sumber: pixabay.com/darksouls1

“Fear cuts deeper than swords.” – George RR Martin – A Game of Thrones

Hai  kawan-kawan goodwriters. Semoga selalu sehat dan bahagia, ya. Pasti sudah pada ikut challenge dari Penakata feat Bang Dina, ya ‘kan? Jangan sepertiku, baru ikut super mepet dateline.  Ckck.

Horrorscope. Apa yang kamu pikirkan begitu mendengar kata tersebut? Yang kupikirkan jelas adalah desain Bang Dina. Desain super keren berjudul Horrorscope ini memiliki makna yang dalam dan luas jika ditelaah dengan seksama.

Sebelum (sok) menelaah, membaca judulnya saja pikiran dangkalku ini berkata bahwa Horrorscope merupakan gabungan dari horoscope (ramalan) dan horror (ketakutan). Sebentar, ini baru pemanjangan judul yang kucari arti per kata nya di kamus Bahasa Inggris. Lagipula bisa jadi salah, bisa jadi benar. Hanya Tuhan dan Bang Dina yang tahu.

Duh, serius amat! Nih ada secangkir cappucino untukmu. Secangkir lagi untukku. Yak, silakan diseruput supaya kehangatannya menjalar ke pikiranmu.

Baiklah. Ehemm. Semoga apa yang kutafsirkan berikut ini tidak menyimpang, meskipun juga belum tepat.

Horokop itu sebenarnya apa, sih? Ramalan kah? Atau zodiak? Yuk mari baca referensi dulu.

Horoskop adalah pengamatan posisi bintang-bintang pada waktu tertentu, seperti pada hari lahir seseorang, dengan tujuan meramalkan masa depannya. Horoskop memiliki diagram yang menggambarkan posisi matahari, bulan, planet-planet, aspek-aspek astrologis, dan sudut-sudut sensitif.

Horoskop sendiri terdiri dari empat elemen: udara, air, bumi, dan api. Keempat elemen ini membantu menggambarkan tipe kepribadian unik yang terkait dengan tanda astrologi. Empat elemen zodiak menunjukkan pengaruh besar pada karakter dasar, emosi, perilaku dan pemikiran. Akan tetapi, horoskop tidak bisa dibuktikan secara sains.

Mungkin itulah asal muasal ramalan yang ada berdasarkan zodiak. Tidak terbukti secara ilmiah, namun bisa jadi betul, bisa jadi tidak. Namanya juga perkiraan.

Aku tahu, kita semua pasti tahu zodiak masing-masing yang ditentukan dari tanggal lahir. Sebenarnya horoskop ini apa gunanya?

Sek, tarik napas, hembuskan. Mari seruput lagi cappucino kita sebelum dingin. Monggo.

Lanjut.

Kalau hanya untuk mendeteksi masa depan, maka … mari tengok baik-baik. Mengapa sih kita harus memikirkan masa depan terlalu dalam jika ada masa kini yang sebetulnya harus kita pikirkan?

Ya betul jika jadi horor. Kita dihantui oleh rasa takut yang kita ciptakan sendiri. Membiarkan pikiran kita autopilot alias tak terkendali yang sebenarnya hanya menghabiskan energi. Apa lagi kalau bukan karena kecemasan akan apa yang akan terjadi di masa depan?

Ada kalimat yang kukutip dari sebuah buku, kita lebih baik menikmati apa yang kita lakukan saat ini. Yak, sabar. Sabar bukan cuma soal diri kita yang kebal dan tidak mudah putus asa menghadapi masalah. Tapi sabar juga memiliki arti memikirkan apa yang terjadi sekarang, di tempat kita berada. Fokus. Badan dan pikiran selaras. Bukan badan di sini pikiran di sana. Bukan pula mata membaca tulisan ini, tapi pikiran isinya doi yang tak kunjung membalas pesan Whatsapp. Ups.

Sabar itu mengalir. Bukan ngalor lalu ngidul tak karuan. Menikmati flow akan apa yang kita lakukan.

Mengalir membuat kita bahagia meskipun kita juga tidak boleh abai terhadap tujuan-tujuan yang ingin kita capai. Mengapa sih kita harus termakan ketakutan yang justru hanya menghabiskan waktu?

Aku jadi ingat quote yang diucapkan Bang Einstein soal teori relativitas, “Meletakkan tangan di atas kompor panas sebentar itu rasanya seperti satu jam. Duduk di sebelah gadis cantik satu jam, rasanya seperti sebentar. Itulah relativitas.” Bayangkan kalau kita hanya menghabiskan waktu yang diisi oleh ketakutan dan kekhawatiran.

Ah, cappucino mulai mendingin. Mari minum lagi.

Sabar dalam menikmati proses bukan pula tidak mewaspadai hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan. Memikirkan kemungkinan terburuk memang perlu, tapi mengusahakan dengan maksimal apa yang kita lakukan saat ini lebih penting. Kita justru akan lebih bahagia dan tak perlu cemas memikirkan yang tidak perlu.

Sebenarnya aku tidak begitu yakin hal ini bisa nyambung dengan tema Horrorscope. Tapi, jika dua hati saja bisa saling terkait tanpa pengait, kenapa tulisan sepele ini tidak boleh dikait-kaitkan dengan tema challenge yang super keren? Baiklah, ini sama sekali tidak lucu.

Begini, deh. Ketika kita takut, otomatis kita sedang tidak bahagia. Hal ini tentu akan memengaruhi hal-hal di sekitar kita, bukan? Juga memengaruhi yang kita lakukan.

Santai saja, Tuhan menciptakan kita di bulan sekian tanggal sekian, bukan untuk sekadar ditakut-takuti oleh ramalan kok. Lha wong yang menentukan saja Tuhan. Masa sih kita yang katanya spesies sapiens (bijak) bergenus Homo, membuat ramalan untuk menakuti spesies kita sendiri?

Horoskop tak sebercanda itu. Juga tak semenakutkan itu. Gunakan horoskop sebijak mungkin agar tidak horor dan mencerminkan bahwa kita memanglah sapiens. Yang penting, let yourself flow on what you are doing now. Goodbye horror!

Sambil menyeruput tegukan terakhir cappucino, maka kuakhiri tulisan kaleng-kaleng ini. Salam hangat!

Eh, ada latte nempel di bibirmu! (Kabur)

Referensi: 1, 2

15 KOMENTAR