Image by google

 

Pagi ini aku membaca kalimat indah, sungguh mengesankan kepala isi selokan, jadi ingat cerbung yang aku baca di sebuah grup kepenulisan di fb, seorang yang diberi julukan kerikil got karna saking bencinya. Wah kembar dekat berarti ya antara kepala isi selokan dan kerikil got.

Selokan atau got adalah tempat yang kotor untuk saluran pembuangan limbah. Tapi masih berharga selokan itu, masih memberikan manfaat meski tempat yang kotor. Andai tak ada selokan, mau dibuang kemana limbah rumah tangga, pabrik dan sebagainya?

Satu kata yang kuambil dari kalimat kepala isi selokan, adalah kotor. Ya selokan adalah tempat yang kotor, jijik dan menjijikkan.

Tak perlu mengatakan itu, tiada ingin sebuah rasa hadir, aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri. Tuhan mencipta yang burukkah dalam kepalaku? Ah tidak , Tuhan bolehkah aku menukar isi kepalaku? Atau menukar semuanya yang ada di diriku.

Ah tapi biarlah mungkin memang begitu, kepala isi selokan pantas juga buatku.

Selokan saja tak marah dibilang kotor, lantas kenapa aku marah bila kepalaku isi selokan? Harusnya aku bangga dengan kegilaan ini. Dan kamu tak perlu ikut gila.

 

Jingga tak harus Senja

Sekumpulan camar mendesah terbang berputar di dermaga. Silau mentari senja menghias cakrawala. Hari ini jingga hanya sekejap hela napas, menenggelamkan mentari dan menyulam mimpi. Esok jingga kembali meski sehirup sehela napas saja.

 

Tskmd, 15.03.2019

 

6 KOMENTAR