Gambar pixabay/astama81

Sinar putih jatuh di tanah tersirat, diiringi waktu yang terus saja sesambat
Angin musim menebak daun kering, gemerisik
Serpihan hati ikut berbisik
Lucuti kerinduan semakin telanjang
Ketika wujud wajahnya ada pada semesta
Berkarib bahagia
Disambut penuh cinta
Oleh cinta sejatinya

Bersamanya waktu laksana sebuah kedip
Singkat, namun ikhlas terselip
Melahirkan kenyamanan pada pandangan

Dera nikmat yang kami terima selama bersama
Sesaat membuatku mengerang
Takut kehilangan
Ketika nafasnya harus beranjak, membawa serta surgaku di kakinya
Bagai pagi memvonis embun
meluruh
Menyerahkan diri pada cahaya matahari

Menyaksikan wajah tenang, aku pun tenang
Rasa sakit terhempas, aku pun ikhlas
Lewat do’a kini aku berkasih sayang
Setelah benar-benar kehilangan

Daun kering jatuh, melayang
Menyerahkan diri pada bumi
Satu ladang surgaku pun telah pergi
Menyerahkan cinta,
Mengganti keindahan lalu menjadi genang dan kenang di pelupuk mata

Karawang 05032019

15 KOMENTAR