Puisi

1/ Untuk apa diingat, tak perlu jua dikenang, bila hadirkuntak diinginkan pun tiada arti meski hanya bayangan. Semua telah hilang dalam kepedih an. Jalan lain masih membentang di depan penuh harapan 2/ Biar semua berlalu bagai hembusan angin senja tanpa larik kerinduan. Tiada tampias asa dalam jiwa. Aku sudahi drama hati yang menyilsa diri. Tak layak dibalut sutera pun disimpan...

Bagian – 2

Aku sedang mengancing baju seragamku saat kutatap sisi sebelah kiriku Ruangan ini sunyi sekali Tidak seperti biasa Juga tidak ada seorangpun "Dimana mereka?" Aku berjalan pelan melewati ruang tengah Ini ruangan apa dan rumah siapa? "Aku harus pergi dari sini" batinku Tapi tak kutemukan pintu Seberkas cahaya tampak jauh di ujung sana Apakah itu pintunya? jika iya, maka aku harus segera keluar dari sini
  Malam yang begitu indah, akulah sang rembulan perawan yang kau rajah dengan rajamu. Lalu dari belahan dada, mengalirlah sederas puisi yang tercipta dari degup jantungku. Di sana ada sebuah seruan, kau kini adalah pemilik dari segala tubuhku yang tumbuh menjadi larik-larik puisi. Maka bacalah dengan kecupan-kecupan kecil hingga tuntas. Agar kau dapat mengerti, puisi ini adalah cintaku. -Dan-
BUKAN SEKADAR DARAH YANG MEMBUAT HASRAT. Oleh : Nur Alif Prasetyo Ada jerami yang menjual darah, Di balik raga yang ringkih di timpa angin. Ia punya rasa membelah angkasa, dan menghujam ke dasar samudra. Padahal sorotnya ringan dan sahaja. Bukan sesuatu yang buat lari Ingatlah Mereka penuh darah Mereka suka kamu Mereka akan menerkammu  

Bagian – 1

Bianglala berhenti berputar Suara riuh gaduh sekitar mengisi rongga telinga Ku alihkan pandangan Sedang mencari Ku edarkan pandangan lebih luas Masih mencari Ketakutan mulai menyelimuti "Dimana?" Aku hanya berdiri tanpa pergi Mulai menangis tersedu-sedu Sesuatu yg menakutkan itu persis disampingku -
Basah kuyub oleh rapuh Mungkin cintaku memang anyir Sudi dibuang mati terkapar Darah merana rona "Hei, gadis bodoh! Kenapa masih di sana saja? Kau tahu rumah itu takkan mungkin terbuka lagi untukmu. Pergilah!" Aku melihat kearah suara itu sambil masih duduk merangkul kedua lututku. Sudah yakin itu pasti dia. Dasar Waska! Dia tidak tahu dan mengerti sudah seberapa air mata ini tumpah jadi nanah demi...
Menjadi Angin Aku akan menjadi angin Yang datang hanya saat ada ingin Kadang menyelipkan secarik dingin Atau ..., hanya membelai angin-angin Biarkan menyentuh yang tersentuh Meski tak pernah utuh Kapan datang kapan pergi Biarlah hanya ujung dedaunan yang mengerti Karna angin tak pernah benar-benar berpijak Dia menjadi bagian dari Sang Hyang Akasa Ada tapi tiada, tiada namun ada Begitulah adanya Ikmal Wong Gendeng untuk Anis Hidayatie

Sebelas Mei 2019

Melihatmu bersama mereka Ada rasa yang tak bisa kujelaskan Terdiam Malas Tak ingin bicara dengan siapapun Apa yang membuatku begini Padahal kamu siapa aku Aku siapa kamu Cemburu Mengapa harus cemburu Itu hakmu Pun jika kamu menyukai orang lain Itu hak kamu ¤¤ Aku benci Ketika kau membatasi hubungan denganku Tapi kau bebas dengan yang lain ¤¤ Apa aku salah memiliki rasa ini Jarak kita sangat jauh Bila rindu Bila cemburu Aku hanya bisa menunggu Yang ternyata kamu Tidak mau ditunggu ¤¤ Smd, 11 Mei...
Awalnya tidak pernah terbersit dalam benak Awalnya tidak pernah terungkap dalam ungkap Awalnya hanya sebatas awal mula Dan permulaan yang bermula dalam jejak tulisan Tulisan yang pernah terukir Tulisan yang pernah tertoreh Tulisan yang pernah terlukis di sebuah kertas kosong Semua tercipta begitu saja Semua terlintas begitu saja Terima kasih telah mengajakku ke taman bermain kata-kata ini Aku menikmati setiap sensasinya Layaknya bermain roller coaster Kadang di atas dan...

Resah

Berhenti sejenak dalam Khayalan syurga Mencatat sebuah fakta dimana tempat Geta begitu gelap Di tambah dengan ilmu mereka yang ku telan Matang-matang Banyak dari Segelintir kertas yang menceritakan sejuta derita Bismillah, aku beranikan diri membuat puisi Fakta. Untukmu wahai Oknum Negara Sudahkah anda lupa dengan Kami yang telah menyuarakan anda memenangkan anda tanpa serangan fajar Inikah balasan dari kemenangan anda?. Hoax dan kebencian masih tersebar. Kebenaran dan keadilan masih...

Tulisan Populer

Tulisan Terbaru