berbeda. Kotak persegi inilah yang menjadi sekat sangat pribadiku dengan orang-orang sekitar. Tempatku bersembunyi dari segala sesuatu yang orang lain tidak harus tahu....
Bermimpilah setinggi langit dan bila jatuh, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang Setiap orang pasti punya mimpi dan punya peluang. Punya kesempatan pula untuk mewujudkannya. Jangan tanggung-tanggung, gantungkan mimpimu setinggi langit. Semakin tinggi mimpimu, semakin besar pula pencapaian yang akan kamu dapat.  Sekalipun kamu terjatuh, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang,  seperti yang Bung Karno katakan. Namun, kamu harus ingat bahwa...
Orang ketiga terlalu sok tahu tentang aku, seakan-akan dia mewakili Tuhan yang lebih maha mengetahui. Aku tidak rela perasaan ini diceritakan orang itu. Orang lain hanya berasumsi dan belum tentu benar adanya. Hati mana yang ikhlas untuk diterjemahkan, bahkan ahli tafsir sekalipun. Ini hatiku, ini kehidupanku, dan inilah aku, Dia Kala Arum yang orang itu panggil La. Sekarang aku di...
A phone call from you make me awoke in this sunny morning. I can felt the cold breeze tried to slip onto my body that covered with the blanked. I picked your call up and I could hear your giggling across there. Cute, I thought. "It's Sunday, and too early to waking me up, baby." I said as if I...

Meng-hambar

Sebentar lagi, senja menyatakan pamit, sudah waktunya ia kembali. Memadu kasih dengan kekasihnya yang entah siapa. Aku tak pernah berkenalan dengannya. Bahkan, untuk sekedar mengintip bagaimana bentuk hidungnya saja aku tak pernah. Semburat jingga di langit juga pamit pulang. Ia harus mengurus anaknya yang belum juga mandi, suaminya yang belum dibuatkan kopi tanpa gula. Pedagang kaki lima memilih berhenti juga. Mungkin...
Lama sebelum ini serta sebagai alasan untuk ia pergi ke Bandung, ada kisah yang terasa tidak biasa. Cintanya begitu kentara berbeda dengan rasa cinta sebelum-sebelumnya. Entah sudah berapa kali ia merasakan hubungan percintaan, tetapi sampai detik ini, kisah inilah yang membuatnya terasa di surga. Laki-laki yang ia cintai lebih dari apa pun dan siapa pun di jagat cakrawala ini....
Sejauh ini ia terpental dari putaran bus antarkota antarpropinsi sampai di barat pulau Jawa. Kota adem, ramai, macet, tapi manis-- semanis senyum-senyum pagi perawan SMA. Ya itulah yang ia rasakan untuk pertama kalinya naik bus sampai ke kota Kembang. Lebih jelasnya macet membuatnya terlambat satu jam, hujan yang dingin membuatnya lapar, ketepatan hari minggu yang sudah biasanya lebih ramai...
Pada langit yang mulai hitam dan ia terpental jauh dari lingkaran harapan. Wajahnya perlahan berubah muram. Entah apa yang sudah terjadi hingga membuatnya bertekad berjalan menuju sesuatu yang bertolak dari keinginan hati. Memulai dan sekaligus mengakhiri. Andai saja ada tempat yang dicampakkan Tuhan, mungkin kenangan itu akan ia pendam di sana. Sehingga tiada yang tahu dan membuatnya tidak dapat...
Gelas yang pecah berkeping-keping tak mungkin bisa dikembalikan seperti semula, seperti halnya yang buruk di dalam diri. Mungkin bisa untuk diperbaiki, namun akan ada bekas meski dalam bentuk kenangan masa lalu. Sekuat tenaga kamu mencoba mengubur semua masa lalu itu. Semua jejak tentang dirimu, kamu musnahkan. Tak luput juga dengan jejak digital yang dulu pernah begitu kamu puja sebagai wadah...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru