Sumber gambar unsplash.com/@thoughtcatalog

Angin hari ini berhembus dengan sangat damai. Namun matahari malah asik bersembunyi di balik awan dan enggan untuk menampakkan dirinya sendiri. Sulit sekali rupanya untuk menulis dengan puitis. Tidak semudah yang aku bayangkan. Apalagi ditambah aku yang ternyata juga bukan orang yang puitis. Tapi aku suka kok baca tulisan puitis. Contohnya tulisan kak Textratis. Menurutku tulisannya selalu saja di tulis dengan kata-kata manis. Ah mengapa aku tidak bisa ya?

Sekali lagi mencoba mencari inspirasi dengan duduk di pojok ruangan. Bersama alunan musik, berharap agar bisa mendapatkan hidayah untuk menulis. Benar saja, rupanya sedikit demi sedikit aku mulai menulis.

Ya ini adalah kehidupanku berikutnya. Setelah aku memutuskan untuk bertobat dan kembali kepada jalan penulisan. Tak mudah untuk melawan rasa malas akan menulis. Namun aku harus melawan. Awal yang dipaksakan dan berharap akan menjadi kebiasaan. Semua ini kulakukan untuk tetap berada di dunia penulisan.

Berbicara tentang kiblat penulisan. Aku belum paham betul, apa saja macam-macam gaya penulisan. Namun tentang keyakinan, menurutku sudah melaksanakannya dengan meyakini apa yang menurutku benar. Eh jangan dulu menyalahkan ya he he he. Namanya aja baru belajar. Ya gak sih? Mencoba sok asik di dunia Penakata ini dan mengharapkan mendapat teman yang bisa memberiku inspirasi dan semangat untuk terus menulis.

Aku lebih menyukai menulis dengan gaya seperti story telling. Menceritakan dari sudut pandang aku sendiri. Ya karena memang aku belum berani untuk membuat cerpen atau semacamnya . Oh iya, mau disadari atau tidak untuk penulis awam seperti aku. Kiblat penulisan memang lah penting. Ya, soalnya kita kan belum bisa menciptakan gaya sendiri.

Daripada bingung tentang kiblat dan cuma bersarang di pikiran. Kenapa gak mulai aja action ya guys.  Nggak usah takut salah mending dicoba dan pasti bakal banyak dapet masukan. Kayak slogannya Penakata sharing is caring

Waduh gak sadar ternyata udah selesai nulisnya. Sampai jumpa dicurcolanku berikutnya ya.

Bye bye

Salam saurus “roar”

4 KOMENTAR