Essay

Antara segelas kopi dan pemuda di pojokan toko seperti tidak ada bedanya. Keduanya sama-sama terpaku oleh eksistensinya masing-masing. Terlihat betul dia lebih asyik menikmati game online dibanding dengan menyadari keberadaan segelas kopi. Ada kemungkinan dia sedang melepas penat di sela-sela pekerjaan. Sehingga mengombinasikan kopi dan game menjadi terapi yang indah. Barangkali itu juga menjadi esensi hiburan yang mungkin dilakukan. Manusia...
Malam dingin patah hati, serasa memekik dengan kehampaan. Bisu tanpa tahu harus berbicara dengan siapa. Padahal ada banyak rencana yang belum juga terlaksana. Lalu tanya dari sepotong kursi "bagaimana kamu mendefinisikanku?", memotong lamunan kesedihan. Tanya itu seperti membuat kemajemukan pola dasar dari cara berpikir. Mungkin juga karena berbagai sudut pandang dari 'bagaimana', sehingga melahirkan jawaban berbeda-beda. Definisi hanyalah penjelasan sah...
Tidak ada yang tahu perihal hati, tentang baik dan buruk. Dia menjadi tempat sir (rahasia) pada diri manusia. Sehingga dibutuhkan komunikasi untuk menerjemahkan apa yang ada di hati agar bisa dipahami secara universal. Seperti pesan rahasia yang dienkripsi harus dideskripsi untuk bisa mengerti isinya. Kita juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di hati seseorang, sebelum dia benar-benar jujur...
"Pagi, Yang Esa," sapa hari ini untuk Sang Maha. Memang segalanya sudah digariskan dalam takdir. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Apa pun itu, bahkan konsep atau ide yang muncul tidak semata-mata karena kamu, aku, atau kalian, tetapi karena-Nya. Sehingga kita akan belajar ikhlas untuk menerima segala kemungkinan yang sudah atau akan terjadi. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat...
Seorang laki-laki yang tidak begitu populer datang dalam pikiranku. Menjejal dengan banyak pertanyaan yang membuatku bebal. Selama hidup berapa kali kamu berpindah-pindah? Mungkin lebih mudahnya, dalam sehari berapa kali kamu berpindah? Jawaban yang paling mudah adalah banyak sekali. Lalu apa yang kamu dapat dari perpindahan itu? Tentu banyak juga. Sayangnya, tidak banyak yang bisa dipetik. Seolah semuanya berlalu begitu saja....
Sabun sebagai bahan pembersih yang sangat lekat dengan kehidupan kita. Sabun telah menjadi kebutuhan pokok seperti layaknya makanan yang kita konsumsi setiap hari, setiap waktu. Bagaimana tidak? Sabun digunakan ketika kita mandi, selesai makan, membersihkan pakaian, lantai, kendaraan, bahkan buah dan sayur yang akan kita masak. Kalau tidak ada sabun, kita bisa apa? Beberapa waktu lalu saya tertarik untuk mempelajari...
Bulan puasa mager banget. Astagfirullah, maafkan saya, ya Allah. Seharusnya tidak boleh gitu yaa. Yasudah, upayah melawan mager, saya mulai dengan menulis ini,  yang seharusnya sudah dari kemarin-kemarin teramanahkan untuk ditulis. Masih ingat cerbung Papringan? Atau Romantic Family? Kalau yang sudah pernah mengikuti cerbung Papringan di dua platform sebelah, saya yakin masih ingat. Bagi yang belum tahu apa itu Pasar Papringan,...
Yeee! Bulan Ramadan telah tiba, mendadak sontak gebyar religi terasa sekali. Lagu islami mulai diputar, kegiatan kerohanian berjalan. Tidak seperti bulan-bulan lainnya yang terkesan biasa-biasa saja. Padahal tanpa kita sadari, hal ini sudah menjadi pola dan kebiasaan yang sama di setiap tahunnya. Masjid dan musala mulai penuh dengan jama'ah. Namun, lama-kelamaan tidak semakin ramai justru semakin berkurang. Aku yang waktu...
Buat goodthinkers and goodwriters yang ada di tanah rantau, menjelang bulan puasa pasti banyak yang membayangkan bisa makan sahur dan buka puasa di rumah orang tua. Iya tidak? Tenang kawan, kamu tidak sendiri, sebab aku pun sama. Lagi homesick stadium akut. Oleh sebab itu, kemarin aku nekat pulang. Hehe ... beruntungnya jarak yang harus kutempuh tidak terlalu jauh untuk sampai...
Hai... Disini masih ada yang sekolah kah? Atau ngampus? Ayo siapa tadi yang tidak upacara? Selamat Hari Pendidikan Nasional... Ayo sama - sama kita membangun negeri dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Bagaimana caranya? Ki Hadjar Dewantara, beliaulah pelopor pendidikan Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Beliau memiliki tekad dan semangat yang kuat agar seluruh rakyat Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang pantas, bukan hanya orang -...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru