Karya Pena

Gelas yang pecah berkeping-keping tak mungkin bisa dikembalikan seperti semula, seperti halnya yang buruk di dalam diri. Mungkin bisa untuk diperbaiki, namun akan ada bekas meski dalam bentuk kenangan masa lalu. Sekuat tenaga kamu mencoba mengubur semua masa lalu itu. Semua jejak tentang dirimu, kamu musnahkan. Tak luput juga dengan jejak digital yang dulu pernah begitu kamu puja sebagai wadah...
Sudah berbulan-bulan lamanya aku bertahan pada kepayahan. Sendiri. Berpura-pura kuat. Tanpa tumpuan. Tanpa teman, tanpa penopang. Hingga tanpa sadar, diriku hancur pelan-pelan. Kesendirian seolah menjadi teman sejati yang tak pernah meninggalkan. Sendiri, mencerna kata-kata pedas orang lain di luar sana. Sendiri, tak bisa apa-apa ketika seseorang tega menyakiti. Sendiri, bingung harus ke mana ketika diri ini terombang-ambing di persimpangan. Sendirian,...

Elegi buat CS

Demi tirus pipi juga dada dara padat terisi kau melawat ke Wonjin klinik alhasil dapatlah wajah cantik ramping tubuh dan sepasang kaki jenjang adalah bagian indah dalam mimpi para mojang senyum anggun dan rias wajah sempurna berpijar merona memanjakan mata pria darmakelana tapi sayang para perundung di internet menikam dan mencincang lewat kata berbayonet luka itu tak kasatmata dan kau pun malu untuk bercerita selanjutnya kau pun tersenyum anggun dengan leher berkalung juga kedua kaki...

Kado untuk Ibu

Harmoni nada indah adzan subuh membangunkanku. kubuka mataku perlahan-lahan, nampaklah kayu-kayu usuk dan genteng-genteng berbaris rapi, kupalingkan wajahku kekanan (tersenyum) masih tidur, ini adik ku, satriyo namanya dia baru berumur 5 tahun. Hari sudah berganti ternyata namun aktivitas dan realitas ku masih sama saja. Aku harus bergegas sholat subuh untuk kemudian memasak buat sarapan kami berempat, untuk bapak, adikku satriyo,...
Oleh swarna hati  Jangan salahkan gerimis yang terhenti dan tak menyisahkan kenangan lagi seperti lembayung jingga yang mulai memudar tenggelam tergantikan malam padamu yang ku puja maafkan bila hati terlalu menjalin asa yang tak berkesudahan dan tiada kau simpan meski seuntai benang pada waktu yang terus berputar, dimana ada arah yang patah dan menghilang aku bersembunyi diantara pohon-pohon kehidupan, menyembunyikan luka lalu yang tak pernah...

Sebuah Rasa

Sudah sebulan lebih meninggalkan kota Istimewa, seperti ada keping-keping yang tertinggal di sana. Benar kabar burung di segala penjuru, "Kota dengan kenangan di setiap sudutnya." Ah, bahkan untuk sekedar melupakan namanya sejenak aku belum mampu. Benar-benar banyak yang tertinggal di sana. Kenangan, kesenangan, duka, hingga perjuangan yang menjadi saksi. Aku masih meninggalkan orang-orang terkasih di sana. Entahlah, entah aku yang...
Menikmati perjalanan itulah yang beberapa hari ini menjadi nalar. Terlebih perpindahan selalu berkonsekuensi pada perubahan, entah dari sisi lingkungan maupun diri kita sendiri. Perjalanan bisa dikatakan sebagai proses menuju ataupun menjadi. Sehingga kita bisa belajar dari setiap hal yang pernah kita jalani. Dalam setiap perjalanan harusnya ada tujuan yang jelas. Bahkan semua orang sudah tahu itu dan tidak menjadi soal...
Sejauh ini rasanya belum pernah bisa terlupakan. Meski gerusan waktu selalu mengikis halus secara berlahan. Namun, selalu ada cara untuk mengingatnya kembali. Mungkin karena semua itu adalah kenangan abadi yang bernilai. Mereka sering menyebutnya 'kebahagiaan', satu kata dengan varian cara dan rasa. Kata itu menjebak, tetapi juga menggiurkan. Hingga suatu ketika kita berdebat tentang kamar mandi dan tamasya. Kebahagiaan buang...
Berawal dari obrolanku dengan dua teman cowok berbeda daerah, yang satu asli Solo, yang satu lagi kelahiran Sunda. Keduanya mengomentari hal yang sama tentangku, yaitu aksen daerah. Pas aku sebut nama tempat kelahiranku, salah satunya ada yang nggak percaya. Dengan alasan, orang daerah asalku punya ciri khas berbahasa yang cukup mencolok. Harus kuakui kalau memang, tempat tinggalku punya aksen yang...

Elegi Hati

Rentang rasa retas lepas.Sudah cukup bergelantung pada benang berduri, meremas luka makin meranggas. Menjauh berlalu dan berlalu Bukan bunga lagi yang tersebar di teras hati, melainkan serpihan kaca yang siap pedih Bulir-bulir bening mengalir tiada henti, merawat luka yang tak sempat mengering, menyeka bulir bening pada senyum yang selalu tersungging. Mencoba melintasi labirin asa yang tak berujung, menanti kepastian dari sebuah ucap....

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru