Suara Malam

Yang ku miliki hanya petang Dia tak akan mungkin datang Jiwa ku selalu goyang Dihantui bayang bayang Tak akan pernah ku mendapat tenang Biar ku nikmati walau hanya bias Tapi tetap ku tulis dalam sebuah kertas Ingat. Malam tak berhak memiliki matahari Dia hanya berhak merasakan bias matahari Karena baginya matahari hanyalah mimpi Bukan untuk dimiliki #crmascurut  
Selamat Idul Fitri, goodwriters. Mohon maaf lahir dan batin ya atas segala salah dan khilafku. Permintaan maaf ini tidak cuma formalitas, kok. Sungguh, di bumi Penakata ini pun, kadang masih skip membaca tulisan teman-teman, berkomentar yang mungkin kurang berkenan di hati, dan sebagainya. Ah, hari ini adalah pemurnian hati setelah sebulan berperang dengan hawa nafsu. Kalau boleh jujur, yang kurindukan...
"Pagi, Yang Esa," sapa hari ini untuk Sang Maha. Memang segalanya sudah digariskan dalam takdir. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Apa pun itu, bahkan konsep atau ide yang muncul tidak semata-mata karena kamu, aku, atau kalian, tetapi karena-Nya. Sehingga kita akan belajar ikhlas untuk menerima segala kemungkinan yang sudah atau akan terjadi. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat...
Aku datang menghampiri semua insan. Tidak peduli rupawan atau bukan. Tak memandang bergelimang harta atau sebaliknya. Selalu kutawarkan pada mereka sebuah kesempatan. Bagi siapa saja yang sudi, menjamah, merengkuh, dan aku berharap ada yang mau memilikiku. Bersediakah kamu? Sayangnya, kamu, dia juga mereka memandangku tak berharga. Aku memang murahan, tak punya nilai. Kerap aku diabaikan, diremehkan, dihina, didustai, diolok, dimaki. Aku memang murahan, karena tak peduli dengan segala...
Tim Horas adalah salah satu organisasi yang berada di bawah naungan Universitas Sumatera Utara. Berdiri sejak tahun 2011, Tim Horas sudah mencapai banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi yang bergerak di bidang otomotif perakitan mobil hemat energi ini, beranggotakan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin USU. Organisasi yang sudah membawa nama baik Indonesia di kancah internasional ini...
Gemah takbir terus berkumandang. Allahuakbar ... Allahuakbar... Sholat Id pagi tadi berjalan lancar di kampung nek Inem. Suasana terlihat sedikit mendung, namun tidak ada gerimis apalagi hujan. Teduh dan sejuk. Setelah sampai di rumah, nek Inem langsung berganti pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari. Ia berniat untuk menyibukkan diri daripada berkutik dengan kesepian yang sering tiba-tiba menghantam. Tidak ada kemeriahan apapun...
1/ Untuk apa diingat, tak perlu jua dikenang, bila hadirkuntak diinginkan pun tiada arti meski hanya bayangan. Semua telah hilang dalam kepedih an. Jalan lain masih membentang di depan penuh harapan 2/ Biar semua berlalu bagai hembusan angin senja tanpa larik kerinduan. Tiada tampias asa dalam jiwa. Aku sudahi drama hati yang menyilsa diri. Tak layak dibalut sutera pun disimpan...
Dua bulan lalu "Tahun ini Abang harus bisa membawa kamu dan kedua anak kita pulang kampung ke Pulau Jawa. InsyaAllah." _______ "Bang, tidak usa dipaksa jika masih belum memungkinkan," kataku berusaha memberi pengertian sambil menyantap nasi dengan menu ikan sambel siang ini di meja makan bersamanya. Seperti biasa masih sepiring berdua. "Dek, Abang tau ini akan berat buat kita. Tapi coba kamu pikirkan...
Pagi, masih bersama rindu disini. Ia menatap sekeliling dan mencari keberadaan Temu. Ia tatap rindu yang tertidur disampingnya bersandar di bahunya sambil mendengkur pelan. "Rindu, sudah pagi. Kau tidak ingin melihat matahari terbit?" Pagi sadar Rindu tidak terbangun dengan tegurannya itu. Ia tidak menggeser sedikitpun tetapi terus berbicara. "Rindu, bangunlah. Tidur melulu tidak akan bisa membuatmu berjumpa dengan Temu, ia hanya berada...
Aku sedang mengancing baju seragamku saat kutatap sisi sebelah kiriku Ruangan ini sunyi sekali Tidak seperti biasa Juga tidak ada seorangpun "Dimana mereka?" Aku berjalan pelan melewati ruang tengah Ini ruangan apa dan rumah siapa? "Aku harus pergi dari sini" batinku Tapi tak kutemukan pintu Seberkas cahaya tampak jauh di ujung sana Apakah itu pintunya? jika iya, maka aku harus segera keluar dari sini