Menjadi remaja ternyata masih sama dengan masa kecil dulu. Di mana masih memiliki rasa penasaran. Bahkan rasa penasaran itu lebih tinggi, lebih luas, dan lebih mudah dicapainya.

Saat remaja aku jadi tahu istilah-istilah dan nama-nama barang tersebut. Dan pengetahuan yang paling berharga yang aku dapatkan adalah aku jadi tahu di mana bisa mendapatkan daun itu, cara meramunya, cara menghisapnya dan cara membuangnya.

Di sebuah kost milik teman kerjaku, berlima kami berpesta daun ganja setelah sorenya membeli dari seorang bandar.

Seperti yang sudah aku katakan. Seseorang akan merasa takut berlebihan jika seseorang itu melakukan kesalahan, termasuk menjual daun tersebut.

“Ini siapa, Bro? Aman, kan?” ucap lelaki itu kepada temanku di sebuah gedung yang sedang dibangun.

“Aman kok. Ini temenku kerja,” jawab temanku.

Sepertinya ketakutan lelaki itu membuat prasangkanya berjalan. Ia pasti menyangka aku seorang spion. Sebab aku memang baru pertama kali ikut temanku membeli daun itu.

Namun atas dasar kepercayaan sesama teman. Lelaki itu akhirnya menyuruh kami untuk mengikutinya. Tentu saja untuk bertransaksi.

Menurutku, kepercayaan kepada teman itu penting. Sebab seorang teman yang baik tidak akan menjual kepercayaan yang sudah ditanam oleh temannya. Jadi seorang teman tidak akan mau membohongi temannya sendiri.

Ada hal yang menarik yang mungkin kamu dan banyak orang yang tidak tahu. Bahwa solidaritas dan sebuah kepercayaan yang terdapat pada anak (sebut saja) dunia hitam itu jauh lebih erat. Persahabatan mereka jauh lebih solid dan terus saling menjaga.

Aku bisa mengatakan ini saat aku masuk ke dunia hitam tersebut. Aku merasakan kebersamaan yang begitu hangat. Bahkan sudah seperti keluarga saja.

Di sinilah nilai lebihnya dan positifnya jika dilihat dari sisi lain. Sebab ketika kamu melihat sesuatu dari satu sisi saja, kamu tidak akan pernah bisa melihat apa yang tersembunyi di balik sisi lainnya.

Seperti saat kamu melihat seorang pencuri. Jika kamu hanya melihat dari satu sisi, ya yang kamu lihat dia adalah pencuri. Tapi jika kamu mencoba melihat dari sisi lain, betapa dia adalah pahlawan bagi keluarganya, bagi kelaparan anak-anaknya, meski jalan yang dia tempuh itu salah.

Jadi jika kamu melihat aku adalah anak nakal, coba lihat dari sisi lainnya, kamu juga akan melihat bahwa aku memang sungguh anak nakal.

Sebab aku sudah telanjur masuk ke dunia hitam tersebut. Dan sebentar lagi menikmati sensasi yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Kami mulai meracik daun tersebut dengan mencampur daun tembakau dari beberapa batang rokok yang dibongkar. Lalu melintingnya kembali. Entah itu untuk mengirit atau memang begitu cara meracik daun ganja.

Kami membakar satu linting lebih dulu untuk dihisap ramai-ramai. Entah itu juga cara untuk mengirit atau memang begitu cara menghisap daun ganja.

“Bro, aku ditembak dong,” ucap temanku yang berbadan kurus kepada temanku yang berambut keriting.

Aku yang mendengar kata-kata itu sempat heran. Bahkan dalam hati aku menyangka apa temanku ini sudah melayang dan berkata ngawur. Apa temanku sudah bosan hidup?

Apa kamu juga heran sepertiku? Di mana pesta daun ganja sedang berlangsung, ada yang berkata seperti itu. Atau malah kalian sudah tahu apa maksudnya?

Pikiranku yang masih sedikit sadar, mencoba terus mengawasi gerak gerik mereka. Takut jika hal yang tidak diinginkan itu terjadi meski di kost tidak kulihat sebuah pistol.

Namun setelah beberapa menit berlalu, setelah apa yang aku lihat dari kedua temanku itu, akhirnya aku mengerti apa maksud dari kata tersebut.

Ternyata seperti ini, rokok ganja berada di tangan si Keriting, lalu ia masukkan ke dalam mulutnya dengan posisi nyala api di dalam mulut, lalu si Kurus mendekatkan lubang hidungnya ke ujung rokok yang sudah berada di mulut si Keriting. Dengan posisi seperti itu, si Keriting meniupkan rokok tersebut. Otomatis asap akan keluar dari ujung rokok dan si Kurus langsung menghisapnya dalam-dalam menggunakan lubang hidung yang ditutup satu.

Ada lagi satu temanku yang bermata sipit. Ia menghisap rokok ganja dan menyebalkan asapnya ke dalam plastik. Beberapa menit kemudian ia menghisap kembali asap yang berada di plastik tersebut.

Dan aku, lebih banyak asap yang terbuang percuma sebab aku lebih sibuk memperhatikan cara teman-temanku menghisap rokok ganja.

“Kamu ngapain Trek cuma ngliatin kami? Itu rokokmu dihisap,” kata temanku yang sadar dengan keadaanku.

Oh iya. Beranjak remaja, namaku berubah menjadi Gotrek. Aku rasa pun ini cocok untuk tampilan biar terdengar sedikit garang.

Ya, Gotrek pengisap ganja, bukan pengisap puntung rokok.

Ada hal yang aku petik dari mengisap ganja. Di mana yang berharga harus dijaga sebaik mungkin, harus dinikmati semaksimal mungkin, tak boleh disia-siakan agar tidak mubazir. Ini pun berlaku untuk cinta. Di mana aku sudah bosan memberi cinta atau mencintai seseorang yang tak mencintaiku. Dulu aku sering mencintai seseorang namun dengan mudahnya seseorang itu mencampakkanku. Sejak saat itu aku selalu menjaga cintaku yang begitu berharga untuk seseorang yang tepat nantinya.

(Bersambung)

10 KOMENTAR

  1. 😍😍😍 Ah, aku suka kalimat tentang kepercayaan itu harus dijaga. Begitupun dengan seseorang yang berharga, ya Kak Dan? Semoga penulis cerita ini pun menerapkannya dalam kehidupan nyata. Hehehe.👻✌👻

    Kak, ini pengalaman pribadikah? Aku kok suka serem kalau bahas yang kayak ginian. Wkwkkw, entahlah. Seandainya pengalaman pribadi pun, semoga segera kembali ke jalan yang benar, ya Kak?😇✌
    Yang terbaik buat Kak Dan deh. Nih, aku kasih bunga supaya enggak sakit hati karena komenku.💐

    Salam buat Gotri dan kawan-kawannya.😝