Sumber gambar: pixabay.com

Banyak sekali tamasya – tamasya yang saya lakukan berakhir dengan tidak senang, tidak bahagia. Melongo, tidak tahu melakukan apa, lelah tanpa arah.

Ada satu tamasya yang selalu berakhir dengan menyenangkan, membahagiakan. Menulis.

Ya, dengan menulis kita bisa masuk ke banyak wilayah yang tak akan pernah kita temui dalam dunia kasat mata yang akhir – akhir ini dijunjung – junjung oleh manusia.

Di dalam tamasya bernama menulis itu kita bisa mendatangi beberapa tempat. Esai, Puisi, Cerpen, Novel. Bagi saya esai adalah salah satu tempat yang paling asyik. Kemerdekaan dan kedaulatan membuat seseorang tidak melongo, tahu melakulan apa, tidak lelah tanpa arah.

Boleh bercerpen, berpuisi, berilmiah, Bahkan boleh ber, ber yang suka – suka. yang pasti kesemua itu tidak boleh merusak batas – batas yang membuat tempat bernama esai itu berubah menjadi bukan esai. Salah satu batas yang boleh tidak dirusak adalah asyik.

Oleh karenanya, kalau ada sebuah pertanyaan, bagaimana menulis yang baik, atau yang lebih spesifik bagaimana menulis esai yang baik. Percayalah, menulis yang baik atau menulis esai yang baik itu tidak semenyebalkan tamasya tanpa pernah memberikan kesenangan, kebahagiaan apa pun. Menulis yang baik itu sebagaimana kita pergi ke tempat yang membuat kita merasa senang dan bahagia. Sudah, itu saja.

Untuk mencapai itu, caranya adalah mulailah menulis. Cobalah pergi ke tempat – tempat bernama esai, puisi, cerpen, novel, apa pun sesukamu. Untuk tempat bernama esai seperti yang saya ceritakan tadi. Untuk tempat – tempat yang lain dirasa sendiri, bagaimana rasanya. Kalah tidak senang, tidak bahagia sebagaimana yang saya ungkapkan di awal, tinggalkan.

3 KOMENTAR