Sumber: pixabay.com/skeeze

Pada langit yang mulai hitam dan ia terpental jauh dari lingkaran harapan. Wajahnya perlahan berubah muram. Entah apa yang sudah terjadi hingga membuatnya bertekad berjalan menuju sesuatu yang bertolak dari keinginan hati. Memulai dan sekaligus mengakhiri. Andai saja ada tempat yang dicampakkan Tuhan, mungkin kenangan itu akan ia pendam di sana. Sehingga tiada yang tahu dan membuatnya tidak dapat ingat kembali. Sejauh itulah harapan dan sesakit itu juga kenyataan yang membuatnya jatuh berserakan.

Salah? Kata yang selalu menghantui mimpi-mimpinya. Seperti pedang yang mengancam akan menusuk dan menyayat setiap saat. Mungkin itu yang sekarang membuatnya berubah. Tersadar dari mimpi-mimpi indah yang tanpa pernah ada arah. Mau ke mana dan sampai kapan? Kaki itu juga punya masa untuk melangkah. Suatu ketika akan lelah dan tidak bisa berjalan lagi. Tinggal mau memutuskan untuk berhenti atau menunggu hingga tidak mampu lagi. Lalu buat apa membuang waktu yang tidak bisa dinikmati sampai akhir nanti? Sungguh percuma baginya.

Ya, selanjutnya tentang kebahagian yang menjadi hak untuk setiap orang. Keterikatan antaranya, keluarga, dan orang lain yang dikenal. Membunuh tawa dan senyum sendiri demi mengembalikan hak orang-orang yang serasa wajib untuk ikut bahagia dari kebahagiaanya. Menata perca-perca hari kemarin yang bisa saja terlupa. Mereka serasa hanya menjadi penghalang atas hak ini, tetapi apa ini tidak terlalu egois untuk disebut kebahagiaan? Lalu yang menjadi kedamaian di atas tangisannya harus disebut juga kebahagiaan? Ironis sekali terasa.

Harapan benar-benar disiksa dan dibunuh dengan sadis sekali. Ia mulai menjadi jagal tanpa ampun, pedang yang menghantui ia ambil untuk menyembelih angan-angannya sendiri. Mungkin itu cara terbaiknya untuk kembali pulang. Melangkah dengan sisa-sisa tenaga daripada tersesat lebih jauh lagi. Namun, sebenar-benarnya bukan dengan memaksa tapi sejenak bersalam lalu saling berdoa. Tidak menebas tanpa permisi lalu pergi karena yang belum akan meninggalkan bekas selamanya.

Hening, telinga terkunci sepi, mata terbuta oleh gelapnya semesta, langit tetap hitam dan nyamuk tetap menyebalkan. Ia yang selalu sabar mulai capek dengan keadaan sebelum matahari menyinari langit pagi nanti. Sementara detik ini masih menyisakan kata-kata yang belum pernah ia dengar. Sedang marahnya telah melalap purnama yang semestinya menjadi cahaya di malam hari. Semua itu telah menggencet kepeduliannya yang serasa sudah melampui batas kewajaran. Mungkin lebih cepat lebih baik, tapi janji tetaplah janji dan waktu sudah sama-sama disepakati.

Lalu maaf yang berterima kasih pada semuanya, belum juga mampu diartikan sebagai kerelaan. Padahal tidak ada tempat yang dicampakkan Tuhan, lalu keikhlasan mana yang bisa dibawa pulang?

3 KOMENTAR

  1. 😭😭😭 Tanggung jawab, Tuan, sudah bikin aku nangis bombai. Jangan pernah menaruh irisan bawang dalam tulisanmu, Tuan. Harga tisu sekarang mahal.πŸ˜•πŸ˜ 

    Paragraf :

    1. Jangan merasa terpuruk, Tuan. Yang Menciptakan aku selalu bilang, akan selalu ada harapan di setiap kesesakan hidup. Tetap semangat! 😏πŸ’ͺ
    * perlahan

    2. Hmmm, ada yang lagi putus asa nih. Ckckck, sulit kubayangkan, sosok yang ngaku keras kepala selemah ini. Ngakak ah. Wkwkwk.😎

    Orang bijak bilang, saat kita memiliki mimpi, tandanya kita masih punya harapan dan tujuan hidup. Sesuatu yang mendorong kita untuk berjuang demi meraihnya. Melelahkan sih, tetapi setiap usaha, sekecil apa pun hasilnya, tidak ada yang sia-sia, Tuan. Jadi, tetap SEMANGAAAATTTT!!!! πŸ’ͺπŸ’ͺ *Aku kasih traktor untuk menopangmu, Tuan.πŸ€“
    * ke mana

    3. Ada berapa kepala yang bersandar pada bahumu, Tuan? Wih, Tuan ini sombong atau sok kuat? 😱😱Padahal, Tuan sendiri sudah sempoyongan dan nyaris terpuruk karena semuanya tidak pasti dan melelahkan. *Gunakan traktor yang aku kasih dengan baik, ya?

    Bicara tentang kebahagiaan, ada lagu jadul yang bilang kalau bahagia tidak akan datang sendiri bila kita sendiri yang tidak berusaha mencarinya. *Silakan protes pada pencipta lagunya kalau tidak suka. πŸ˜‚πŸ˜‚

    4. Aku kasihan dengan yang namanya Harapan sampai harus mengalami penyiksaan dan dibunuh gitu. Ternyata, Tuan bisa sadis juga. Ckckck, apa Tuan psikopat?! πŸ˜±πŸƒπŸƒπŸ˜±
    * berdoa

    5. Aku berjanji akan selalu berjalan dan berada di sampingmu Mimpi, Harapan, Kesetiaan, dan juga Waktu. πŸ˜‡ *Salam kompak untuk nyamuk yang punya karakter sepertiku. Nyamuk, kapan kita akan berkolaborasi mengisap darah Tuan Takdir yang suka bikin orang lain enggak enak hati?😒

    6. Salam untuk Maaf yang mampu berterima kasih. Datangnya harus dari hati, bukan mulut, Tuan. *Mengecewakan.πŸ™ƒ

    * maaf
    * berterima kasih

    ** Komen ini tidak untuk dibalas! Itu unek-unekku saja. Sudah kuedit agar tidak panjang.😎😎