ilustrasi pixabay

Oleh

swarna hati

 Jangan salahkan gerimis yang terhenti dan tak menyisahkan kenangan lagi

seperti lembayung jingga yang mulai memudar tenggelam tergantikan malam

padamu yang ku puja maafkan bila hati terlalu menjalin asa yang tak berkesudahan dan tiada kau simpan meski seuntai benang

pada waktu yang terus berputar, dimana ada arah yang patah dan menghilang

aku bersembunyi diantara pohon-pohon kehidupan, menyembunyikan luka lalu yang tak pernah padam, tak tahu haruskah dilupakan atau maaf sebagai jawaban

Ketika hati dan cinta harus diperebutkan, ketika kebahagiaan dipaksa untuk terbagi, ketika yang kami punya telah terampas. hanya luka yang tersisa dari kisah purba

mencari daun-daun kesembuhan agar tak lagi merasa sia-sia perjalan ini, namun siraman hujan kegetiran telah meluruhkan semua harapan, ranting yang merapuhpun patah dan jatuh

di penghujung September kututup asaku, hingga tetlupa akan luka

 

 

teras aksara, 30 September 2019