Cerpen

Dua bulan lalu "Tahun ini Abang harus bisa membawa kamu dan kedua anak kita pulang kampung ke Pulau Jawa. InsyaAllah." _______ "Bang, tidak usa dipaksa jika masih belum memungkinkan," kataku berusaha memberi pengertian sambil menyantap nasi dengan menu ikan sambel siang ini di meja makan bersamanya. Seperti biasa masih sepiring berdua. "Dek, Abang tau ini akan berat buat kita. Tapi coba kamu pikirkan...
Bulan Ramadan katanya bulan penuh rezeki. Ya betul, karena rezeki bisa datang dalam bentuk apa saja. Jelas, belum tentu uang yang kuhasilkan dari hasil berdagang sehari-hari juga rezeki. Nyatanya, semakin banyak uang yang ingin kudapatkan, harus semakin keras pula usaha yang kulakukan. Kalau boleh memilih, sebagai janda aku tentu memilih bulan-bulan biasa, bukan bulan Ramadan. Alasannya, kalau bulan Ramadan, tenagaku bagai...
Aku senyum padanya yang tengah memarkir motor, berawal dari obrolan iseng untuk ketemu, jadilah kami merealisasikan wacana. Kebetulan banget, dia sekarang kerja dan ngekos di kota kabupaten, lucunya aku baru tahu itu. Aku dan dia saling menyapa, biasalah basa-basi ketika ketemu kawan lama. Kami berasal dari satu desa yang sama, udah kenal dan temenan sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak,...

Anehkah?

Saya senang membaca, apalagi membaca kisah. Kadang suatu kisah itu lucu sampai pembaca bisa tertawa terpingkal-pingkal, kadang sedih sekali sampai air mata yang menetespun tak cukup menggambarkannya, kadang juga ada  yang membuat hati berdebar-debar entah oleh cerita cinta atau sebaliknya. Namun yang aneh adalah “kenapa saya sulit untuk mendiskusikan hal apa yang telah saya baca bersama teman saya” yang terjadi...
Keajaiban itu datang bersama kelebat angin yang berhembus Keajaiban itu datang seperti cahaya fajar dan senja yang memancar Keajaiban itu menyelip di antara bintang-bintang yang berkelip. ____ Aku baru saja tiba sore hari dan disambut tangis berderai darinya, wanita kesayanganku. Dia memegangi kedua tangan ini sambil menatapku nanar. Menggoncang-goncangkan tubuhku sambil tersedu. "Keajaiban itu ada kan, Dek? Arif pasti sembuh kan? Ya kan?" Ah, pertanyaan...
"Kenangan tidak pernah gagal mengantarku pada satu titik perasaan: kerinduan. Kenangan selalu memaksa ruang di ingatanku untuk menyinggahi kembali setiap momen dan tempat yang pernah aku datangi. Kenangan tidak pernah lelah melemparku ke masa lalu. Pada sosok seseorang yang pernah mengisi ruang di hati. Seseorang yang mengalah pergi dan memutuskan berdamai dengan keadaan dan berhenti berjuang untuk semua rencana...

Cuplikan

Kita tidak akan pernah tahu pada siapa hati kita akan menjatuhkan pilihannya. Kita tidak akan pernah tahu pada siapa kita akan jatuh cinta.  Karena itu jangan pernah menyalahkan cinta, karena dia datang secara tiba-tiba. Sayangnya, kadang cinta datang  di waktu dan tempat yang salah... dan semua hanya akan menjadi sebuah cerita tentang kita. Miris memang ketika kamu jatuh cinta pada orang yang kurang tepat....
Aku tahu ini salah Menaruh hati padamu Dan berharap memiliki Tak pernah terpikir akan begini akhirnya Berbohong adalah caraku Untuk lari dari bayangmu Aku mencintamu kasih Meski aku tak tahu apa yang kau rasa Jangan kau pergi Tinggalkan aku sendiri dalam pengharapan Tak perlu risau akan cemburu yang kupendam Gejolak asmara ini biarlah kutahan dalam diam betapa panasnya Hidupmu hidupku Aku tak ingin balasan rasa Aku tak minta kau selalu hadir Jalan kita...
“Kak, apa purnama boleh merindu? Atau, rindu itu hanya berhak dimiliki dan dirasakan oleh orang-orang sekelas anak berdarah biru?” Tanya anak kecil itu sambil terus menariki jilbabku yang semakin molor. Memang sudah menjadi kebiasaan dan kesukaannya memaksa. Apapun yang dikehendakinya harus terwujud, dan apapun yang ditanyakannya harus terjawab. Tidak peduli ia harus mati-matian mewujudkannya sendiri, ataupun mencari jawabannya sendiri....
Syukurnya dia memutuskan ambil cuti panjang. Sudah beberapa kali kami membuat janji, tetapi tidak ada konkretisasi. Aku memang sedikit mendesak, "Ini urgent sekali, Team! Coba deh dipikir lagi." Teknologi digital memang memberi kemudahan dalam komunikasi. Bukan berarti pertemuan nyata diabaikan. Apalagi sudah diskusi bab visi dan misi, bagiku tidak cukup hanya lewat telepon genggam. "Gimana, Team? Ada yang bisa aku...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru