Cerpen

Teru Teru Bozu

Namaku Naomi. Kami memang baru menikah dengan keadaan rumah tangga yang masih ramun juga kondisi ekonomi yang tidak begitu baik. Wajarlah, jarwo hanya seorang pawang hujan sementara aku membuka tempat jahit dirumah. Hari hari kami dihiasi oleh kesederhanaan, penuh dengan senyuman dan intimnya bahasa-bahasa non verbal yang indah. Suara daun tertiup angin serta burung-burung berkicau yang indah menghiasi pagi hari...
Aku berdiri di antara orang-orang asing di sekelilingku, kecuali dia, satu orang yang sangat kukenal. Senyumnya menjalarkan setitik rasa bahagia yang tak bisa terucap. Ketika apa yang kumau bisa aku dapatkan dan saat sebuah impian bisa jadi kenyataan, apa hal yang lebih indah dari semua itu? Jawabannya, mungkin tidak ada. Tempat kami berada kini, ruangan yang tidak begitu luas, hanya...
Kaki-kaki giras menelapak di trotoar jalan, langkah kencang melaju tanpa basa-basi. Entah, mengejar atau dikejar. Mereka serasa yakin dan punya tujuan pasti. Di trotoar itu juga terlihat pohon asam yang sedang muram. Padahal pagi lagi indah-indahnya dengan sisa basah air hujan. Suhu sejuk, matahari yang malu-malu, juga lukisan mega yang pudar-pudar syahdu. Pagi dengan tanya yang terlalu dini. Tawa dan...
Ketika kata sepakat dan jabat tangan formalitas usai, ada senyum tak tertahan dan euphoria perasaan bahagia tak terbendung dalam diri. Mungkin ini jalan, mungkin juga takdir, namun tidak mungkin semua ini tampak terang jikalau aku tidak pernah meminta pada-Nya. “Setelah ini, kamu mau ke mana?” tanyanya saat kami ada di luar zona resmi. Dua rekan yang lain sudah pergi lebih...
Gemah takbir terus berkumandang. Allahuakbar ... Allahuakbar... Sholat Id pagi tadi berjalan lancar di kampung nek Inem. Suasana terlihat sedikit mendung, namun tidak ada gerimis apalagi hujan. Teduh dan sejuk. Setelah sampai di rumah, nek Inem langsung berganti pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari. Ia berniat untuk menyibukkan diri daripada berkutik dengan kesepian yang sering tiba-tiba menghantam. Tidak ada kemeriahan apapun...
Dua bulan lalu "Tahun ini Abang harus bisa membawa kamu dan kedua anak kita pulang kampung ke Pulau Jawa. InsyaAllah." _______ "Bang, tidak usa dipaksa jika masih belum memungkinkan," kataku berusaha memberi pengertian sambil menyantap nasi dengan menu ikan sambel siang ini di meja makan bersamanya. Seperti biasa masih sepiring berdua. "Dek, Abang tau ini akan berat buat kita. Tapi coba kamu pikirkan...
Bulan Ramadan katanya bulan penuh rezeki. Ya betul, karena rezeki bisa datang dalam bentuk apa saja. Jelas, belum tentu uang yang kuhasilkan dari hasil berdagang sehari-hari juga rezeki. Nyatanya, semakin banyak uang yang ingin kudapatkan, harus semakin keras pula usaha yang kulakukan. Kalau boleh memilih, sebagai janda aku tentu memilih bulan-bulan biasa, bukan bulan Ramadan. Alasannya, kalau bulan Ramadan, tenagaku bagai...
Aku senyum padanya yang tengah memarkir motor, berawal dari obrolan iseng untuk ketemu, jadilah kami merealisasikan wacana. Kebetulan banget, dia sekarang kerja dan ngekos di kota kabupaten, lucunya aku baru tahu itu. Aku dan dia saling menyapa, biasalah basa-basi ketika ketemu kawan lama. Kami berasal dari satu desa yang sama, udah kenal dan temenan sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak,...

Anehkah?

Saya senang membaca, apalagi membaca kisah. Kadang suatu kisah itu lucu sampai pembaca bisa tertawa terpingkal-pingkal, kadang sedih sekali sampai air mata yang menetespun tak cukup menggambarkannya, kadang juga ada  yang membuat hati berdebar-debar entah oleh cerita cinta atau sebaliknya. Namun yang aneh adalah “kenapa saya sulit untuk mendiskusikan hal apa yang telah saya baca bersama teman saya” yang terjadi...
Keajaiban itu datang bersama kelebat angin yang berhembus Keajaiban itu datang seperti cahaya fajar dan senja yang memancar Keajaiban itu menyelip di antara bintang-bintang yang berkelip. ____ Aku baru saja tiba sore hari dan disambut tangis berderai darinya, wanita kesayanganku. Dia memegangi kedua tangan ini sambil menatapku nanar. Menggoncang-goncangkan tubuhku sambil tersedu. "Keajaiban itu ada kan, Dek? Arif pasti sembuh kan? Ya kan?" Ah, pertanyaan...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru