Essay

Fitrah Manusia adalah menjadi Pejuang Sesungguhnya, manusia itu diciptakan dengan fitrah atau sifat dasar pemberani dan tangguh sejak lahir. Bermental pejuang dan pantang menyerah. Jika diperhatikan, bayi sejatinya terlahir dengan sifat-sifat dasar hebat yang tanpa kita sadari berlahan terpendam--mungkin bisa jadi hilang karena telah terpengaruh oleh didikan orangtua yang kurang memahami cara merawat sifat dasar yang sudah melekat di diri...
Angin hari ini berhembus dengan sangat damai. Namun matahari malah asik bersembunyi di balik awan dan enggan untuk menampakkan dirinya sendiri. Sulit sekali rupanya untuk menulis dengan puitis. Tidak semudah yang aku bayangkan. Apalagi ditambah aku yang ternyata juga bukan orang yang puitis. Tapi aku suka kok baca tulisan puitis. Contohnya tulisan kak Textratis. Menurutku tulisannya selalu saja di...
Asumsi mainstream terbentuk begitu saja. Klasifikasi positif dan negatif mau tidak mau sejalan dengan asumsi tersebut. Kita tahu bahwa sekarang sedih itu sama dengan positif, bahagia sama dengan negatif, berhasil sama dengan positif, gagal sama dengan negatif. Lebih parahnya labelisasi sepihak yang bisa jadi dianggap lebih buruk dari negatif, lebih baik dari positif. Misalnya saja, dalam beragama seseorang dengan kriteria tertentu...
Kadang hidup itu adalah bualan dan fatamorgana. Hal yang tak hakiki kita anggap sebagai keabadian. Merasa semua ini akan kekal dan selamanya. Padahal umur hanyalah segetas peputaran waktu. Seperti cerita yang saling bergabung dan berseteru. Perawalan tanpa tahu kapan, dimana, ngapain berakhirnya. Namun semua itu juga bukan perkara mudah. Nikmat yang terasa seakan menjadi kebutuhan tanpa bisa ditunda. Lihat saja...
Debat capres sekitar seminggu yang lalu rupanya masih hangat diperbincangkan. Tak sedikit juga masyarakat menanggapi apa yang dikatakan pasangan calon nomor 01 dan nomor 02. Baik tanggapan negatif maupun apresiasi. Apa pun yang dikatakan kedua pasangan calon bak pedang yang tajam dan bahkan dapat melukai si empunya sendiri jika salah digunakan. Setiap kata yang diucapkan mereka begitu penting dan terekam...
Sore yang penuh dengan suara pujian-pujian dari masjid. Orang di pasar masih saja sibuk dengan kegiatannya. Hanya beberapa orang yang datang. Mungkin 2 persen dari jumlah populasi yang ada. Celakanya saya masuk juga ke dalam 98 persen yang tidak ikut datang ke masjid. Lalu saya mencoba bertanya pada diri sendiri. Kenapa saya tidak datang dan menjalankan ibadah? Pertanyaan yang sederhana...

Keangkuhan

Kawan, mau kah kamu mendengarkan kisah kelam dan pilu di masa lalu? Kisah keangkuhan manusia yang merusak diri mereka sendiri.   Masih kuingat bagaimana wajah ceria pagi itu seketika berubah menjadi wajah ketakutan. Situasi tiba-tiba berubah mencekam. Mereka, beberapa temanku harus berdesakan di dalam lemari, bersembunyi menyelamatkan diri, yang bisa saja hilang pagi itu. Masih kuingat, asap hitam mengepul dan kobaran api...
Revolusi industri 1.0 ditandai dengan ditemukannya mesin. Tenaga manusia dan hewan digantikan mesin. Revolusi industri 2.0 ditandai dengan merebaknya pabrik. Mesin diproduksi massal untuk meningkatkan produktivitas. Revolusi industri 3.0 ditandai dengan kemajuan teknologi informasi. Mengubah pola komunikasi dan relasi. Memperluas pasar. Produksi dan distribusi berkembang pesat. Sekarang revolusi industri sudah hampir mencapai 4.0. Embrionya adalah pengembangan robot dan AI  (artifisial intelegence) untuk menggantikan banyak tugas manusia...
Keluarga, sungguh tidak seorangpun mampu mengatakan secara sembrono. Kepercayaan yang luar biasa serasa saling menjaga. Tak semua bisa menjadi keluarga bahkan keluarga itu sendiri. Urusan percaya memang tidak bisa dianggap enteng. Butuh proses berdarah ataupun moment yang tepat. Apalagi percaya hubungannya sama hati. Benda absurd yang tak bisa diterawang dengan mata terbuka. Dunia batin harus pakai mata batin alias...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru