Motor kita terus melaju dengan kecepatan sedang. Menembus angin jalanan Magelang – Jogja  yang sudah tercampur polusi. Jalanan yang lurus dan cukup lengang membuatku merasakan beban semakin berat. Rupanya, di belakangku kamu mengantuk.

Masih sepagi ini – pukul 8, kepalamu sudah berkali-kali terantuk helmku. Payah! Katamu kita mau main?

Aku lantas menepikan motorku ke minimarket terdekat. Masuk sebentar, dan memberimu sebotol kopi.

Kamu menanyakan apakah Jogja masih jauh dari tempat ini. Kubilang saja ini sudah setengah perjalanan.

Ya, kali ini aku mengajakmu jalan-jalan. Dan kamu memintaku membawamu ke pantai yang ada di Jogja. Baiklah, awas saja kalau ngantuk lagi. Berat, tau! Sementara, kita harus gantian nyetirnya.

Memasuki Jogja, motor kita membelah jalanan yang mengarah ke Bantul. Kamu bingung ya aku membawamu ke mana?

Kita sedang menuju ke Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jangan tanya jalan dan ancer-ancernya. Yang pasti, aku hanya membuka Google Maps dan mengikuti petunjuk yang ada. Jangan heran ya, jika melewati jalanan sempit pedesaan. Yang penting sampai tujuan, bukan?

Yaps. Sampailah kita di kebun yang luar biasa keren.

Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Kebun Bunga Matahari (sumber: dok. pribadi)

Namanya Pantai Samas, karena memang sekawasan dengan pantai tersebut. Memasuki daerah sini, kamu tampak terpukau dengan langit Bantul yang biru syahdu dan awannya yang putih jernih.

Langitnya cerah, kan? (sumber: dok. pribadi)

Kanan kiri kita, sudah tersuguh pemandangan kebun bunga matahari yang berjajar. Masing-masing kebun ini berbeda kepemilikan, jadi kita bisa memilih di mana pun untuk berhenti. Lalu, parkir deh.

Ah, rupanya kamu memilih kawasan di tengah-tengah. Bapak tukang parkir bertopi sudah menyambut dari jauh sambil melambaikan tangan. Motor kita mengikutinya. Setelah membayar 2000 rupiah untuk parkir motor, baru deh kita bisa masuk. Tiket masuknya murah meriah, cuma 5000 per orang kok.

Nah, ayo kita masuk. Jeng jengggg

Kamu berjalan mendahuluiku untuk mencari spot berfoto yang tepat dan tak ada orang. Ah ya, selagi foto-foto aku akan bercerita padamu. Bahwa di sini sebenarnya kawasan pantai, namun yang terkenal justru bunga-bunga mataharinya yang bermekaran dengan indah.

Konon, tanah-tanah di sini yang dikelola warga setempat untuk menanam cabai, bawang, dan sayur-sayuran, berubah menjadi kebun bunga cantik. Siapa yang tahu, bahwa sebenarnya bunga-bunga matahari yang ditanam di pematang sawah tersebut awalnya digunakan untuk melindungi tanaman cabai. Kini, malah jadi tanaman utama yang super keren untuk berswafoto. Bahkan, menambah nilai pariwisata desa setempat.

Seiring berjalannya waktu, kebun-kebun tersebut mulai ditanami tanaman bunga warna-warni seperti bunga kertas, bunga jengger ayam, dan masih banyak lagi.

Apakah kamu sudah puas berswafoto?

Sengaja menyisipkan foto Mas Ganteng, soalnya foto-foto pribadi kurang aduhai (sumber: instagram.com/adipati)

Setelah ini, aku akan mengajakmu ke kawasan Pantai Samas-nya. Rugi nggak sih, sudah sampai sini, sekalian dong semua dijelajahi?

Yak, kita ambil motor dulu, lalu melaju mengikuti arah. Jangan khawatir, di sini juga banyak pantai. Jadi, kita bebas memilih yang mana. Mau dikunjungi semua, tentu saja boleh. Asal cukup waktunya.

