Sumber gambar ; Google

Kesendirian kembali berjelaga pada duniaku
Semakin mengikat tubuh ini dalam tepian kelabu
Aku tersudut pulas diantara terjaga mata-mata jalang
Kumaki diri atas kekalahan ini
Gemuruh amarah kian menyekat keramahan nurani
Apa kau peka tentang risalah hati yang merundung duka kehilangan?

Rindu tak dinyana berapa sering terpekik juga menggema dilarik pujangga
Mencintamu pun adalah kegairahan ku yang paling memuncak
Hingga semua terlarung pada kebisuan malam yang mendekap tubuh
Ku ada di adamu yang tiada
Mencumbu kegetiran adalah kenyataan manis yang tertelan kini

Seluruh inginmu adalah kesetiaanku menuruti
Semua pintamu kewajiban tak tertolak oleh jawabku
Segala maumu kebiasaan diri menyenangkan puasmu
Lalu terhempas pada kepedihan balasan paling manis pula yang kusesapi di pagi buta
Mengapa sedemikian terlambat kusadari kau telah berbagi hati?

Tertatap purnama di puncak malam sempurna
Ada luka menganga tak berdarah tertusuk trisula
Akulah wanita yang kau lukai
Akulah wanita tak kau anggap kekasih hati
Akulah pula wanita yang pernah memberimu arti kebahagiaan sempurna, dahulu saat cinta meminta ketulusan jiwa

Pulau Celebes, 060219

5 KOMENTAR