Puisi

BUKAN SEKADAR DARAH YANG MEMBUAT HASRAT. Oleh : Nur Alif Prasetyo Ada jerami yang menjual darah, Di balik raga yang ringkih di timpa angin. Ia punya rasa membelah angkasa, dan menghujam ke dasar samudra. Padahal sorotnya ringan dan sahaja. Bukan sesuatu yang buat lari Ingatlah Mereka penuh darah Mereka suka kamu Mereka akan menerkammu  

Bagian – 1

Bianglala berhenti berputar Suara riuh gaduh sekitar mengisi rongga telinga Ku alihkan pandangan Sedang mencari Ku edarkan pandangan lebih luas Masih mencari Ketakutan mulai menyelimuti "Dimana?" Aku hanya berdiri tanpa pergi Mulai menangis tersedu-sedu Sesuatu yg menakutkan itu persis disampingku -
Basah kuyub oleh rapuh Mungkin cintaku memang anyir Sudi dibuang mati terkapar Darah merana rona "Hei, gadis bodoh! Kenapa masih di sana saja? Kau tahu rumah itu takkan mungkin terbuka lagi untukmu. Pergilah!" Aku melihat kearah suara itu sambil masih duduk merangkul kedua lututku. Sudah yakin itu pasti dia. Dasar Waska! Dia tidak tahu dan mengerti sudah seberapa air mata ini tumpah jadi nanah demi...
Menjadi Angin Aku akan menjadi angin Yang datang hanya saat ada ingin Kadang menyelipkan secarik dingin Atau ..., hanya membelai angin-angin Biarkan menyentuh yang tersentuh Meski tak pernah utuh Kapan datang kapan pergi Biarlah hanya ujung dedaunan yang mengerti Karna angin tak pernah benar-benar berpijak Dia menjadi bagian dari Sang Hyang Akasa Ada tapi tiada, tiada namun ada Begitulah adanya Ikmal Wong Gendeng untuk Anis Hidayatie

Sebelas Mei 2019

Melihatmu bersama mereka Ada rasa yang tak bisa kujelaskan Terdiam Malas Tak ingin bicara dengan siapapun Apa yang membuatku begini Padahal kamu siapa aku Aku siapa kamu Cemburu Mengapa harus cemburu Itu hakmu Pun jika kamu menyukai orang lain Itu hak kamu ¤¤ Aku benci Ketika kau membatasi hubungan denganku Tapi kau bebas dengan yang lain ¤¤ Apa aku salah memiliki rasa ini Jarak kita sangat jauh Bila rindu Bila cemburu Aku hanya bisa menunggu Yang ternyata kamu Tidak mau ditunggu ¤¤ Smd, 11 Mei...
Awalnya tidak pernah terbersit dalam benak Awalnya tidak pernah terungkap dalam ungkap Awalnya hanya sebatas awal mula Dan permulaan yang bermula dalam jejak tulisan Tulisan yang pernah terukir Tulisan yang pernah tertoreh Tulisan yang pernah terlukis di sebuah kertas kosong Semua tercipta begitu saja Semua terlintas begitu saja Terima kasih telah mengajakku ke taman bermain kata-kata ini Aku menikmati setiap sensasinya Layaknya bermain roller coaster Kadang di atas dan...

Resah

Berhenti sejenak dalam Khayalan syurga Mencatat sebuah fakta dimana tempat Geta begitu gelap Di tambah dengan ilmu mereka yang ku telan Matang-matang Banyak dari Segelintir kertas yang menceritakan sejuta derita Bismillah, aku beranikan diri membuat puisi Fakta. Untukmu wahai Oknum Negara Sudahkah anda lupa dengan Kami yang telah menyuarakan anda memenangkan anda tanpa serangan fajar Inikah balasan dari kemenangan anda?. Hoax dan kebencian masih tersebar. Kebenaran dan keadilan masih...

Senandung Ramadhan

  Ku bersimpu tanpa syair indah pada pintu ramadan, mengetuk dan mengiba Jiwa yang keruh kubasuh di bulan penuh ampunan, mengharap bening kasihmu sebagai bekal  menuju cahyaMu Singkap selinut sendu membelenggu, tinggalkan ragu dalam tungku semu Ramadan akankah bisa kuraih mutiaramu bila hati masih  gamang dan merapuh Bertemu denganmu adalah rahasia hidupku, kau harus tahu, cinta ini untukmu, Aku pasrahkan padaMu,   Senandung Ramadan, 06052019  

Cemburu Lagi

Api cemburu itu kembali membakar habis dirimu Tak bosan kau bermain dengan api cemburu Jangan bermain api cemburu Nanti kau dilalap habis olehnya Tak tersisa Menyisakan asap jelaga dari kobaran api cemburu Tidak kah kau lelah terus mengintainya Hingga api cemburu kian membara Panasnya kian berkobar-kobar Cemburu kedua Akan susah dipadamkan Sampai kapan kau cemburu kepadaku, Nona manis You are so jealous with me... Im not jealous with you.... Im laughing..... Keep singing in...

Kenangan

  Kemarin adalah kenangan yang tersimpan Tertata rapi di setiap rak-rak ingatan warna-warni Menjelma pelangi dengan bubuhan warna hitam Toh, hidup memang tak selalu seperti pelangi yang warna-warni   Kemarin adalah kenangan yang tersimpan Membeku perlahan oleh dinginnya angin menerpa sel-sel elastis Anggap saja begitu Bahkan hari inipun, tak lama lagi akan menjelma menjadi kenangan   Mataku menatap jauh ke depan Ada sebuah kehidupan dan kerinduan di sana Kehidupan para pahlawan dan...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru