Novel

Cukup lama menunggu, napasku seringan kapas saat nampak mobil Tian berhenti di depan kafe. Benar saja, laki-laki yang membuatku gundah itu turun, langkahnya melewati ambang pintu. Aku berdiri untuk menyambutnya. Hendak memanggil, tapi Tian menuju meja lain di seberang. Bukan tempat kami sering menghabiskan waktu berdua. Tak berselang lama, seorang perempuan menghampiri Tian. Laki-laki yang kuperjuangkan berhambur memeluk perempuan itu. Bukan...
Sang surya tergelincir ke ufuk barat meninggalkan puncak teriknya yang silau menyiksa. Langit mulai mengukir lembayung senja. Ruangan lengang, satu persatu tamu telah pulang, termasuk kedua pemilik saham perusahaan. Tinggallah kami: aku, sang psikolog, Inneke dan Erwin serta orang-orang kepercayaan mama yang akan membereskan semuanya. Kulihat cerpenis itu nampak asyik ngobrol dengan redaktur muda di depannya. Entahlah, di satu sisi...
"Selamat ulang tahun, Pak Septian," ucapku seraya memberikan buket bunga. Tian yang tengah berbincang dengan seseorang beralih menatapku. Pria tua yang berdiri di sebelah Tian, lantas memberi isyarat untuk beranjak. Kulihat beliau menghampiri Pak Wongso. "Mbak Inneke, terima kasih sudah mau datang," ucap Tian. Kembali aku memperhatikan Tian. Laki-laki yang mencuri hatiku itu, mengambil alih buket bunga yang kubawa. Entah ini perasaanku...
Mentari beranjak naik menghangatkan bumi, tatkala kepulangan ke Kota Kembang selesai dipersiapkan. Aku sangat merindukan Naya, terlebih ponsel Lisa sulit dihubungi, sehingga aku tidak dapat ‘video call’ dengan si bidadari kecil. Setelah memintaku kembali ke hotel pasca liputan, pagi ini, Inneke mengirimkan sebuah alamat. Dia mengajakku sarapan bersama di sebuah restoran. Sepertinya, ia memberi kode supaya pertemuan dengan orang tuanya...

Mencuri bag.3

Pernah suatu ketika di masa kecil, aku bersama kedua temanku mencuri sebuah mainan dari penjual mainan keliling. Sabtu malam sebelum mencuri, kami bertiga menyusun sebuah rencana. Gaya kami dalam menyusun rencana seperti maling kelas kakap saja. Kami saling bagi tugas. Lagi-lagi, aku mendapat jatah mencuri mainan. Kodok dan Kancil bertugas untuk mengajak ngobrol penjual itu untuk mengalihkan pandangan. Minggu sore tiba,...
“Ayo, sini!” teriak seseorang kepadamu. Lagi dan lagi. Kamu seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Kembali lagi kamu menuruti teriakan itu untuk menuju ke sana. Di sebuah bangunan besar, di dalamnya terdapat meja panjang bersaf dua yang di atasnya tersaji berbagai hidangan. Dari asap yang berduyun-duyun hingga masuk ke lubang hidung, sudah bisa dipastikan hidangan itu begitu lezat. Warna-warni buahnya pun begitu...
Kuseka air mata yang tak mau berhenti mengalir. Tak mampu menahan luapan rasa sakit. Yang terpikir olehku hanyalah menemui Tian. Tak tahu lagi apa yang akan terjadi. Aku terima semuanya, asal bersama Tian. Kuketuk pintu kamarnya beberapa kali, sampai terdengar langkah kaki mendekat. "Tian!" Belum sampai pintu terbuka sempurna, aku menerobos masuk. Kupeluk Tian. Erat. "Inneke?" panggil Tian di telingaku. Kutahu dia...
Ini masih bulan penghujan. Di pertengahan bulan Desember, hujan hampir setiap malam turun di kota kecil, terutama di daerahmu. Suatu daerah yang masih rimbun dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, mulai dari pohon kelapa, pohon jambu, pohon melinjo, sampai pohon yang tak memiliki buah pun masih banyak terlihat. Meski demikian, masih banyak juga lahan berupa pesawahan milik petani. Malam ini seperti...

Mencuri bag.2

Seakan kejadian itu tak membuat kami bertiga jera, terlebih aku. Aku yang sudah kerap mencuri di warung ibuku dan ketahuan oleh ibuku, tak membuatku menjadi kapok. Bukan karena tak ada hukumannya. Ibu selalu menghukum aku saat aku kedapatan mencuri di warungnya. Pernah suatu ketika aku buat ulah yang membuat ibuku kalang kabut dan aku menerima hukuman yang berat. Ibuku juga sering...

Mencuri bag.1

(Aroma Dosa bagian terakhir sementara aku simpan dulu) Jika kamu bertanya dari mana aku mendapatkan gambar-gambar porno saat aku masih duduk di bangku SD. Jawabannya sederhana sekali. Yaitu mencuri dari kamar kakak pertamaku. Aku mengetahui dia memiliki buku itu tanpa sengaja. Waktu itu saat aku ingin mengambil penggaris yang dia pinjam di kamarnya, tanpa sengaja aku melihat sebuah buku yang tergeletak...

Tulisan Populer

Mengarang Rindu

Hai

Rangkaian Bunga yang Pilu

Tulisan Terbaru