Entah bagaimana ceritanya, setelah kita berdebat mau ke pantai yang mana, motor kita seperti belok sendiri ke arah Pantai Goa Cemara. Daripada debat tak penting ini tidak selesai-selesai. Membuang waktu saja!

Pantai Goa Cemara

Pintu masuk Pantai Goa Cemara (sumber: dok. pribadi)

Tiket masuk di sini cuma sekitar 6000-an. Fasilitasnya pun lengkap. Ada musala, toilet, bahkan warung-warung yang menyediakan pertolongan pertama pada perut keroncongan.

Eittt, karena aku dan kamu belum merasa lapar dan haus, jadi langsung saja menghampiri pantainya. Puasa ding!

Di mana pun, pantai memang selalu memiliki keindahan tersendiri. Entah psirnya yang putih atau hitam, ombaknya yang besar atau tenang, bahkan hal-hal lain di sekitar pantai seperti perahu nelayan.

Pantai Goa Cemara (sumber: dok. pribadi)

Angin di Pantai Goa Cemara ini sepoi-sepoi, mampu menerbangkan dedaunan dari pohon-pohon di depan pantai. Ah ya. Yang menakjubkan lagi, kalau aku menghadap pantai yang cerah dan langitnya terik, belakangku adalah pepohonan cemara yang rimbun dan sejuk. Nah kan, kamu saja tak berhenti ternganga takjub.

Di pantai ini, warga sekitar rupanya masih mempercayai mitos mengenai Nyi Roro Kidul. Warga sekitar masih memegang teguh kepercayaan dengan mengadakan ritual persembahan untuk menghormati Sang Ratu Pantai Selatan tiap tanggal 1 Muharram atau 1 Suro. Ritual ini bernama lelabuhan. Lelabuhan berupa ritual mengarak boneka berbentuk mirip kambing yang dinamakan Kambing Kendhit. Pengarakan juga disertai kirab berupa hasil bumi sebagai tanda kesuburan alam.

Kita boleh saja hidup di era modern yang jarang terpapar mitos karena perkembangan ilmu pengetahuan  sudah lebih maju. Namun, bukan berarti tak menghargai mitos-mitos yang menjadi tradisi warga sekitar. Apalagi kok sampai berbuat seenaknya.

Di pantai ini, rupanya juga ada mercusuar dengan ketinggian 40 meter yang boleh dinaiki oleh pengunjung. Cukup merogoh kantong sebesar 5000, kita bisa menikmati pemandangan spektakuler dari puncak mercusuar.

Ah, sayang sekali kamu takut ketinggian. Jadi, aku hanya mengikutimu jalan-jalan di sekitar pantai deh.

Kamu memintaku memotretmu di tengah-tengah pohon cemara yang rimbun. Pohon cemara di sini jenisnya adalah pohon cemara udang.

Pepohonan cemara. Ada kudanya juga loh! (dok. pribadi)

Wah, puas sekali ya kamu mencari spot foto di setiap sudut. Habis, pohon cemara di area pantai dengan luas sekitar 20 hektar ini ada sebanyak 6000 pohon.

Apa? Kamu nggak percaya? Hitung saja sendiri!

Di sini, selain pantai dan pohon cemara serta mercusuar, kita juga bisa berkuda, naik ATV, bahkan berkemah. Ah, pengin ya? Lain kali saja, ya?

Kamu menengok arlojimu. Rupanya hari sudah siang. Sudah saatnya kita meninggalkan Bantul dan melaju ke Gunung Kidul. Penasaran, kan kita mau ke mana?

Referensi: traveling pribadi dan ngambil dari sini

5 KOMENTAR

  1. Awalnya kukira itu aku yang bersamamu. Tapi ternyata tidak setelah kutahu kalian akan bergantian mengendarai motor sepanjang perjalanan dan si dia suka foto2, sedangkan aku keseringan lupa dokumentasi diri dan tempat dimanapun itu Wahahahaa. 😂😆