Sumber Gambar ; Darahmimpi.com

Malam beranjak kian membuat gigil
Sekelumit resah pun berlagu di kerangkeng maya
Ah, masaku merindui sekeping rasa yang mengharubirukan jiwa
Sehening itu pula suasana membius maya pada
Semenjak purnama lalu kidung menyejuk berkoar menyemangati pula.

Sajak sajak berima bergayut di setiap lembar putih kertas
Jangan seperti pungguk yang hanya merindu bulan, sayang
Tunjukkan padaku seberapa berartinya hadirnya cinta menyeruak di dada
Ah, hanyaku mengelus pasrah
Jarak juga ruang seakan nyanyian pesimis di kerlingan ini
Sungguh memerahkan netra mengingat akan keadaan

Akhirya ketika rindu, ingin, juga rasa itu menyatu
Satu pesan yang kembali tertitip untuk bulan yang sepenggal
Yakinlah, hati itu masih untuk cinta ini
Rasa itu masih tertuju seorang untukmu
Terus berharap, agar jemari, lengan juga tatapan ini menyatu pada pemiliknya dalam rengkuhanmu

Februari, 1819

2 KOMENTAR