sumber: pixabay.com/FreePhotos

Untukmu yang baru dua kali bertemu
Untukmu tempat melabuhkan pilu selain Penciptaku

Untukmu, yang memiliki tanpa deklarasi
Yang memutus telepon tanpa permisi
Lalu pergi, meninggalkanku tersedu sendiri

Akankah kau kembali?
Selaras asa yang kau patri
Serupa janji yang kau beri

*

Rinduku serupa debur menghambur
Mengubur kasih yang tak lagi subur

Rinduku sendu tergugu
Merinai menyibak kabut
Rumah tak lagi menyambut
Tak tahu lagi kemana harus kembali

Asa tak lagi mesra
Rumah kini antara ada dan tiada
Lalu kembali dan lenyap lagi sesukanya

*

Aku tak tahu kemana harus pulang
Rinduku tak tahu jalan, semangatku mengendap tersendat

Jika kau matahari
Maka aku adalah malam
Rinduku dan rindumu tak kan pernah bertemu
Kau sibuk menyinari duniamu
Dan aku sibuk menanti pagi yang tetap saja menjadi malam

Loteng, 26 Januari 2019