Cerpen

Anehkah?

Saya senang membaca, apalagi membaca kisah. Kadang suatu kisah itu lucu sampai pembaca bisa tertawa terpingkal-pingkal, kadang sedih sekali sampai air mata yang menetespun tak cukup menggambarkannya, kadang juga ada  yang membuat hati berdebar-debar entah oleh cerita cinta atau sebaliknya. Namun yang aneh adalah “kenapa saya sulit untuk mendiskusikan hal apa yang telah saya baca bersama teman saya” yang terjadi...
Keajaiban itu datang bersama kelebat angin yang berhembus Keajaiban itu datang seperti cahaya fajar dan senja yang memancar Keajaiban itu menyelip di antara bintang-bintang yang berkelip. ____ Aku baru saja tiba sore hari dan disambut tangis berderai darinya, wanita kesayanganku. Dia memegangi kedua tangan ini sambil menatapku nanar. Menggoncang-goncangkan tubuhku sambil tersedu. "Keajaiban itu ada kan, Dek? Arif pasti sembuh kan? Ya kan?" Ah, pertanyaan...
"Kenangan tidak pernah gagal mengantarku pada satu titik perasaan: kerinduan. Kenangan selalu memaksa ruang di ingatanku untuk menyinggahi kembali setiap momen dan tempat yang pernah aku datangi. Kenangan tidak pernah lelah melemparku ke masa lalu. Pada sosok seseorang yang pernah mengisi ruang di hati. Seseorang yang mengalah pergi dan memutuskan berdamai dengan keadaan dan berhenti berjuang untuk semua rencana...

Cuplikan

Kita tidak akan pernah tahu pada siapa hati kita akan menjatuhkan pilihannya. Kita tidak akan pernah tahu pada siapa kita akan jatuh cinta.  Karena itu jangan pernah menyalahkan cinta, karena dia datang secara tiba-tiba. Sayangnya, kadang cinta datang  di waktu dan tempat yang salah... dan semua hanya akan menjadi sebuah cerita tentang kita. Miris memang ketika kamu jatuh cinta pada orang yang kurang tepat....
Aku tahu ini salah Menaruh hati padamu Dan berharap memiliki Tak pernah terpikir akan begini akhirnya Berbohong adalah caraku Untuk lari dari bayangmu Aku mencintamu kasih Meski aku tak tahu apa yang kau rasa Jangan kau pergi Tinggalkan aku sendiri dalam pengharapan Tak perlu risau akan cemburu yang kupendam Gejolak asmara ini biarlah kutahan dalam diam betapa panasnya Hidupmu hidupku Aku tak ingin balasan rasa Aku tak minta kau selalu hadir Jalan kita...
“Kak, apa purnama boleh merindu? Atau, rindu itu hanya berhak dimiliki dan dirasakan oleh orang-orang sekelas anak berdarah biru?” Tanya anak kecil itu sambil terus menariki jilbabku yang semakin molor. Memang sudah menjadi kebiasaan dan kesukaannya memaksa. Apapun yang dikehendakinya harus terwujud, dan apapun yang ditanyakannya harus terjawab. Tidak peduli ia harus mati-matian mewujudkannya sendiri, ataupun mencari jawabannya sendiri....
Syukurnya dia memutuskan ambil cuti panjang. Sudah beberapa kali kami membuat janji, tetapi tidak ada konkretisasi. Aku memang sedikit mendesak, "Ini urgent sekali, Team! Coba deh dipikir lagi." Teknologi digital memang memberi kemudahan dalam komunikasi. Bukan berarti pertemuan nyata diabaikan. Apalagi sudah diskusi bab visi dan misi, bagiku tidak cukup hanya lewat telepon genggam. "Gimana, Team? Ada yang bisa aku...
Malam Jumat Kliwon, beberapa tahun silam Hari sudah petang. Matahari sedang proses tenggelam. Gunung Sindoro yang gagah seolah turut menyembunyikan makhluk menyilaukan yang kini kalau dipandang tidak membutakan. Berbeda dengan siang hari di kala orang-orang rolasan. Coba saja, sambil nyemil mendoan dan nyeplus cabai rawit, melotot menghadap langit. Dijamin, buta! Itulah mengapa Makne selalu memberi wejangan, “Urip kuwi kaya srengenge, Le....
Satu niat dengan satu tujuan, membawaku ke banyak jalan bercabang. Lalu tanpa sadar, aku berdiri di persimpangan, banyak rute yang harus kujajaki satu persatu. Aku nggak mau melewatkannya meski nggak terlalu yakin jalan itu akan membawaku ke tempat yang lebih baik. Bukankah, baiknya mencoba dulu. Nggak ada salahnya, itung-itung cari pengalaman. Itulah yang kurasakan sekarang. Bertamu di kota ini, dulu...

Mencuri bag.3

Pernah suatu ketika di masa kecil, aku bersama kedua temanku mencuri sebuah mainan dari penjual mainan keliling. Sabtu malam sebelum mencuri, kami bertiga menyusun sebuah rencana. Gaya kami dalam menyusun rencana seperti maling kelas kakap saja. Kami saling bagi tugas. Lagi-lagi, aku mendapat jatah mencuri mainan. Kodok dan Kancil bertugas untuk mengajak ngobrol penjual itu untuk mengalihkan pandangan. Minggu sore tiba,...

Tulisan Populer

Anugerah dari Kecubung

Aroma Dosa bag.1

Kenapa Saya Ingin Menulis?

Bukan Generasi Madesu

Hai, Pagi!

Tulisan Terbaru